Bali tak hanya pantai. Ada Taman Ujung Amlapura Karangasem yang juga disebut Istana Air.
Saya tidak pernah membayangkan bisa sampai di tempat yang menawarkan panorama keindahan alam di tempat wisata yang berada di kawasan Karangasem, Bali. Namun, karena sebuah kegiatan sosial yang saya ikuti, membawa saya pada Taman Ujung Amlapura Karangasem, Bali.
Siang hari itu, setelah packing semua barang pribadi, karena begitu acara terakhir di Taman Ujung, seluruh anggota kelompok yang saya menjadi bagiannya harus berpisah dan kembali ke tempat masing-masing. Sehingga menjadi farewell party sekaligus ajang untuk mengakrabkan diri dengan para anggota lainnya.
Perjalanan saya bermula dari Desa Tianyar Barat tempat kelompok kami mendapatkan bagian kegiatannya di salah satu SD yang ada di sana. Setelah acara usai, saya dan teman-teman bertolak ke wilayah Bali bagian timur yang tak lain adalah wisata Taman Ujung Amlapura Karangasem. Namun nih, ketika mengingat perjalanan menuju ke wisata tersebut, penuh perjuangan, dan juga drama.
Mabuk Darat
Sepanjang perjalanan yang mana dataran tinggi nih ya, tentu setiap mobil berkelok-kelok yang dikendarai Kak Revy membuat kampung tengah atau perut saya bergejolak super. Terus lagi nih, saya memiliki riwayat mabuk darat. Padahal perjalanan dari Jember ke Bali saya tidak mengalami mabuk perjalanan sama sekali loh.
Tapi herannya, kenapa saat menuju Taman Ujung harus dilalui dengan mabuk darat sepanjang jalan. Di situlah saya mengutuk diri sendiri, hikss... Harusnya perjalanannya jadi happy. Malah membuat mood buruk.
Dan saya baru tahu kesalahan yang saya buat kenapa saat perjalanan ke Taman Ujung mengalami mabuk darat? Karena saya tidak minum obat mabuk yang juga saya konsumsi saat berangkat ke Bali. Sebab, dulu pertama kali ke Bali, pergi dan pulangnya mabuk perjalanan. Sedangkan saat ke Bali untuk kedua kalinya, yang membawa saya ke Taman Ujung, saya tidak mengalami mabuk darat selama pergi dan pulangnya.
Nah, begitu saya dan teman-teman sampai di pintu masuk Taman Ujung, mabuk saya terobati berkat kesejukan udara begitu turun dari mobil. Apalagi view di balik pintu masuknya yang bisa ditilik sedikit dari depan.
Masya Allah, begitu ucap saya dalam hati sambil membersihkan diri karena mabuk darat tersebut. Syukurlah kakak-kakak yang satu mobil sama saya juga ikut membantu memijati leher saya ketika mabuk, dan menghibur diri saya selama perjalanan untuk melupakan sugesti 'mabuk' sambil bercerita banyak hal. Mengingat waktu bercengkrama secara nyata kita hanya sekitar 3 hari, sisanya dilanjut di percakapan dunia maya.
Begitu menyusuri jalanan setapak dari pintu masuk menuju 'Welcoming Istana Air', saya dibuat takjub dengan pemandangan hijau di sekililing Taman Ujung ini. Bener-bener rasa cakep dan lemes sirna seketika melihat yang hijau-hijau mengikat mata. Dari rumputnya, dedaunan, pepohonan, yang berada di Taman Ujung tersebut.
Taman Ujung Amlapura Karangasem Bali
Taman Ujung ini memiliki nama lain sebagai Taman Sukasada yang terletak di Bandar Ujung, desa Tumbu, kecamatan Karangasem, Bali. Secara lokasi, taman ini terletak sekitar 5 Km di sebelah tenggara kota Amlapura. Pada saat masa Hindia Belanja, taman ini dijuluki dengan waterpaleis seperti tulisan setelah pintu masuk di Taman Ujung yang memiliki arti sebagai Istana Air.
Yang menjadi sorotan saya ketika sampai di balai tempat berkumpulnya seluruh peserta kegiatan sosial sore hari nan mendung saat itu adalah, di sekeliling balai tersebut berdiri bangunan yang memiliki desain arsitektur Bali bercampur negara barat yang terciptalah beberapa bangunan yang memang khas Bali dengan gaya Eropa, serta percampuran antara budaya timur dan barat. Jadi nggak heran kalau saya cukup antusias dan takjub dengan arsitektur bangunan di Taman Ujung ini, termasuk jembatannya yang cukup vintagei, dan cocok untuk mengabadikan foto di sana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar