Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjelaskan soal proyek Mahaka Media dalam peluncuran pesawat baru Garuda Indonesia, Airbus A330-900 Neo. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga buka suara soal kerja sama perusahaan milik Erick Thohir dengan maskapai pelat merah.
Arya mengatakan bahwa Mahaka menjalin kerja sama dengan Garuda Indonesia dengan penawaran Rp 800 juta. Namun akhirnya disepakati Rp 300 juta.
"Soal isu Rp 800 juta itu kan penawaran bukan hasil akhir, terakhir Rp 300 juta didapat itu pun urusan artis doang," kata Arya di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (13/12/2019).
Kerja sama antara Mahaka Media dengan Garuda Indonesia merupakan hal yang wajar. Arya menambahkan adanya kerja sama tersebut juga tidak membuat Erick gentar mencopot direktur Garuda Indonesia yang bermasalah.
"Tapi kan terbukti juga walau ada bisnisnya bukan berarti direksinya aman kalau bikin kesalahan," tambah Arya.
Lebih jauh, Arya menambahkan Mahaka Media mendapatkan kontrak untuk artis dalam peluncuran pesawat baru Garuda Indonesia. Erick juga sudah hengkang dari perusahaan yang didirikannya.
"Itu proyek EO Mahaka itu kebagian pengadaan artis waktu peluncuran Airbus itu," katanya.
Ahok Punya Waktu Sebulan Ungkap 142 Anak Usaha Pertamina
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan tenggat waktu 1 bulan terhadap Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk menyampaikan data lengkap mengenai 142 anak usaha perseroan.
Erick mengatakan, data mengenai anak usaha Pertamina itu harus dilaporkan kepadanya pada bulan Januari mendatang. Penyampaian data tersebut diperlukan, karena Erick tak mengetahui bidang apa saja yang dikerjakan anak usaha Pertamina itu.
"Ini saya minta juga untuk Komut dan Direksi, di rapat bulan Januari saya minta mapping 142 perusahaan ini usahanya apa? Terus bagaimana kesehatan perusahaannya?" ungkap Erick di kantor pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (13/12/2019).
Jumlah anak usaha itu ia temukan ketika menggelar rapat perdana dengan Ahok dan juga Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.
"Kemarin dengan Pertamina kan saya sudah mulai rapat bulanan dengan Komut dan Dirut Pertamina. Yang kemarin Pertamina juga kita rapatkan ternyata di Pertamina ada 142 perusahaan," terang dia.
Erick pun sangat menanti laporan dari Ahok dan Nicke mengenai 142 anak usaha tersebut. Ia juga secara tegas mengatakan bahwa anak usaha yang hanya diisi oleh oknum dan menggerogoti Pertamina akan ia sikat.
"Saya juga nggak mau nanti ternyata ya, mohon maaf yang seperti kemarin saya bicara, 142 perusahaan yang ada di Pertamina ini hanya oknum-oknum yang akhirnya menggerogoti Pertamina. Ini yang saya juga sudah minta laporan dari Dirut dan Komut," tutup Erick.
Erick Thohir Bakal Periksa 142 Anak Usaha Pertamina
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir heran akan jumlah anak usaha yang dimiliki PT Pertamina (Persero). Pertamina sendiri punya 142 anak perusahaan.
"Yang kemarin Pertamina juga kita rapatkan ternyata di Pertamina ada 142 perusahaan," ungkap Erick di kantor pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (13/12/2019).
Erick sendiri tak tahu bidang apa saja yang dikerjakan oleh ratusan anak usaha Pertamina itu. Erick mengatakan, dirinya sudah meminta Komisaris Utama (Komut) Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, dan juga direksi Pertamina untuk memeriksa ratusan anak usaha itu.
Erick memberi batas waktu terhadap Ahok dan direksi Pertamina untuk menyampaikan daftar lengkap mengenai 142 perusahaan tersebut pada bulan Januari 2020.
"Ini saya minta juga untuk Komut dan Direksi, di rapat bulan Januari saya minta mapping 142 perusahaan ini usahanya apa? Terus bagaimana kesehatan perusahaannya?" imbuh dia.
Secara tegas, Erick mengatakan bahwa anak usaha yang hanya diisi oleh oknum dan menggerogoti Pertamina akan ia sikat.
"Saya juga nggak mau nanti ternyata ya, mohon maaf yang seperti kemarin saya bicara, 142 perusahaan yang ada di Pertamina ini hanya oknum-oknum yang akhirnya menggerogoti Pertamina. Ini yang saya juga sudah minta laporan dari Dirut dan Komut," tutup Erick.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar