Sabtu, 20 Juni 2020

China Rilis Tipe Corona di Beijing, Mirip dengan Strain Eropa

China merilis urutan gen virus COVID-19 dari pasar grosir Xinfadi, Beijing. Dari hasil penelusuran epidemiologis, tipe virus Corona di Beijing mirip dengan strain yang ditemukan di Eropa.
Zhang Yong, asisten direktur Institute of Viral Diseases di CDC China, mengatakan hasil penelitian awal menunjukkan bahwa virus tersebut berasal dari Eropa, tetapi tidak sepenuhnya sama dengan strain Eropa.

Informasi yang diterbitkan di situs Pusat Data Mikrobiologi Nasional China pada hari Jumat (19/6/2020) menunjukkan data berasal dari dua pasien yang dikonfirmasi dan satu sampel lingkungan setempat.

"Jumlah besar sampel yang ditemukan di pasar grosir menunjukkan virus telah ada selama beberapa waktu. Jika baru saja tiba di kota mungkin tidak akan begitu banyak kasus positif yang ditemukan, kami memerlukan lebih banyak data sebelum membuat keputusan tentang asal usulnya," kata Zhang dikutip dari CGTN.

Jenis strainnya juga dikirimkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pihaknya menyebut otoritas China sangat cepat dalam upaya mencegah hal tersebut terkendali. Menggarisbawahi pentingnya deteksi cepat, investigasi dan pelacakan kluster.

Vaksin Corona Tersedia Akhir Tahun, Tiga Kelompok Rentan Diprioritaskan

 Diperkirakan 2 miliar dosis vaksin virus Corona COVID-19 akan tersedia pada akhir tahun. Tiga kelompok rentan akan mendapat prioritas.
Ketiganya adalah:

Pekerja dengan keterpaparan tinggi seperti tenaga medis dan polisi
Kelompok rentan seperti lansia dan pengidap diabetes
Kelompok yang tinggal di lingkungan dengan risiko penularan tinggi.
"Anda harus memulai dengan yang paling rentan dan secara progresif memvaksin lebih banyak orang," kata ilmuwan organisasi kesehatan dunia (WHO), Soumya Swaminathan, dikutip dari Medicalexpress.

Swaminathan memperkirakan saat ini ada lebih dari 200 kandidat vaksin virus Corona yang tengah dikembangkan. Termasuk di antaranya, 10 kandidat yang tengah diuji coba pada manusia.

Ilmuwan juga telah menganalisis 40 ribu sekuens virus Corona. Mutasi virus ini diyakini lebih sedikit dibanding influenza dan belum bermutasi di area yang mengubah tingkat keparahan penyakit maupun respons imunitas.

Tak Bisa Lagi Pura-pura, Orgasme Kini Bisa Divalidasi dengan Alat

Sebuah perusahaan mengembangkan algoritma yang bisa memastikan seseorang benar-benar orgasme atau cuma pura-pura. Algoritma ini dikembangkan untuk menguji produk-produk sextoys.
Dikembangkan oleh Relida Limited, sebuah perusahaan berbasis Cyprus, algoritma ini diklaim bisa memvalidasi 86 persen orgasme pada wanita.

Dalam sebuah slide presentasi yang beredar di media sosial, perusahaan ini membeberkan sejumlah statistik tentang kecenderungan pura-pura orgasme. Selama ini, tidak ada cara yang bisa diandalkan untuk memastikan apakah seseorang benar-benar orgasme.

Algoritma yang dikembangkan berbasis penelitian sebelumnya yang mengungkap perubahan denyut nadi atau heart rate yang terjadi saat orgasme.

"Orgasme bisa diidentifikasi dengan denyut nadi karena ada pola spesifik saat mencapai klimaks," kata perusahaan tersebut, dikutip dari BBC.

Menurut perusahaan tersebut, algoritma ini sebenarnya belum selesai dikembangkan. Namun seorang brand manager di sebuah perusahaan sextoy membocorkannya di Twitter.
https://cinemamovie28.com/cast/randy-thom/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar