Minggu, 15 Desember 2019

Yang Cantik dari Gunungkidul: Pantai Sedahan

Menyambangi Pantai Sedahan di Gunungkidul bersama sahabat ternyata sangat menyenangkan. Pantai Sedahan, aku sungguh mencintaimu.

Penat pikiran setelah beradu dengan skripsi membuat seorang gadis asal Kalimantan Barat yang berdomisili di Jakarta menginjakan kakinya untuk pertama kali di kota Istimewa, Yogyakarta. Empat hari bermalam di sana membawa pengalaman tak terlupakan seumur hidup. Salah satunya ketika bepergian ke Pantai Sedahan.

Dorena, seorang sahabat yang memperkenalkanku dengan bahari Pantai Sedahan yang terletak di Gunung Kidul, Yogyakarta. Pagi-pagi sekali pukul 07.00, ia dan teman-temannya menjemputku untuk pergi ke Pantai Sedahan.

Berbekal dua sepeda motor, kami berangkat dari pusat kota. Jauhnya bukan main, tiga jam perjalanan non-stop dengan kondisi jalan yang berkelok dan menanjak. Setelah melalui semua ini, kamipun tiba di sebuah warung dekat Pantai untuk memarkirkan motor dan istirahat sejenak.

Sekitar pukul 10.30 kami berjalan menuju pantai. Aku membayangkan saat kami turun dari motor dan hanya akan berjalan sekitar 200 meter untuk melihat pantai. Semua pikiran itu sirna ketika Dorena berkata, "Yuk, kita beli air mineral untuk bekal kita saat naik bukit nanti,"

Terheran-heran aku dibuatnya, "Bukit apa lagi? Bukannya sudah tiga jam lamanya kita melakukan perjalanan ini?"

Ternyata, perjuangan kami belum selesai karena masih harus naik bukit sekitar 30 menit lamanya untuk menikmati keindahan pantai Sedahan.

Terik matahari pelan-pelan membakar kulit wajahku dan keringat mengucur basah di sekujur badanku. Semangat Bun, sebentar lagi sampai, itulah kata-kata motivasi yang selalu kukumandangkan dalam hati sembari melewati jalan bukit yang masih alami ini.

Ahhh... aku mendengarnya, yah aku mendengar suara desiran air dan hantaman ombak keras itu, kami tiba. Rasa lelah dan panas ini musnah begitu saja. Kulempar tas dan alas kakiku, bergegas mendekati pantai yang masih perawan itu.

Memukau, itu satu-satunya kata yang bisa kulontarkan untuk pantai Sedahan. Belum pernah aku melihat pantai seindah ini. Akibat besarnya ombak, terdapat peringatan untuk tidak boleh berenang di pantai ini.

Setelah puas bermain air, Dorena mengajak, "Bun, ayo lanjut lagi," Bingung dan penasaran, itu yang aku rasakan. Tanpa basa-basi akupun mengikutinya untuk naik bukit lagi. Kali ini hanya 10 menit saja.

Seketika kuterdiam, betul-betul membisu. Kurasakan kedamaian luar biasa dalam hati dan pikiranku setelah melihat pemandangan pantai dari atas bukit tertinggi. Aku mencoba menampar pipiku dan bertanya, ini nyata kan?. Terdengar sedikit lebay tapi ini benaran nyata dan ajaib.

Mengulik Pesona Pantai Cantik di Bulukumba

Sebagai pecinta pantai, rasanya traveler wajib berkunjung ke Pantai Tanjung Bira yang cantik di Bulukumba. Ada juga destinasi menarik lainnya. Apa saja?

Pantai-pantai di Indonesia memang cantik. Seolah pantai yang membentang di pelosok negeri ini ingin saya singgahi semua. Tapi kali ini saya akan menceritakan pengalaman traveling pada Oktober kemarin ke salah satu destinasi wisata pantai yang berada di Bulukumba, Sulawesi Selatan yaitu Pantai Tanjung Bira dan Tebing Apparalang.

Traveling ini amat tepat disandingkan dengan peribahasa 'sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui'. Pasalnya saya singgah ke Pantai Bira dan Tebing Apparalang selepas mengikuti ajang olimpiade matematika di Jakarta.

Dari Jakarta saya bersama guru pendamping sebut saja Bu Rika, terbang menuju Makasar menggunakan maskapai Batik Air yang dipesan dua hari sebelum hari keberangkatan.

Penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta ke Makasar memakan waktu yang tidak terlalu lama, hanya 2 jam saja. Dan untuk urusan tiket pesawat dari dulu kami selalu percayakan sepenuhnya pada layanan penyedia tiket online dari tiket.com.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar