Sepele tetapi kerap terlupakan. Saat mencuci, sering sekali kita malas memisahkan pakaian dalam dengan baju dan pakaian lainnya.
Ternyata ada risiko yang mengintai ketika mencuci bersamaan semua pakaian dengan pakaian dalam. Ini alasan kenapa harus memisahkan pakaian dalaman dengan cucian lainnya, dikutip dari The Times of India.
1. Butuh suhu pencucian berbeda
Penggunaan mesin cuci memang sangat membantu dalam pekerjaan mencuci. Temperatur ideal untuk mencuci pakaian adalah 15 derajat Celcius, tetapi untuk membunuh kuman yang menempel pada baju terutama pakaian dalam dibutuhkan suhu minimum 40 derajat Celcius. Untuk itulah alasan kenapa harus memisahkan cucian pakaian dalam dengan menggunakan air panas untuk membunuh kuman supaya lebih higienis.
2. Menghindari kontaminasi
Anak-anak mudah terkena infeksi daripada orang dewasa dan cara mencuci yang buruk bisa jadi sarana penularan kuman. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Charles Gerba, seorang profesor mikrobiologi di Universitas Arizona, menyimpulkan mencampur dalaman dengan pakaian lain dapat mentransmisikan 100 juta E. coli ke dalam air.
Para ahli riset menyarankan untuk mencuci baju dengan air bertemperatur 60 derajat Celcius jika ada anggota keluarga yang sakit untuk membunuh kuman-kuman.
3. Bisa tercampur dengan kain lap
Kadang beberapa orang mencuci lap dapur dengan pakaian dalam. Jika kita tidak memisahkan celana dalam saat mencuci lap dapur, bakteri Staphylococcus aureus atau E.coli yang kadang ditemukan di pakaian dalam bisa mengkontaminasi ke peralatan dapur yang kita pakai.
Tentu kamu tidak mau kan partikel kotoran dari pakaian dalam kamu akan bercampur dengan makan siang kamu?
4. Pakaian dalam harus dicuci dengan suhu tinggi
Pakar kesehatan menjelaskan pakaian dalam harus dicuci di suhu yang tinggi untuk menghilangkan bakteri yang ada setelah dipakai selama berjam-jam. Kamu harus menggunakan deterjen dengan pemutih jika kamu tidak menggunakan air yang sangat panas untuk membersihkan pakaian dalam.
Norwegia Bantah Tuduhan Salmon Jadi Penyebab Kasus Corona Baru di Beijing
Pemerintah Norwegia membantah dugaan ikan salmon dari negaranya menjadi penyebab lonjakan kasus Corona baru di Beijing. Mulanya ada dugaan ikan salmon berkaitan dengan gelombang kedua Corona di China.
Dikutip dari laman Channel News Asia, pemerintah China dan Norwegia menyimpulkan bahwa ikan salmon dari Norwegia kemungkinan bukan menjadi sumber virus Corona baru yang ditemukan di pasar makanan Beijing beberapa waktu lalu.
Odd Emil Ingebrigtsen, Menteri Perikanan dan Makanan Laut Norwegia mengatakan bahwa setelah pertemuan antara pejabat China dan Norwegia pada hari Rabu (17/6/2020) lalu, kedua negara tersebut telah menyimpulkan bahwa sumber wabah tidak berasal dari ikan dari negara Nordik.
"Kami dapat menghapus ketidakpastian dan penghentian ekspor ikan salmon ke China," kata Odd dalam konferensi video.
Munculnya COVID-19 di ibu kota China selama enam hari terakhir telah mengubah kehidupan bagi orang banyak, sebagian orang merasa khawatir seluruh kota akan di-lockdown karena jumlah kasus baru meningkat.
China menghentikan impor ikan salmon Eropa setelah mendapat laporan bahwa virus Corona ditemukan pada talenan yang digunakan untuk mengolah ikan di pasar Xinfadi Beijing. China juga membatalkan pesanan pada akhir pekan, meskipun Otoritas Keamanan Makanan Norwegia mengatakan tidak ada bukti ikan yang terinfeksi.
Setelah adanya konfirmasi tersebut, saham peternak ikan salmon Norwegia kembali naik pada hari Rabu (16/6/2020). Pemimpin pasar Mowi naik 3,6 persen dan Salmar naik 2,5 persen.
https://cinemamovie28.com/cast/kenneth-tynan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar