Nah, begitu saya dan teman-teman sampai di pintu masuk Taman Ujung, mabuk saya terobati berkat kesejukan udara begitu turun dari mobil. Apalagi view di balik pintu masuknya yang bisa ditilik sedikit dari depan.
Masya Allah, begitu ucap saya dalam hati sambil membersihkan diri karena mabuk darat tersebut. Syukurlah kakak-kakak yang satu mobil sama saya juga ikut membantu memijati leher saya ketika mabuk, dan menghibur diri saya selama perjalanan untuk melupakan sugesti 'mabuk' sambil bercerita banyak hal. Mengingat waktu bercengkrama secara nyata kita hanya sekitar 3 hari, sisanya dilanjut di percakapan dunia maya.
Begitu menyusuri jalanan setapak dari pintu masuk menuju 'Welcoming Istana Air', saya dibuat takjub dengan pemandangan hijau di sekililing Taman Ujung ini. Bener-bener rasa cakep dan lemes sirna seketika melihat yang hijau-hijau mengikat mata. Dari rumputnya, dedaunan, pepohonan, yang berada di Taman Ujung tersebut.
Taman Ujung Amlapura Karangasem Bali
Taman Ujung ini memiliki nama lain sebagai Taman Sukasada yang terletak di Bandar Ujung, desa Tumbu, kecamatan Karangasem, Bali. Secara lokasi, taman ini terletak sekitar 5 Km di sebelah tenggara kota Amlapura. Pada saat masa Hindia Belanja, taman ini dijuluki dengan waterpaleis seperti tulisan setelah pintu masuk di Taman Ujung yang memiliki arti sebagai Istana Air.
Yang menjadi sorotan saya ketika sampai di balai tempat berkumpulnya seluruh peserta kegiatan sosial sore hari nan mendung saat itu adalah, di sekeliling balai tersebut berdiri bangunan yang memiliki desain arsitektur Bali bercampur negara barat yang terciptalah beberapa bangunan yang memang khas Bali dengan gaya Eropa, serta percampuran antara budaya timur dan barat. Jadi nggak heran kalau saya cukup antusias dan takjub dengan arsitektur bangunan di Taman Ujung ini, termasuk jembatannya yang cukup vintagei, dan cocok untuk mengabadikan foto di sana.
Lebih dari itu, sesuai pengalaman pribadi, saya hanya menikmati jalan-jalan di rerumputan hijau di taman, menaiki tangga yang di atasnya ada tebing dengan desain yang Eropa banget deh. Sehingga saat berada di lokasi tebing itu, saya bisa melihat di ujung sana terdapat lautan luas yang dengan congkaknya menampakkan keanggunannya, apalagi di sekitar lautan tersebut saya juga melihat pemandangan hijau dari sekitar taman ini. Pokoknya nggak henti-hentinya mengucap syukur deh.
Tapi sayangnya, saya belum bisa meng-eksplore seluruh wahana yang ada di Taman Ujung Amlapura. Mengingat hari menjelang Maghrib, saya bersama kakak-kakak yang semobil tadi harus segera balik ke Bali kota dan meninggalkan Karangasem.
Padahal, jika saya tidak mengalami mabuk darat, tentu saya lebih enjoy melihat beberapa spot yang ada di sana, tapi sayangnya malah sebaliknya. Karena, satu tahun setelah saya datang ke Taman Ujung, kakak saya ke sana dan memerkan beberapa spot yang belum saya jamah.
Di antara hal-hal yang bisa saya lakukan berdasarkan pengalaman kakak saya di antaranya seperti melihat aneka lukisan bersejarah di museum yang ada di Taman Ujung, serta menaiki boat dan menyusuri danau. Selain itu ya, berkeliling menaiki anak tangga menuju tebing yang bisa membuat saya bisa melihat seluruh wilayah Taman Ujung dari atas tebing.
Rasanya ingin balik ke Taman Ujung Amlapura Karangasem, Bali, lagi. Namun, perlu siapin power bank full sama sedia kartu memori yang masih penuh. Karena banyak spot yang harus di abadikan, baik untuk swafoto atau memotret pemandangan Taman Ujung dalam bingkai foto. Yah, semoga saja saya bisa kembali ke DreamDestination ke Taman Ujung Amlapura Karangasem dengan pasangan halal saya sekaligus menikmati keindahan dan kesejukan pemandangan, udara, dan keramahan orang-orangnya di sana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar