Rabu, 05 Februari 2020

Ikut Pemilu Saat di Luar Negeri, Begini Suasana di Melbourne

 Ikut pemilu 2019 saat traveling di luar negeri, kenapa tidak? KJRI Melbourne hari ini ramai dengan orang yang mau mencoblos.

WNI di luar negeri, baik bekerja, kuliah, atau traveling, bisa ikut mencoblos di KBRI atau KJRI yang menggelar Pemilu dan Pilpres 2019 hari ini. Ada 65 kota dunia yang menggelar Pemilu 2019 termasuk di Melbourne, Australia.

detikcom menghubungi Nadya (22) WNI yang sudah menetap sejak 2017 lalu di Melbourne, Australia untuk melakukan studi. Menurutnya, antrean sudah ada sejak pagi tadi waktu Melbourne.

"Tadi mulai antre pukul 09.00 pagi (waktu setempat). Datang antre ambil nomor, dibagi-bagi lagi buat nyoblosnya," ujarnya saat dihubungi Sabtu (13/9/2019).

Nadya mengatakan, bahwa WNI yang berada di Melbourne harus mendaftar ke laman yang dirujuk oleh KPU. Kemudian, akan terbagi menjadi beberapa jenis pemilih.

"Daftarnya di website PPLN Melbourne. Nanti kebagi 3, ada DPT, DPT-B dan DPK. Saya dapatnya yang DPK. Jamnya beda-beda," kata Nadya.

Saat dihubungi, Nadya mengaku sudah mengantre di KJRI Melbourne selama 1,15 jam. Karena mendapat jenis DPK, ia mendapat giliran untuk melakukan pemungutan suara pukul 18.00 waktu Melbourne.

"Tadi ditanya, dapat jenis apa. Kalau DPT bisa langsung nyoblos. Nanti yang DPK jam 18.00-19.00 kebagiannya," ujarnya.

Ia juga mengatakan, bahwa kondisi di KJRI Melbourne terpantau ramai. Sejumlah WNI sudah memadati KJRI sejak pagi hari untuk mengambil nomor antrean. Kalau traveler sedang ada di Melbourne, coba datang ke KJRI ya.

"Ramai banget di sini, ada belasan ribu kayaknya dari pagi," tambahnya.

Seperti yang diketahui, sejumlah pihak kedutaan RI di 65 kota dunia melaksanakan pemungutan suara Pemilu 2019 hari ini. Sejumlah wilayah di luar negeri selain Australia yakni Toronto di Kanada, London di Inggris, Bucharest di Romania, Chicago di AS dan beberapa wilayah di berbagai negara lainnya.

Bukit Penuh Bunga Instagenic di Jepang: Hitachi Seaside Park

Jepang terkenal dengan indahnya bunga Sakura. Tetapi, ternyata ada taman dengan aneka bunga cantik lho. Yakin nggak mau ke sana?
Musim semi di Jepang identik dengan bunga sakura. Namun, siapa yang sangka bahwa saat musim semi tiba, tidak hanya bunga sakura saja yang mekar dan menjadi incaran banyak wisatawan?

Masa mekar bunga sakura hanya berlangsung selama seminggu. Apa jadinya kalau datang saat masa mekar bunga sakura sudah lewat? Tidak perlu khawatir, karena masih banyak bunga-bunga lain yang tidak kalah cantik, lho. Coba saja datang ke Hitachi Seaside Park pada akhir April. Tidak hanya sakura saja, tapi ada banyak bunga-bunga lain yang sayang untuk dilewatkan.

Primadona di Hitachi Seaside Park saat musim semi bukanlah bunga sakura, melainkan nemophilia. Di Hitachi Seaside Park, ada ribuan bunga nemophilia yang terhampar di seluruh bukit yang lokasinya berada di pinggir pantai. Seluruh bukit seolah-olah berubah menjadi berwarna biru saat musim semi. Jika sudah sampai di puncak bukit, maka akan tampak pemandangan Samudera Pasifik membentang. Sungguh indah!

Ribuan bunga nemophilia tersebut memang sengaja ditanam menjelang musim semi tiba. Masa hidupnya biasanya hanya bertahan sampai pertengahan Bulan Mei saja. Maka dari itu banyak wisatawan berbondong-bondong datang saat bunga nemophilia sedang mekar sempurna. Informasi kapan tepatnya bunga ini sudah mulai mekar dan layu bisa dicek di websitenya. Pengelolanya selalu memberikan informasi terkini mengenai kondisi bunga-bunga yang ada di sana melalui website tersebut.

Selain nemophilia, kita juga bisa melihat bunga tulip dan rape blossom di waktu yang bersamaan. Kebun bunga tulip yang ada di Hitachi Seaside Park sepintas mirip sekali dengan Keukenhof yang ada di Belanda. Sama-sama cantik! Ada kincir angin buatan juga sebagai hiasan yang membuat kebun ini semakin mirip dengan Keukenhof. Jadi tak perlu jauh-jauh ke Belanda, di Jepang juga sudah lengkap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar