Senin, 11 Mei 2020

Ilmuwan Temukan Hewan Pertama yang Bisa Hidup Tanpa Oksigen!

 Awal tahun ini, ilmuwan menemukan parasit yang tidak punya genom mitokondria. Itu artinya, hewan ini adalah organisme multisel pertama yang tidak butuh oksigen untuk bernapas.

Padahal, setiap sel dalam tubuh manusia, kecuali sel darah merah, memiliki jumlah besar mitokondria, dan ini penting untuk proses pernapasan.

Dikutip dari Science Alert, tim peneliti yang dipimpin oleh Dayana Yahalomi dari Tel Aviv University di Israel memutuskan untuk melihat lagi parasit salmon biasa yang disebut Henneguya salminicola.

"Mereka telah kehilangan jaringan mereka, sel-sel saraf mereka, otot-otot mereka, semuanya. Dan sekarang kita mendapati mereka kehilangan kemampuan bernapas," kata co-author studi Dorothée Huchon, seorang ahli biologi evolusi di Tel Aviv University, kepada Live Science.

Hasil studi ini pada akhirnya menunjukkan kemungkinan mahluk ini merupakan organisme multisel yang tidak membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup. Bagaimana tepatnya itu bisa terjadi masih merupakan suatu misteri.

"Penemuan kami menegaskan bahwa adaptasi ke lingkungan anaerob tidak hanya berlaku untuk eukariota bersel tunggal, tetapi juga berevolusi pada hewan multiseluler, parasit," tulis para peneliti dalam makalah mereka, yang diterbitkan pada Februari 2020.

"Karena itu, H. salminicola memberikan kesempatan untuk memahami transisi evolusi dari aerob ke metabolisme anaerob eksklusif," sambung peneliti. Temuan ini telah dipublikasi di Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America (PNAS) yang layak ditinjau bersama-sama.

Temuan ini menyadarkan para peneliti bahwa cara kerja yang ada di Bumi memiliki kemungkinan berbeda atau bahkan mengalami perubahan. Tak hanya itu, studi ini memberikan implikasi untuk pencarian mahluk luar Bumi atau yang sering disebut alien. Wah, penelitian lebih lanjut soal ini bakal lebih menarik nih kayaknya, detikers.

Bhinneka.com Minta Pengguna Ganti Password Usai Kabar Data Bocor

 Bhinneka.com sedang investigasi kabar penjualan data pengguna mereka di dark web. Sebagai pencegahan mereka meminta pengguna mengganti password.

"Kami mengimbau pelanggan untuk segera melakukan penggantian password sebagai langkah pencegahan," kata Group Head Brand Communication & PR (BCPR) Bhinneka.com, Astrid Warsito kepada detikINET, Minggu (10/5/2020).

Bhinneka.com menyarankan penggunanya melakukan hal sebagai berikut:

1. Mengganti password secara berkala dan ini saat yang tepat untuk mengganti yang baru.
2. Tidak menggunakan password yang sama untuk berbagai layanan
3. Menggunakan email yang berbeda untuk aktivitas transaksi online
4. Segera menggunakan strong password, minimum delapan karakter, kombinasi huruf besar dan kecil, kombinasi angka, jangan gunakan identitas atau informasi terkait dengan diri dan kombinasi simbol.

"Kami informasikan juga bahwa password pelanggan di database selalu dienkripsi. Kami tidak menyimpan data kartu kredit ataupun debit," kata Astrid.

Menurut dia semua data pembayaran langsung terkoneksi dengan payment gateway. Selain itu tidak ada uang elektronik atau digital goods lainnya yang datanya tersimpan di sistem.

"Dengan melakukan langkah pencegahan di atas, artinya tiap pelanggan turut membantu kami untuk menjaga keamanan akun pengguna," kata Astrid.

Sebelumnya, Zdnet memberitakan grup hacker ShinyHunters mengklaim membobol 10 perusahaan berbagai negara dan menjual data pengguna mereka di dark web. Total ada 73,2 juta data pengguna yang dijual USD 18.000. Dari data itu termasuk 1,2 juta pengguna e-commerce Bhinneka.com.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar