Minggu, 09 Februari 2020

Menpar Kawal Langsung Peresmian The Kaldera-Toba Nomadic Escape

Pemerintah pusat menaruh perhatian besar pada Destinasi Super Prioritas Danau Toba. Hal ini tercermin dari rencana peresmian destinasi kelas dunia di Danau Toba, The Kaldera-Toba Nomadic Escape. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku, akan mengawal langsung peresmian The Kaldera pada 4 April mendatang.

Pembangunan The Kaldera-Toba Nomadic Escape dilakukan Kementerian Pariwisata melalui Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT). Lokasinya di Lahan Zona Otorita Pariwisata Danau Toba, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Kepala BPODT Arie Prasetyo mengaku sangat senang dengan rencana hadirnya Menteri Pariwisata dalam peresmian The Kaldera.

"Jelas kita bangga. Karena apa yang kita lakukan mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat. Pembangunan yang kita lakukan hingga peresmian The Kaldera, semua dipersiapkan dengan sangat maksimal. Apalagi, The Kaldera yang mengusung tagline Toba Nomadic Escape akan berkualitas dunia," tutur Arie Prasetyo, dalam keterangannya, Selasa (1/4/2019).

Rencananya, Menteri Pariwisata Arief Yahya akan bertolak dari Jakarta, Kamis (4/4/2019) pagi. Ia dijadwalkan tiba di kawasan Helipad The Kaldera sekitar pukul 10.15 WIB.

"Dari kawasan Helipad, Menpar akan berjalan kaki ke Kaldera Plaza. Setelah itu, keduanya akan meninjau berbagai fasilitas yang sudah dibangun BPODT di The Kaldera," terang Arie.

Rute yang akan dilalui rombongan diawali dari Plaza Kaldera. Kemudian, rombongan bergerak ke Kaldera Amphitheater. Lalu, bergerak ke Bell Tent Area, Bubble Tent Area, dan kembali lagi ke Kaldera Plaza.

Ada dua prasasti yang akan ditandatangani saat peresmian. Pertama, penandatanganan prasasti peresmian Amenitas Nomadic Tourism The Kaldera. Prasasti kedua adalah peresmian Kawasan Pariwisata Terpadu di Danau Toba, Toba Caldera Resort.

Sedangkan Ketua Tim Percepatan Nomadic Tourism Kementerian Pariwisata Waizly Darwin mengatakan, The Kaldera-Toba Nomadic Escape, bisa memenuhi semua kebutuhan wisatawan pengembara. Alias nomadic tourism.

"Semua kebutuhan nomadic tourism ada di The Kaldera. Ada lokasi untuk para wisatawan mendirikan tenda. Tetapi ada juga amenitas berupa tenda premium. The Kaldera akan sangat ramah dan bersahabat buat para pengembara. Dan mereka bisa menikmati alam sekitar Danau Toba yang masih alamiah dan segar," tutur Waizly.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, kehadiran The Kaldera di kawasan Destinasi Super Prioritas Danau Toba sangat luar biasa.

"Konsep nomadic tourism adalah solusi sementara sebagai solusi selamanya. Konsep ini sangat dibutuhkan di banyak destinasi di Indonesia. Karena, memenuhi kebutuhan amenitas atau tempat menginap bagi wisatawan. Biayanya tidak mahal, tapi impact yang dihasilkan sangat luar biasa. Nilai ekonominya cukup tinggi. Dan bisa menjadi solusi buat destinasi yang sangat minim amenitas," paparnya.

Kemenpar Gelar 49 Kegiatan Percepat Pemulihan Anyer Pasca Tsunami

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan menggelar 49 kegiatan di Banten untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata di wilayah Selat Sunda dan sekitarnya pasca tsunami beberapa waktu lalu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan, semua kegiatan yang akan dilaksanakan ini terkait dengan tiga strategi pemulihan sektor pariwisata Selat Sunda yang meliputi pemulihan sumber daya manusia (SDM), pemulihan pemasaran, dan pemulihan destinasi terdampak.

"Pemulihan pariwisata pasca-tsunami Selat Sunda targetnya 6 bulan. Jadi, diharapkan hingga 22 Juni 2019 dengan 49 kegiatan pemulihan harus sudah selesai dilakukan di Banten," ujar Arief dalam keterangannya, Selasa (2/4/2019).

Adapun 49 kegiatan yang direncanakan tersebut terdiri dari pemulihan destinasi terdampak sebanyak 16 kegiatan, pemulihan pemasaran dan promosi sebanyak 19 kegiatan, serta SDM dan kelembagaan sebanyak 14 kegiatan. Dari 49 kegiatan, sampai dengan 30 Maret 2019, telah dilaksanakan 16 kegiatan (32,65%).

"Untuk dukungan kegiatan pemulihan, silakan Dinas Pariwisata daerah segera mengkoordinasikan dengan Kementerian Pariwisata," kata Arief.

Pemulihan dampak pasca-tsunami Selat Sunda menjadi prioritas tersendiri bagi Kemenpar. Selain membentuk tim Selat Sunda Aman, Kemenpar juga menggelontorkan anggaran sekitar Rp 15 miliar untuk program pemulihan sektor pariwisata di Banten dan Lampung. Arief bahkan turun tangan memantau langsung perkembangan daerah yang terdampak bencana pasca-tsunami Selat Sunda tiap bulan, semenjak kejadiannya pada 22 Desember 2018.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar