Sabtu, 20 Juni 2020

Disebut 'Obat Murah', Berapa Sih Harga Dexamethasone di Pasaran?

 Dexamethasone kini menjadi perbincangan publik setelah disebut efektif mengurangi angka kematian pasien virus Corona yang kritis. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan rilis soal efektivitasnya dalam uji klinis.
Obat yang biasa digunakan untuk mengurangi peradangan ini memang mudah ditemukan di pasaran dan harganya relatif murah. Meskipun begitu, masyarakat tidak bisa sembarangan mengonsumsinya tanpa resep dari dokter. Sebab, dexamethasone termasuk golongan obat keras yang mempunyai banyak efek samping.

"Meski harganya terjangkau, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini agar tidak terjadi efek samping," kata dr Reisa Broto Asmoro, anggota tim komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Jumat (19/6/2020).

Dari pantauan detikcom pada Jumat (19/6/2020) di beberapa apotek Jakarta harga obat memang tergolong murah dan mudah ditemukan. Berikut ketersediannya di 3 apotek Jakarta beserta daftar harganya:

Cortidex produksi Sanbe Farma, Rp 4.000 satu strip.
Indexon produksi Interbat, Rp 10.000 satu strip.
Dexaharsen produksi Harsen, Rp 3.000 satu strip.
Dexamethasone generik, Rp 250 per tablet.
Kalmethasone produksi Kalbe Farma, Rp 2.000 satu strip.

Sudah Operasi Lasik, Bisakah Ibu Hamil Melahirkan Normal?

 Melahirkan normal menjadi keinginan bagi setiap wanita dan calon ibu. Jika tak ada kendala atau risiko tertentu, dokter pun biasanya menyarankan untuk melahirkan dengan normal.
Namun bagi ibu hamil yang memiliki miopia dengan minus tinggi, dokter kandungan biasanya akan menyarankan berkonsultasi dahulu ke spesialis mata. Sebab hal ini bisa menjadi risiko dan disebut bahwa wanita dengan minus tinggi tak bisa melahirkan dengan normal. Bagaimana faktanya?

"Sebenarnya untuk indikasi miopia minus tinggi itu ibu masih dikasih kesempatan untuk persalinan normal. Kondisinya relatif tergantung ibu, dikatakan batas minus 6. Tapi ada juga yang minusnya lebih tinggi tetap bisa melahirkan normal, tergantung dari saran dokter mata," kata spesialis kandungan dan kebidanan dari RS Pondok Indah, dr Eric Kasmara, SpOG dalam webinar, Kamis (18/6/2020).

dr Eric menjelaskan, bagi ibu hamil dengan minus di atas 6 apabila ingin melahirkan normal akan disarankan untuk konsultasi lebih dahulu ke dokter spesialis mata. Dokter mata kemudian akan melihat risiko retina detached atau kerusakan retina. Apabila dikatakan aman, maka bisa dilakukan persalinan normal.

"Kalau lasik sebetulnya sesuatu yang berbeda karena targetnya kornea. Kecembungan kornea dimodifikasi tapi kecembungan bola mata dan lensa tetap ada, minusnya tetap tinggi. Jadi harus konsultasi ke dokter spesialis mata, kalau dikatakan risiko kecil bisa lanjut konsultasi ke dokter kandungan baiknya seperti apa," pungkas dr Eric.

Wajib Tahu! Ini 4 Alasan Celana Dalam Disarankan Cuci Terpisah

 Sepele tetapi kerap terlupakan. Saat mencuci, sering sekali kita malas memisahkan pakaian dalam dengan baju dan pakaian lainnya.
Ternyata ada risiko yang mengintai ketika mencuci bersamaan semua pakaian dengan pakaian dalam. Ini alasan kenapa harus memisahkan pakaian dalaman dengan cucian lainnya, dikutip dari The Times of India.

1. Butuh suhu pencucian berbeda
Penggunaan mesin cuci memang sangat membantu dalam pekerjaan mencuci. Temperatur ideal untuk mencuci pakaian adalah 15 derajat Celcius, tetapi untuk membunuh kuman yang menempel pada baju terutama pakaian dalam dibutuhkan suhu minimum 40 derajat Celcius. Untuk itulah alasan kenapa harus memisahkan cucian pakaian dalam dengan menggunakan air panas untuk membunuh kuman supaya lebih higienis.

2. Menghindari kontaminasi
Anak-anak mudah terkena infeksi daripada orang dewasa dan cara mencuci yang buruk bisa jadi sarana penularan kuman. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Charles Gerba, seorang profesor mikrobiologi di Universitas Arizona, menyimpulkan mencampur dalaman dengan pakaian lain dapat mentransmisikan 100 juta E. coli ke dalam air.

Para ahli riset menyarankan untuk mencuci baju dengan air bertemperatur 60 derajat Celcius jika ada anggota keluarga yang sakit untuk membunuh kuman-kuman.

3. Bisa tercampur dengan kain lap
Kadang beberapa orang mencuci lap dapur dengan pakaian dalam. Jika kita tidak memisahkan celana dalam saat mencuci lap dapur, bakteri Staphylococcus aureus atau E.coli yang kadang ditemukan di pakaian dalam bisa mengkontaminasi ke peralatan dapur yang kita pakai.

Tentu kamu tidak mau kan partikel kotoran dari pakaian dalam kamu akan bercampur dengan makan siang kamu?

4. Pakaian dalam harus dicuci dengan suhu tinggi
Pakar kesehatan menjelaskan pakaian dalam harus dicuci di suhu yang tinggi untuk menghilangkan bakteri yang ada setelah dipakai selama berjam-jam. Kamu harus menggunakan deterjen dengan pemutih jika kamu tidak menggunakan air yang sangat panas untuk membersihkan pakaian dalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar