Karen Carpenter sering disebut sebagai bidadari bersuara merdu. Terkenal sebagai seleb sekaligus vokalis dari grup musik 'The Carpenters', duo musik ini merajai tangga lagu di era 1970-an. Sayangnya, Karen menderita gangguan makan anoreksia.
Sepanjang hidupnya ia selalu terobsesi dengan berbagai pola diet. Ia membatasi asupan makannya, dan hanya meminum 8 gelas air dalam sehari. Karena obsesinya dengan tubuh kurus ini, membuat dia mirip seperti tengkorak hidup.
Pola makannya yang terlalu ekstrem, karena membatasi asupan makanan ke tubuhnya. Membuat Karen kehilangan kesadarannya pada tahun 1983, di mana ia ditemukan terjatuh di dalam kamar orangtuanya.
Scott Nearing merupakan aktivis sekaligus politisi asal Amerika, yang terkenal. Sepanjang hidupnya ia menorehkan banyak catatan sejarah, dia pun berumur panjang hingga usianya mencapai 100 tahun lamanya. Namun itu semua ternyata tak berlangsung lama.
Scott meninggal pada tanggal 24 Agustus 1983, tepat delapan hari setelah hari ulang tahunnya yang ke 100 tahun. Kematiannya ini disebabkan bunuh diri, namun bukan melalui cara yang kejam, ia bunuh diri dengan berpuasa atau menolak semua makanan hingga minuman ke dalam tubuhnya.
Menurut sang istri, Helen Nearing, Scott meninggal karena kelaparan. Tapi itu semua merupakan pilihannya sendiri, di mana dia memilih mengakhiri hidupnya dengan cara berpuasa. Scott akhirnya meninggal di usia tepat 100 tahun.
William Floyd Collins merupakan penjelajah asal Amerika, yang meneliti serta menjelajah gua di dalam bukit hingga satu wilayah. Penjelajahan ini dimulai pada awal abad 20, tepatnya di tahun 1925. Floyd memang tak seterkenal penjelajah lainnya, namun ia memiliki kematian yang tragis.
Kisah kematiannya berawal ketika ia tengah melakukan penjelajahan di sebuah gua, yang ada di Kentucky, Amerika. Saat itu ia terjebak di dalam gua Sand Cave, dan kakinya tergelincir di antara bebatuan gua. Karena hal ini, ia tak bisa pergi kemana-mana.
Ia pun meninggal karena kelaparan, dan lemas kekurangan cairan. Ketika tim medis dan bantuan datang beberapa hari setelah ia terjebak, ia telah ditemukan meninggal karena suhu ekstrem dan kekurangan makanan. Jasadnya ditemukan 3-4 hari setelah ia meninggal.
Christopher Johnson McCandless merupakan seorang pendaki sekaligus penjelajah asal Amerika, yang memutuskan untuk mendaki Alaska pada tahun 1992. Saat itu ia hanya membawa sedikit persediaan makanan, dan beberapa peralatan untuk bertahan hidup.
Misinya memang sedikit aneh, ia ingin hidup sendirian. Namun empat bulan kemudian, ia ditemukan hanya memiliki berat badan 30 kg saja, karena kelaparan. Ia hidup di wilayah danau Wentitika, yang ada tak jauh dari sana.
Chris akhirnya meninggal pada tanggal 18 Agustus 1992, di tanah impiannya yaitu Alaska. Penyebab kematiannya karena kelaparan yang ekstrem, sehingga tubuhnya lemas dan tidak bisa lagi bergerak. Kisahnya ini sangat terkenal, hingga diadaptasi menjadi buku hingga film.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar