Saat berbuka puasa, dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang ringan di perut, contohnya seperti air putih. Ini dilakukan secara bertahap agar bisa terhindar dari berbagai permasalahan di perut setelah 13 jam berpuasa.
"Nyeri perut adalah salah satu masalah yang paling sering ditemukan di bulan Ramadhan. Itu terjadi karena kebiasaan makan yang berlebihan saat berbuka puasa," kata Dr Magdi Mohamed, dokter spesialis pengobatan darurat di Burjeel, Abu Dhabi.
Mengutip dari The National, dampak yang terjadi bisa bermacam-macam, seperti nyeri perut, muntah, radang lambung, hingga diare. Terlebih lagi jika makanan yang dikonsumsi terdiri dari gorengan dan memiliki cita rasa pedas.
Saat berpuasa, perut berada dalam keadaan 'mode tidur'. Untuk membangunkannya kembali, harus perlahan. Bisa diawali dengan mengkonsumsi segelas air putih dan makan 2-3 buah kurma.
Menurut Dr Ravi Arora, ahli penyakit dalam dan diabetologis di Rumah Sakit Khusus NMC, Abu Dhabi, jika kebiasaan berbuka puasa secara berlebihan terus berlanjut, dampaknya akan semakin besar.
"Bisa membuat kadar asam lambung meningkat, perut terasa tidak nyaman, kembung, dan gastritis. Tak hanya itu, jika yang dikonsumsi itu makanan berkalori dan karbohidrat tinggi, bisa memicu rasa kantuk, lesu, sampai kenaikan berat badan," jelasnya.
Catat, Ini Waktu Olahraga yang Disarankan Dokter Saat Puasa
Meskipun memasuki bulan Ramadhan, tak ada alasan bagi seseorang untuk tidak berolahraga. Banyak pakar kesehatan yang tetap menganjurkan melakukan olahraga ketika puasa untuk menjaga tubuh agar tetap bugar, terlebih di masa pandemi virus Corona COVID-19.
Praktisi kesehatan olahraga dari Slim and Health Sports Therapy, dr Michael Triangto, SpKO, mengatakan idealnya olahraga saat puasa dapat dilakukan setelah sahur dan sebelum berbuka. Namun ia lebih menganjurkan berolahraga sore hari menjelang waktu berbuka.
"Lebih saya anjurkan adalah menjelang waktu berbuka, di mana pada waktu menjelang berbuka kita lakukan dengan intensitas yang tidak terlalu berat, ringan, sampai sedang," kata dr michael di webinar online, Kamis (7/5/2020).
"Di situ kita akan mampu berlatih dan bilamana menjadi haus itu waktu untuk membatalkannya tidak terlalu lama. Kalau kita menjadi lapar waktu berbuka puasa juga sudah dekat," lanjutnya.
dr Michael kemudian menjelaskan, olahraga yang dilakukan setelah sahur dapat mengganggu puasa seseorang karena dapat membuat tubuh terasa lemas dan lelah. Ia juga tidak menyarankan berolahraga malam hari karena dapat mengganggu kualitas tidur dan dapat berdampak pada sahur seseorang.
"Karena dengan berpuasa kita akan cenderung akan mudah mengalami dehidrasi dan setiap kita berolahraga akan meningkatkan metabolisme tubuh. Ini yang dikenal dari sisi kedokteran sebagai EPOC (Excess of Post Exercise Oxygen Consumption) bilamana kita selesai berolahraga, badan kita masih terasa hangat," kata dr Michael.
"Bila ini terjadi pada malam hari, diperberat dengan kondisi dehidrasi tadi yang belum teratasi dengan baik, maka kita akan mengalami kesulitan tidur. Kita khawatirkan sahurnya nanti terlambat,"pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar