Diperkirakan 2 miliar dosis vaksin virus Corona COVID-19 akan tersedia pada akhir tahun. Tiga kelompok rentan akan mendapat prioritas.
Ketiganya adalah:
Pekerja dengan keterpaparan tinggi seperti tenaga medis dan polisi
Kelompok rentan seperti lansia dan pengidap diabetes
Kelompok yang tinggal di lingkungan dengan risiko penularan tinggi.
"Anda harus memulai dengan yang paling rentan dan secara progresif memvaksin lebih banyak orang," kata ilmuwan organisasi kesehatan dunia (WHO), Soumya Swaminathan, dikutip dari Medicalexpress.
Swaminathan memperkirakan saat ini ada lebih dari 200 kandidat vaksin virus Corona yang tengah dikembangkan. Termasuk di antaranya, 10 kandidat yang tengah diuji coba pada manusia.
Ilmuwan juga telah menganalisis 40 ribu sekuens virus Corona. Mutasi virus ini diyakini lebih sedikit dibanding influenza dan belum bermutasi di area yang mengubah tingkat keparahan penyakit maupun respons imunitas.
Tak Bisa Lagi Pura-pura, Orgasme Kini Bisa Divalidasi dengan Alat
Sebuah perusahaan mengembangkan algoritma yang bisa memastikan seseorang benar-benar orgasme atau cuma pura-pura. Algoritma ini dikembangkan untuk menguji produk-produk sextoys.
Dikembangkan oleh Relida Limited, sebuah perusahaan berbasis Cyprus, algoritma ini diklaim bisa memvalidasi 86 persen orgasme pada wanita.
Dalam sebuah slide presentasi yang beredar di media sosial, perusahaan ini membeberkan sejumlah statistik tentang kecenderungan pura-pura orgasme. Selama ini, tidak ada cara yang bisa diandalkan untuk memastikan apakah seseorang benar-benar orgasme.
Algoritma yang dikembangkan berbasis penelitian sebelumnya yang mengungkap perubahan denyut nadi atau heart rate yang terjadi saat orgasme.
"Orgasme bisa diidentifikasi dengan denyut nadi karena ada pola spesifik saat mencapai klimaks," kata perusahaan tersebut, dikutip dari BBC.
Menurut perusahaan tersebut, algoritma ini sebenarnya belum selesai dikembangkan. Namun seorang brand manager di sebuah perusahaan sextoy membocorkannya di Twitter.
Disebut 'Obat Murah', Berapa Sih Harga Dexamethasone di Pasaran?
Dexamethasone kini menjadi perbincangan publik setelah disebut efektif mengurangi angka kematian pasien virus Corona yang kritis. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan rilis soal efektivitasnya dalam uji klinis.
Obat yang biasa digunakan untuk mengurangi peradangan ini memang mudah ditemukan di pasaran dan harganya relatif murah. Meskipun begitu, masyarakat tidak bisa sembarangan mengonsumsinya tanpa resep dari dokter. Sebab, dexamethasone termasuk golongan obat keras yang mempunyai banyak efek samping.
"Meski harganya terjangkau, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini agar tidak terjadi efek samping," kata dr Reisa Broto Asmoro, anggota tim komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Jumat (19/6/2020).
Dari pantauan detikcom pada Jumat (19/6/2020) di beberapa apotek Jakarta harga obat memang tergolong murah dan mudah ditemukan. Berikut ketersediannya di 3 apotek Jakarta beserta daftar harganya:
Cortidex produksi Sanbe Farma, Rp 4.000 satu strip.
Indexon produksi Interbat, Rp 10.000 satu strip.
Dexaharsen produksi Harsen, Rp 3.000 satu strip.
Dexamethasone generik, Rp 250 per tablet.
Kalmethasone produksi Kalbe Farma, Rp 2.000 satu strip.
https://cinemamovie28.com/cast/sunita-mani/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar