Sabtu, 20 Juni 2020

Vaksin Corona China Disebut 100 Persen Mampu Picu Antibodi COVID-19

Perusahaan farmasi di China kembali sukses melewati dua tahap pengujian vaksin virus Corona pada manusia. Mereka mengklaim vaksin ini bisa memicu respon imun tubuh hingga 100 persen terhadap virus tersebut.
Vaksin ini dikembangkan oleh perusahaan farmasi China National Biotech Group (CNBG). CNBG memulai pengujian sejak April lalu dan melibatkan relawan sebanyak 1.120 orang yang berusia antara 18 hingga 59 tahun.

Dikutip dari Telegraph, hasilnya vaksin tersebut menginduksi 100 persen antibodi pada tubuh relawan dalam percobaan tersebut.

Rencananya, CNGB akan melakukan uji coba tahap ketiga atau akhir untuk menguji vaksin Corona ini. Tetapi, uji coba terakhir ini akan dilakukan di luar negeri dan dalam skala yang besar untuk membuktikan vaksin bisa memicu munculnya antibodi.

Vaksin menjadi salah satu harapan dunia untuk mengatasi dan mengakhiri pandemi virus Corona yang terjadi sejak akhir 2019 lalu. Sampai saat ini, sudah ada lebih dari 200 vaksin yang sedang dikembangkan untuk melawan virus ini.

Amerika Utara memiliki 49 persen dari kandidat vaksin yang ada, tetapi China terlihat lebih maju dalam perkembanganya. Selain CNBG, di China ada lima vaksin yang sudah memasuki tahapan uji klinis salah satunya adalah perusahaan CanSino yang sudah melalui tahap dua pengujian.

Beberapa vaksin lainnya di beberapa negara, di antaranya Pfizer dan BioNTech di Amerika Serikat dan Oxford University, serta AstraZeneca dari Inggris.

Dirawat 68 Hari Tak Sembuh-sembuh, Pasien COVID-19 di Klaten Diizinkan Mancing

Satu pasien virus Corona COVID-19 di Klaten belum juga sembuh meskipun sudah dirawat 68 hari. Pasien yang dirawat di RSD Bagas Waras itu sempat diizinkan memancing untuk mengembalikan imunitasnya.
"Masih positif terus. Yang terakhir kemarin untuk meningkatkan imunitas kita keluarkan dari ruang isolasi untuk berjemur dan senam bersama serta kita izinkan mancing di dekat lokasi berjemur," ungkap Dirut RSD Bagas Waras Klaten, dr Limawan Budi Wibowo, pada detikcom, Jumat (19/6/2020).

Limawan mengatakan pasien tersebut berasal dari Kecamatan Wonosari. Pasien bersangkutan dirawat sudah selama 68 hari.

"Sudah 68 hari dan kayaknya 8 kali uji swab. Hasilnya masih positif terus," sambung Limawan.

Kasus itu, imbuh Limawan, selain dilaporkan ke provinsi juga dilaporkan ke pemerintah pusat. Sebab untuk pembiayaan ditanggung pemerintah pusat.

"Pembiayaan dari Kemenkes. Soal berapa habisnya tidak perlu dihitung," kata Limawan.

Soal penyebabnya, Limawan menduga kemungkinan karena ada yang berbeda dengan pasien lain. Bisa jadi jenis virusnya.

"Bisa jadi jenis virusnya tapi kita tidak bisa memastikan. Kita terus beri vitamin dan kondisinya stabil," pungkas Limawan.

Juru bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Corona atau COVID-19 Kabupaten Klaten dokter Cahyono Widodo mengatakan pasien yang paling lama dirawat itu berinisial P (62) warga Kecamatan Wonosari.

"Pembiayaan diklaim ke pusat. Kondisinya membaik dan semoga segera sembuh dan kita laporkan ke pusat," ungkap Cahyono pada detikcom.

Senada dengan Gugus, Camat Wonosari, M Nur Rosyid mengatakan warganya tersebut masih dirawat. Sudah lebih dari dua bulan dirawatnya.

"Sudah lebih dari dua bulan dan mungkin pasien terlama. Padahal keluarga juga sudah dirapid dan semua hasilnya negatif," terang Nur Rosyid pada detikcom.
https://cinemamovie28.com/cast/janeshia-adams-ginyard/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar