Upaya menangkal virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) memang bisa ditempuh dengan pelbagai cara. Mulai dari yang umum yakni mempraktikkan hidup bersih dan sehat termasuk mencuci tangan hingga, langkah di luar kelaziman. Harus diakui, ada saja orang yang mencoba cara yang, sebetulnya pun tak masuk daftar saran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Tracy Kiss, ibu sekaligus personal trainer asal Inggris, mengaku mengonsumsi sperma pasangannya untuk mencegah infeksi virus corona (Covid-19).
"Saya menemukan metode alternatif bebas biaya dan ramah vegan untuk meningkatkan sistem imun. Anda tak selalu tahu apa yang dikandung obat-obatan kimia. Ini jauh lebih baik buat tubuh karena minum sesuatu yang tidak mengandung bahan kimia," terang Tracy Kiss seperti dikutip dari Metro.
Kiss mencampurkan sperma pasangannya ke dalam racikan smoothie yang biasanya terdiri dari aneka jenis berry dan pisang. Sperma yang paling baik dikonsumsi, kata dia, adalah sperma yang 'segar dari asalnya'. Namun tak jarang dia pun menyimpannya dalam freezer.
Dia meyakini konsumsi sperma bisa menghindarkan dirinya dari virus corona. Langkah ini pun ia barengi dengan gaya hidup sehat dan suplemen yang membantu daya tahan tubuh.
Sejak 2017 menyisipkan sperma dalam asupannya, Tracy Kiss mengaku tidak pernah terkena infeksi flu. Bahkan kulitnya pun jadi lebih bersih karenanya.
"Konsumsi sperma itu enggak ada bedanya dengan konsumsi madu dan air lemon saat Anda radang tenggorokan. Ini hanya terapi lain tapi bebas biaya. Anda pun tak harus punya pasangan, minta saja pada teman pria yang Anda rasa sehat," imbuh dia lagi.
Apa yang dilakukan Kiss terdengar tabu. Namun jika dilihat dari komposisinya, sperma memang mengandung beberapa nutrisi penting buat tubuh. Mengutip dari Healthline, sperma mengandung protein, zinc, fruktosa, sodium, lemak, kolesterol dan vitamin B12.
Dalam sebuah tinjauan pada 2013, ditemukan rata-rata kandungan protein pada sperma sebanyak 5,04 miligram per 100 mililiter sperma. Karena sekali ejakulasi mampu memproduksi 5 mililiter sperma, maka rata-rata protein dalam sekali ejakulasi sebanyak 252 miligram.
Studi: Obat Pengencer Darah Bantu Kesembuhan Pasien Covid-19
Studi terbaru menunjukkan obat pengencer darah dapat membantu menyelamatkan pasien infeksi virus corona (Covid-19) bergejala parah.
Studi ini dilakukan oleh tim dokter di Mount Sinai Hospital, New York. Laporan hasil studi baru saja dipublikasikan di Journal of American College of Cardiology.
Sejak Maret lalu, tim dokter mengamati perkembangan 2.700 pasien Covid-19 di Mount Sinai. Sebagian pasien diberi obat pengencer darah. Obat pengencer darah adalah obat yang mencegah darah menggumpal atau disebut juga dengan antikoagulan.
Tim dokter mendapati obat tersebut memberikan pengaruh positif, terutama bagi pasien Covid-19 yang menggunakan ventilator untuk bernapas.
Secara rinci, 71 persen pasien berventilator yang diberikan obat pengencer darah memiliki perkembangan penyakit yang baik. Sebanyak 29 persen meninggal dunia.
Jumlah pasien yang membaik dengan obat pengencer darah ini lebih tinggi ketimbang pasien yang tidak mengonsumsi obat pengencer darah. Sebanyak 63 persen pasien berventilator yang tidak diberi obat pengencer darah meninggal dunia
"Temuan kami menunjukkan bahwa antikoagulan sistemik dapat dikaitkan dengan peningkatan hasil di antara pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit," tulis tim dokter dalam laporan mereka, dikutip dari CNN.
Tim dokter juga tidak menemukan efek samping dari obat pengencer, misalnya masalah perdarahan pada pasien Covid-19.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar