Sabtu, 10 April 2021

Sunat Vs Tidak Sunat, dr Boyke Ungkap Pengaruhnya pada Kepuasan Seksual

 Berbagai anggapan dan mitos terkait sirkumsisi atau sunat sering kali beredar di masyarakat. Meski di Indonesia sunat biasanya dilakukan pada anak berusia 5-12 tahun, tak sedikit pula pria yang baru ingin menjalani sirkumsisi di usia dewasa.

Terdapat berbagai alasan mengapa pria menjalani sirkumsisi, mulai dari alasan keyakinan hingga alasan kebersihan atau kesehatan. Tak sedikit pula yang menjalani operasi pengangkatan kulup ini karena mendengar bahwa sunat dapat mempengaruhi kepuasan seksual saat bercinta.


Ternyata, disebutkan oleh pakar seks dr H Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS, sudah ada penelitian yang membahas terkait hal ini, yakni penelitian yang dilakukan oleh Masters and Johnson terhadap 70 pria yang terbagi menjadi pria yang telah disunat dan yang belum.


"Mula-mula yang meneliti mengenai efek terhadap seks itu adalah Masters and Johnson. Dia melakukan (penelitian terhadap) 35 pria yang disunat dan 35 pria yang masih mempunyai kulup dan tidak disunat," ujar dr Boyke, Kamis (8/4/2021).


Mitos yang mengatakan bahwa sirkumsisi dapat mendongkrak kepuasan seksual adalah berdasarkan anggapan bahwa pria yang belum disunat dan masih memiliki kulup sama saja seperti berhubungan seksual dengan menggunakan kondom.


"Di awal, asumsinya adalah bahwa pria-pria yang mempunyai prepucio (kulup), itu tentunya lebih kebal, tidak ejakulasi dini. Secara logika karena ada yang menghalangi, seperti istilahnya menggunakan kondom," katanya.


Namun ternyata, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Masters and Johnson tersebut, tidak ditemukan adanya perbedaan terhadap kepuasan seksual saat bercinta.


"Orang yang melakukan sirkumsisi dengan orang yang tidak melakukan sirkumsisi dalam kejadian angka ejakulasi dini itu sama aja. Kenapa bisa terjadi seperti itu? Ternyata, dari 35 subjek penelitian yang tidak disirkumsisi pada saat ereksi itu glans penisnya, bagian yang sensitif pada penis itu pada saat ereksi dia keluar. Sehingga, pada penelitian itu tidak ada perbedaan," jelas dr Boyke.

https://indomovie28.net/movies/tumbledown/


Catat! Ini Titik Lengah Anak Tertular Corona saat Sekolah Tatap Muka


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan uji coba sekolah tatap muka mulai Rabu (7/4/2021) hingga 29 April 2021 mendatang. Meski pembelajaran tatap muka disebut amat penting diperlukan, langkah ini rupanya tak terlepas dari sederet risiko penyebaran virus Corona.

Menurut pakar mikrobiologi molekuler Ahmad Rusdan Utomo, tantangan terbesar dari aktivitas sekolah tatap muka adalah sulitnya mengatur anak-anak. Terlebih di waktu istirahat dan makan siang, mustahil anak-anak bisa taat pada anjuran untuk tidak saling bicara.


"Kalau kita banyak bicara, banyak sekali modus penularan. Kalau bisa jangan barengan bicaranya, gantian. Yang berbahaya adalah waktu istirahat dan makan siang. Selama mulut tidak tertutup, itu kan rongga paling besar. Hidung memang tidak tertutup, tapi mulut itu besar," terang Ahmad dalam webinar, Jumat (9/4/2021).


Persiapan teknis amat penting untuk menekan risiko penularan virus di sekolah, seperti dengan membuka jendela kelas dan mematikan AC untuk menjaga sirkulasi udara, serta membatasi isi kelas hingga 50 persen siswa.


Namun masalahnya, kebiasaan makan bersama terlanjur menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia yang sulit diubah, termasuk pada anak-anak.


"Namanya orang Indonesia, kalau makan pasti mengobrol. Kalau kantinnya tertutup, tidak ada jendela, itu berbahaya. Anak-anak relatif susah dikendalikan," imbuh Ahmad.


Ia memahami, pembelajaran tatap muka bagi anak-anak amat penting. Bukan hanya untuk efektivitas belajar-mengajar, melainkan pula untuk menumbuhkan karakter dan kemampuan bersosialisasi anak.


Dengan begitu, langkah pencegahan penularan virus di sekolah harus diupayakan semaksimal mungkin. Termasuk pada kondisi yang seringkali tak disadari rawan penularan. Misalnya, di titik penjemputan anak di mana para orangtua bisa berkerumun dan mengobrol.


"Minimal, anak-anak bisa ketemu gurunya dan teman-temannya dengan aman," pungkas Ahmad.

https://indomovie28.net/movies/monsters-university/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar