Studi terbaru mendeteksi virus corona terdapat di dalam air mani atau sperma pria yang terinfeksi Covid-19. Walaupun masih belum diketahui dapat menular melalui hubungan seksual, dokter menyarankan untuk tidak berhubungan seks sementara waktu atau menggunakan kondom sebagai bentuk pencegahan.
"Banyak pertanyaan yang belum terjawab ya. Kita harus preventif tentu dengan pakai kondom minimal walaupun tidak 100 persen dan abstinent atau tidak melakukan kontak seksual," kata dokter spesialis kulit dan kelamin Anthony Handoko kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (9/5).
Hubungan seksual yang dihindari itu termasuk oral seks karena virus corona juga ditemukan di saliva atau air liur. Saran dari Anthony itu sesuai dengan anjuran dari penelitian yang dipublikasikan di jurnal medis JAMA Network Open.
"Puasa seks atau penggunaan kondom dapat dianggap sebagai sarana pencegahan untuk pasien ini," tulis penelitian itu.
Anthony menjelaskan penelitian terbaru di China membuktikan bahwa terdapat virus corona pada sperma pasien Covid-19 dan orang yang sudah dinyatakan sembuh.
"Jadi, kesimpulannya memang sperma ditemukan pada orang yang sudah terinfeksi dan sudah sembuh. Tapi, pertanyaan lanjutan seperti apakah menularkan secara seksual, itu belum terjawab," ucap Anthony.
Anthony menyebut penelitian ini tidak menganalisis penularan atau transmisi virus corona melalui hubungan seksual. Perlu penelitian lanjutan untuk mengetahui berapa lama virus dapat hidup di sperma dan apakah virus dapat berpindah ketika sperma berpindah ke tubuh orang lain.
Sejauh ini transmisi virus corona yang sudah terbukti adalah melalui cairan di dalam saluran pernapasan seperti droplet saat bersin.
"Belum bisa dikategorikan itu (Covid-19) sebagai sexually transmitted disease (menular secara seksual) karena belum diketahui cara penularannya apakah genital ke genital," tutur Anthony yang merupakan direktur klinik kulit dan kelamin Pramudia.
Di sisi lain, Anthony menyoroti bahwa penelitian ini menggunakan sampel yang kecil yakni 38 pasien Covid-19. Pada penelitian itu ditemukan sperma pada orang yang terinfeksi dan orang yang sudah dinyatakan sembuh.
Menurut Anthony, perlu penelitian lanjutan pada sampel yang lebih besar untuk mendapatkan hasil yang bisa digeneralisir.
Wanita Inggris Klaim Minum Sperma untuk Cegah Corona
Upaya menangkal virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) memang bisa ditempuh dengan pelbagai cara. Mulai dari yang umum yakni mempraktikkan hidup bersih dan sehat termasuk mencuci tangan hingga, langkah di luar kelaziman. Harus diakui, ada saja orang yang mencoba cara yang, sebetulnya pun tak masuk daftar saran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Tracy Kiss, ibu sekaligus personal trainer asal Inggris, mengaku mengonsumsi sperma pasangannya untuk mencegah infeksi virus corona (Covid-19).
"Saya menemukan metode alternatif bebas biaya dan ramah vegan untuk meningkatkan sistem imun. Anda tak selalu tahu apa yang dikandung obat-obatan kimia. Ini jauh lebih baik buat tubuh karena minum sesuatu yang tidak mengandung bahan kimia," terang Tracy Kiss seperti dikutip dari Metro.
Kiss mencampurkan sperma pasangannya ke dalam racikan smoothie yang biasanya terdiri dari aneka jenis berry dan pisang. Sperma yang paling baik dikonsumsi, kata dia, adalah sperma yang 'segar dari asalnya'. Namun tak jarang dia pun menyimpannya dalam freezer.
Dia meyakini konsumsi sperma bisa menghindarkan dirinya dari virus corona. Langkah ini pun ia barengi dengan gaya hidup sehat dan suplemen yang membantu daya tahan tubuh.
Sejak 2017 menyisipkan sperma dalam asupannya, Tracy Kiss mengaku tidak pernah terkena infeksi flu. Bahkan kulitnya pun jadi lebih bersih karenanya.
"Konsumsi sperma itu enggak ada bedanya dengan konsumsi madu dan air lemon saat Anda radang tenggorokan. Ini hanya terapi lain tapi bebas biaya. Anda pun tak harus punya pasangan, minta saja pada teman pria yang Anda rasa sehat," imbuh dia lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar