Jumat, 08 Mei 2020

Catat, Ini Waktu Olahraga yang Disarankan Dokter Saat Puasa

Meskipun memasuki bulan Ramadhan, tak ada alasan bagi seseorang untuk tidak berolahraga. Banyak pakar kesehatan yang tetap menganjurkan melakukan olahraga ketika puasa untuk menjaga tubuh agar tetap bugar, terlebih di masa pandemi virus Corona COVID-19.
Praktisi kesehatan olahraga dari Slim and Health Sports Therapy, dr Michael Triangto, SpKO, mengatakan idealnya olahraga saat puasa dapat dilakukan setelah sahur dan sebelum berbuka. Namun ia lebih menganjurkan berolahraga sore hari menjelang waktu berbuka.

"Lebih saya anjurkan adalah menjelang waktu berbuka, di mana pada waktu menjelang berbuka kita lakukan dengan intensitas yang tidak terlalu berat, ringan, sampai sedang," kata dr michael di webinar online, Kamis (7/5/2020).

"Di situ kita akan mampu berlatih dan bilamana menjadi haus itu waktu untuk membatalkannya tidak terlalu lama. Kalau kita menjadi lapar waktu berbuka puasa juga sudah dekat," lanjutnya.

dr Michael kemudian menjelaskan, olahraga yang dilakukan setelah sahur dapat mengganggu puasa seseorang karena dapat membuat tubuh terasa lemas dan lelah. Ia juga tidak menyarankan berolahraga malam hari karena dapat mengganggu kualitas tidur dan dapat berdampak pada sahur seseorang.

"Karena dengan berpuasa kita akan cenderung akan mudah mengalami dehidrasi dan setiap kita berolahraga akan meningkatkan metabolisme tubuh. Ini yang dikenal dari sisi kedokteran sebagai EPOC (Excess of Post Exercise Oxygen Consumption) bilamana kita selesai berolahraga, badan kita masih terasa hangat," kata dr Michael.

"Bila ini terjadi pada malam hari, diperberat dengan kondisi dehidrasi tadi yang belum teratasi dengan baik, maka kita akan mengalami kesulitan tidur. Kita khawatirkan sahurnya nanti terlambat,"pungkasnya.

Sebaran Pasien Virus Corona di Indonesia, 2.381 Sembuh 930 Meninggal

Pemerintah mengumumkan jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia pada Kamis (7/5/2020) telah mencapai 12.776 kasus. Sebanyak 2.381 pasien dinyatakan sembuh, 930 pasien meninggal.
"Dari konfirmasi kasus positif yang kita rawat ada 64 yang sudah sembuh, sehingga totalnya menjadi 2.381 orang. Ada 35 yang meninggal dari kasus konfirmasi positif, sehingga totalnya menjadi 930 orang ," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Kamis(7/5/2020).

Berikut sebaran pasien yang sembuh dan meninggal hingga saat ini.

SEMBUH
Aceh 7
Bali 183
Banten 122
Bangka Belitung 4
Bengkulu 1
DI Yogyakarta 57
DKI Jakarta 745
Jambi 1
Jawa Barat 182
Jawa Tengah 145
Jawa Timur 206
Kalimantan Barat 11
Kalimantan Timur 13
Kalimantan Tengah 15
Kalimantan Selatan 24
Kalimantan Utara 6
Kepulauan Riau 63
Nusa Tenggara Barat 57
Sumatera Selatan 47
Sumatera Barat 41
Sumatera Utara 48
Sulawesi Utara 17
Sulawesi Tenggara 15
Sulawesi Barat 5
Sulawesi Selatan 238
Sulawesi Tengah 12
Lampung 18
Riau 28
Maluku Utara 5
Maluku 12
Papua 48
Nusa Tenggara Timur 1
Gorontalo 4

MENINGGAL
Aceh 1
Bali 4
Banten 56
Bangka Belitung 1
Bengkulu 1
DI Yogyakarta 7
DKI Jakarta 423
Jawa Barat 90
Jawa Tengah 64
Jawa Timur 133
Kalimantan Barat 3
Kalimantan Timur 2
Kalimantan Tengah 7
Kalimantan Selatan 9
Kalimantan Utara 1
Kepulauan Riau 10
Nusa Tenggara Barat 5
Sumatera Selatan 6
Sumatera Barat 16
Sumatera Utara 16
Sulawesi Utara 4
Sulawesi Tenggara 2
Sulawesi Selatan 45
Sulawesi Tengah 3
Sulawesi Barat 2
Lampung 5
Riau 6
Papua 6
Papua Barat 1
Gorontalo 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar