Kamis, 19 Desember 2019

Pesona Gunung dan Danau Kelimutu Yang Tak Ada Duanya

Gunung Kelimutu berbeda dengan gunung-gunung lain di Indonesia. Gunung ini miliki Danau yang 3 warna yang cantik.

Nusa Tenggara Timur tidak pernah gagal menyajikan keindahan alam dan budaya nya. Pesona provinsi yang terdiri dari 3 pulau besar yaitu Pulau Flores, Pulau Sumba dan Pulau Timor ini bahkan sudah dikenal sampai ke mancanegara. Jika selama ini wisatawan cenderung memilih berkunjung ke Labuan Bajo di sebelah barat Pulau Flores, tak ada salahnya mengenal pesona yang dimiliki kabupaten lain di Pulau Flores yang juga tak kalah menarik. 

Salah satunya adalah Kabupaten Ende. Untuk ke Kabupaten Ende, kamu dapat menggunakan jalur darat dari Labuan Bajo ataupun jalur udara. Waktu yang dibutuhkan untuk penerbangan dari Labuan Bajo ke Ende tidak sampai satu jam.

Pertama kali tiba di Bandara Haji Hasan Aroebosman Ende, kamu akan melihat banyak bukit yang akan menimbulkan kesan sejuk dari kota ini. Kota nya sudah cukup ramai sehingga kamu tidak akan kesulitan mencari angkutan umum ataupun ojek.

Wisata alam yang wajib kamu kunjungi ketika berlibur ke Ende adalah Taman Nasional Kelimutu. Waktu terbaik buat berkunjung adalah di pagi hari agar tidak melewatkan momen sunrise. Pengunjung biasanya berangkat sekitar pukul 3 dini hari dari pusat Kota Ende dan menempuh perjalanan kurang lebih satu setengah jam dengan menggunakan mobil sampai ke depan pagar.

Selanjutnya kita akan trekking ke puncak Gunung Kelimutu selama setengah jam. Setibanya di atas udara dingin yang menerpa tidak akan menjadi masalah karna kamu sudah terlanjur terpesona dengan keindahan diatas sana. Ini yang membedakan Gunung Kelimutu dengan gunung-gunung lain yang ada di Indonesia. Gunung Kelimutu memiliki Danau Kelimutu di atas sana. Danau Kelimutu memiliki 3 warna yang berbeda-beda, yaitu merah, biru dan putih yang konon dipercaya masyarakat setempat merupakan tempat berkumpulnya arwah-arwah orang yang sudah meninggal.

Selain itu wisata pantai di Ende juga dapat kamu jadikan pilihan di sore hari sambil menikmati matahari terbenam ditemani air kelapa muda. Tak usah khawatir, di Kota Ende juga sudah ada cafe-cafe hits seperti Mokka Coffee dan El Corner Cafe yang bisa kamu kunjungi untuk menambah koleksi foto-foto liburanmu.

Hal lain yang juga tak boleh kamu lewatkan jika berkunjung ke Kota Ende adalah mencicipi ubi naubosi yang merupakan produk unggulan Ende. Bahkan sudah ada juga toko yang menyajikan olahan dari ubi naubosi seperti keripik singkong dengan berbagai rasa. Jangan lupa untuk beli kain tenunnya untuk oleh-oleh. Jadi bagaimana traveler, apakah kamu sudah berencana untuk berkunjung ke Ende di liburan selanjutnya? 

Al Mashun, Masjid Tua Antik dan Cantik di Medan

Medan seperti tak ada habisnya untuk ditelusuri. Kamu yang suka wisata sejarah atau heritage tak akan melewatkan tempat yang satu ini, Masjid Al Mashun.

Pembangunan Masjid Al- Mashun dimulai pada tanggal 21 Agustus 1906 (1 Rajab 1324 H) oleh Sultan Ma'mun Al- Rasyid Perkasa Alam Shah, Pemimpin Kesultanan Deli pada masa itu. Secara keseluruhan, pembangunan selesai pada tanggal 10 September tahun 1909, artinya pembangunan membutuhkan waktu 3 tahun lebih.

Masjid Raya Al- Mashun meninggalkan banyak sejarah di dalamnya. Masjid ini berlokasi tak jauh dari pusat kota Medan ini terletak di Jalan Sisingamangaraja No.61 Medan Maimun.

Dilansir dari situs Kemenag, masjid yang luas bangunannya sampai 5.000 meter persegi menelan biaya pembangunan mencapai satu juta Gulden. Kemudian Masjid ini juga ini memiliki daya tampung hingga 1.500 jamaah. Masjid yang dibangun di atas lahan seluas 18.000 kini sudah memasuki usia satu abad lebih, tepatnya berumur 113 Tahun.

Menurut sejarahnya, Sultan Ma'mun Al-Rasyid memang sengaja membangun Masjid ini dengan megah, karena menurut prinsip nya hal itu lebih utama ketimbang kemegahan Istananya sendiri, yakni Istana Maimun yang berjarak 200m dari Masjid. Kemudian, pembangunan Masjid ini ditanggung sendiri oleh Sultan Ma'mun Al- Rasyid, namun konon katanya Tjong A Fie, tokoh saudagar kaya dari etnis Tionghoa ini pun turut berkontribusi dalam pendanaan pembangunan Masjid Raya ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar