Rabu, 11 Desember 2019

Usai Labuan Bajo dan Mandalika, Wishnutama Mau ke Mana Lagi?

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama dan wakilnya, Angela Tanoesoedibjo, sudah melakukan kunjungan kerja ke daerah Labuan Bajo dan Mandalika pada pekan lalu. Berikutnya mau ke mana?

Dimulai dari hari Selasa (26/11) kemarin, Menparekraf Wishnutama dan Angela Tanoe mengunjungi Mandalika di NTB. Mereka melihat proses pembangunan pariwisata di sana.

Kemudian di hari Kamis (28/12), mereka geser ke Labuan Bajo di NTT. Mereka berkeliling sampai ke Taman Nasional Komodo, seperti ke Pulau Padar dan Pulau Komodo.

Labuan Bajo dan Mandalika termasuk ke dalam daftar 5 Destinasi Super Prioritas. Artinya, pembangunan pariwisata di sana akan dikebut dan dimaksimalkan demi mendatangkan banyak devisa dari kunjungan turis.

Lantas setelah dari Mandalika dan Labuan Bajo, berikutnya akan ke mana lagi?

"Yang pasti ke 5 Destinasi Super Prioritas itu dulu fokusnya," jawab Wishnutama pada awak media di Istana Negara, Selasa (3/12/2019).

Selain Labuan Bajo dan Mandalika, yang termasuk ke dalam 5 Destinasi Super Prioritas adalah Borobudur, Danau Toba, dan Likupang. Pembangunan pariwisata di sana meliputi aksesibilitas, infrastruktur, amenitas, hingga sektor ekonomi kreatif.

"Nanti saya juga mau ke Banyuwangi, ingin ke Ambon, dan tempat-tempat lain. Tapi prioritas saya, 5 Destinasi Super Prioritas itu dulu," pungkas Wishnutama.

Cerita Guide yang Temani Wishnutama di Pulau Komodo

Baru-baru ini Menparekraf Wishnutama dan wakilnya, Angela Tanoe mengunjungi Pulau Komodo. Ini cerita naturalis guide saat menemani mereka di sana.

Dimulai dari hari Selasa (26/11) kemarin, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama dan Angela Tanoe mengunjungi Mandalika di NTB dan Labuan Bajo di NTT. Dua tempat tersebut masuk dalam daftar 5 Destinasi Super Prioritas yang sedang digarap maksimal oleh pemerintah.

Hari Kamis (28/11) kemarin, Wishnutama dan Angela Tanoe menapakkan kaki di Labuan Bajo. Mereka mendatangi Pulau Komodo di Taman Nasional Komodo.

Selama di Pulau Komodo, Wishnutama dan Anegla Tanoe didampingi oleh pihak Taman Nasional Komodo, jajaran Pemkab Manggarai Barat, dan naturalis guide. Naturalis Guide merupakan penduduk lokal di Desa Komodo yang menjadi pemandu wisata di Taman Nasional Komodo. Mereka pun biasa mendampingi wisatawan untuk melihat komodo.

Hamnor, merupakan salah satu naturalis guide yang ikut dalam rombongan dan menemani perjalanan Wishnutama di Pulau Komodo. Dia menemani sejak berlabuh di dermaga di Loh Liang.

"Dari dermaga, Wishnutama dan Angela Tanoe mampir di pusat oleh-oleh. Mereka melihat berbagai suvenir, terutama soal patung-patung komodo," jelas Hamnor kepada detikcom lewat sambungan telepon, Minggu (1/12/2019).

Hamnor pun mendengarkan apa yang Wishnutama diskusikan bersama jajarannya dan para penjaja suvenir. Wishnutama memuji para penjaja suvenir yang juga merupakan penduduk asli Desa Komodo di Pulau Komodo.

"Dia (Wishnutama) bilang, harus ada nilai tambah. Patung-patung komodo sudah bagus, tapi harus ada ekonomi kreatif lainnya seperti kerajinan tangan. Dia juga bilang akan memberikan pelatihan pada para pengrajin suvenir, khususnya para pemahat patung komodo," papar Hamnor.

Setelah dari situ, Wishnutama bersama rombongan lanjut ke Oase Cafe, suatu kafe yang berada di pinggir pantai di Pulau Komodo. Saat itu Hamnor tidak bisa ikut ke dalam, karena hanya para pejabat dari Pemkab Manggarai Barat serta pihak Taman Nasional Komodo.

"Tapi dari kafenya, Wishnutama melihat-lihat komodo. Di bawah kafenya juga banyak komodo," terangnya.

Namun sebelum ke kafe, Wishnutama bersama rombongan melewati pintu gerbang Pulau Komodo. Kata Wishnutama, gerbangnya mau diubah.

"Dia bilang patung dan gerbangnya akan diubah supaya ada daya tarik," ungkap Hamnor yang sudah menjadi naturalis guide selama 10 tahun.

"Kemudian, Wishnutama juga dikenali oleh Kepala Desa Komodo. Dia pun mendengarkan keluh kesah warga desa, seperti membutuhkan dermaga permanen. Kata Pak Menteri, nanti akan disampaikan ke Menteri Perhubungan Budi Karya," lanjutnya menjelaskan.

Menurut Hamnor, Wishnutama tidak sempat untuk trekking di Pulau Komodo mungkin karena jadwal yang padat. Dirinya pun ikut senang dan berharap banyak kepada Wishnutama sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Harapan saya, semoga masyarakat di Desa Komodo bisa lebih terlibat pada pariwisata. Selama ini, kami belum banyak merasakan langsung pendapatan dari pariwisata," tutupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar