Rabu, 06 Mei 2020

Arti 'Code Blue Asthma' yang Sempat Viral Saat Didi Kempot Meninggal

 Code blue asthma sempat ramai disebut saat Didi Kempot meninggal pagi ini. Belakangan, terungkap 'Lord' Didi meninggal karena henti jantung. Apa itu kondisi code blue asthma?
Dijelaskan ahli paru dr Frans Abednego Barus, SpP, dari OMNI Hospital Pulomas kondisi yang disebut dengan code blue asthma menunjukkan seseorang tengah mengalami hal yang darurat. Hal tersebut disebabkan karena henti napas.

"Code blue artinya peristiwa terjadinya henti napas dan jantung yang berarti ada kejadian gawat darurat. Code blue bisa pada pasien baru masuk, bisa pada pasien yang dirawat," kata dr Frans pada detikcom.

"Penyebabnya sering henti jantung atau serangan jantung yang menyebabkan henti napas," lanjutnya.

Sebelumnya penyanyi campursari Didi Prasetyo ini meninggal dunia pada Selasa (5/5/2020). Hal ini dikonfirmasi oleh Asisten Manajer Humas Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu, Divan Fernandez, di Solo.

Divan menjelaskan Didi masuk ke rumah sakit pada pukul 07.25 WIB sudah dalam kondisi sudah tidak sadar dan dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD). Petugas langsung berupaya memberikan tindakan medis namun sayang nyawanya tidak tertolong.

"Tiba di IGD pagi ini pukul 07.25, kondisi tidak sadar, henti jantung, henti napas. Dilakukan tindakan resusitasi, namun pasien tidak tertolong," kata Divan pada detikcom Selasa (5/5/2020).

Terjadi di Indonesia, Orang-orang Ini Dua Kali Positif Corona

 Ajudan Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah (Ijeck), Ori Kurniawan, kembali positif virus Corona usai dinyatakan sembuh beberapa waktu lalu. Gugus Tugas COVID-19 Sumut menduga ini merupakan pertama kali terjadi di Indonesia.
"Sepengetahuan saya pribadi, saya baru dengar ini (positif kembali usai sembuh di Indonesia)," ujar Jubir Gugus Tugas COVID-19 Sumut, Mayor Kes Whiko Irwan, Selasa (5/5/2020).

Faktanya, Jubir Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti sempat membeberkan, kasus dua warga yang dinyatakan positif Corona yakni wanita (37) asal Kecamatan Srengat dan wanita (69) asal Kecamatan Selopuro. Dari kasus dua warga Kabupaten Blitar ini disebutnya ada yang mengalami reaktivasi.

"Yang Srengat, ini dulunya PDP dari klaster pelatihan petugas haji dan dinyatakan sembuh pada 1 April. Hasil swab kedua negatif, keluar rumah sakit kemudian isolasi mandiri. Tapi yang bersangkutan mengalami gejala klinis lagi, dites rapid positif (reaktif). Lalu di tes swab tanggal 15 April dan hari ini hasilnya keluar terkonfirmasi positif," jelas Krisna di grup percakapan jurnalis COVID-19 Blitar, Selasa (28/4/2020).

Kondisi sembuh usai dilaporkan positif bisa terjadi karena reinfeksi atau reaktivasi. Perbedaan keduanya sempat dijelaskan Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME), Prof Amin Soebandrio, beberapa waktu lalu.

"Reaktivasi itu berarti virus masih ada di dalam tubuh. Jadi di tenggorokan sudah tidak ada dan tidak terdeteksi, tapi mungkin virusnya masih ada di organ lain," kata Prof Amin.

Sementara reinfeksi dikatakan seseorang yang kembali terpapar Corona. Hal ini bisa terjadi meski telah melakukan karantina mandiri selama dua minggu setelah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

"Kalau sistem kekebalan yang dimiliki tidak terlalu baik, maka mungkin saja dia terpapar lagi dan bisa sakit lagi," jelas Prof Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar