Saat bercinta, setiap wanita memiliki harapan tersendiri tentang berapa lama waktu yang mereka inginkan ketika berhubungan seks dengan pasangan.
Sebuah studi yang dilakukan oleh perusahaan asal Australia menunjukkan rata-rata durasi seks ideal yang diinginkan oleh wanita berusia 45-54 tahun adalah 16,7 menit. Sedangkan pada rentang usia 36-44 tahun yaitu 16,12 menit.
Bahkan sebanyak 78,3 persen wanita pada studi tersebut mengatakan bahwa mereka sangat peduli terhadap lamanya durasi saat bercinta.
Namun tak perlu khawatir, karena masalah durasi saat bercinta bisa diatasi dengan baik. Berikut ini adalah tips dari seorang dokter umum bernama Dr Clare Morrison, agar kamu bisa bertahan lebih lama di atas ranjang saat bercinta, seperti dikutip dari Daily Star.
1. Teknik mulai-berhenti
Ketika kamu merasa akan ejakulasi, Clare menyarankan untuk berhenti sesaat. Tak perlu terlalu lama, biarkan berhenti selama 30-60 detik hingga kamu merasa sudah bisa memegang kendali dan memutuskan untuk melanjutkan stimulasi.
2. Pakai kondom yang tebal
Meski dapat mengurangi sensasi nikmat saat bercinta, menggunakan kondom yang tebal terbukti bisa menurunkan sensitivitas pada penis. Ini berfungsi untuk membuatmu bisa bertahan lama saat bercinta.
3. Atur ritme pernapasan
Saat hendak ejakulasi, Clare menyarankan untuk mengatur napas yang dalam sehingga dapat menunda orgasme dan memperlambat rangsangan. Mengatur napas juga bisa membuatmu lebih tenang dan tidak tergesah-gesah, sehingga permainan pun dapat kamu kendalikan.
Ahli Sarankan Mencuci Buah dan Sayur yang Dibeli dari Supermarket
Salah satu langkah terbaik untuk mengurangi penyebaran virus Corona COVID-19 adalah dengan physical distancing atau sebisa mungkin tetap di rumah. Namun, ada beberapa keadaan mendesak yang membuat seseorang perlu ke luar rumah.
Misalnya ketika harus membeli kebutuhan pokok yang sudah habis sehingga ke luar rumah tidak bisa ditunda. Nah, hal yang paling penting yang diperhatikan ketika berbelanja di supermarket adalah menjaga kebersihan diri terutama tangan.
Selain itu, menurut dr Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, spesialis penyakit dalam, sepulang dari supermarket sebaiknya dicuci dahulu bahan makanan seperti sayur dicuci dengan sabun khusus. Sebab ada kekhawatiran buah dan sayur tersebut sudah disentuh oleh orang lain.
"Sebaiknya demikian. Sayur dan buah dicuci dengan sabun khusus cuci sayur buah," kata dr Dirga saat dihubungi detikcom Senin (13/4/2010).
Sepulang berbelanja dari supermarket, dr Dirga menyarankan juga untuk cuci tangan menggunakan sabun setelah memegang benda yang dibeli dari supermarket.
"Dan yang terpenting, kita cuci tangan dengan air dan sabun setelah memegang benda apapun yang kita beli dari supermarket," tambahnya.
Tak Hanya Demam dan Batuk, Ini 5 Gejala Lain Saat Terinfeksi Virus Corona
Pandemi Corona kini sudah memasuki bulan ke-4 sejak muncul pada akhir Desember 2019 lalu. Berbagai penelitian pun dilakukan untuk menguak segala hal yang berkaitan dengan virus Corona COVID-19 ini.
Mulai dari faktor risiko, gejala yang muncul, obat, vaksin, dan hal lain yang ada kaitannya antara manusia dengan COVID-19 ini. Seperti yang diketahui sebelumnya, ada berbagai gejala yang bisa menunjukkan seseorang terinfeksi virus tersebut, mulai dari demam, batuk, sesak napas, kehilangan kemampuan penciuman dan perasa, hingga gangguan saraf.
Tapi, ada pun gejala baru lain yang ternyata juga mengarah pada COVID-19. Berikut detikcom rangkum gejala baru yang tidak biasa dari berbagai sumber.
1. Nyeri pada testis
Seorang pria dinyatakan positif COVID-19, tapi tidak mengalami gejala umum seperti batuk dan sesak napas. Namun, ia merasakan nyeri di bagian testisnya.
Setelah pemeriksaan X-ray dokter mengatakan testisnya dalam keadaan normal. Saat melakukan CT Scan, dokter menyatakan bahwa dirinya mengalami pneumonia hingga akhirnya dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.
Dikutip dari Daily Mail, para dokter di Harvard Medical School tidak mengatakan bahwa nyeri testis adalah salah satu gejala virus Corona, tetapi mengingatkan adanya gejala 'atipikal' dari COVID-19.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar