Senin, 09 Desember 2019

Marak Jasa Permak Mr P, Haji Royani 'Mak Irot': Buat Apa Besar Tapi Lembek?

Haji Royani, seorang terapis alat vital pria mengaku kerap kedatangan tamu yang menginginkan alat vital miliknya dipermak lebih besar. Namun, soal itu murid sekaligus putra dari Mak Irot itu sering memberikan wejangan atau nasihat kepada para tamunya yang keburu nafsu ingin memperbesar alat vitalnya.

Kedatangan detikcom pada Minggu (8/12/2019) berbarengan dengan kedatangan seorang pria yang juga bertamu ke kediaman Royani di Kampung Cigadog, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok. Sebelum mengeluhkan kondisinya Royani lebih dulu memegang pergelangan tangan pria tersebut.

"Nah ini bagus, sudah cukup hanya memang agak lembek. Nafsunya besar tapi belum apa-apa sudah lembek," ungkap Royani kepada pria tersebut seraya tersenyum.

Pria itu tersentak kaget, ia membenarkan kondisi yang dialaminya. Kepada detikcom, pria yang mengaku tinggal di Sukabumi itu mengaku sengaja datang untuk memeriksa kondisi kesehatan alat vitalnya.

"Saya enggak malu, soalnya ini kan pengobatan tradisional. Datang untuk memeriksa kesehatan, sekedar ngecek-ngecek bukan untuk memperpanjang atau memperbesar. Toh untuk kebahagiaan istri di rumah juga," ungkap pria berinisial D itu kepada detikcom, ia tak keberatan saat Detikcom mengambil gambar saat kondisinya dideteksi oleh Haji Royani.

Didampingi putranya Asep Monas, Royani membenarkan kalau selama ini banyak yang datang kemudian langsung bernafsu memilih replika ukuran alat vital yang diinginkan. Padahal menurut Royani, besar saja tidak cukup harus disertai dengan perkasa.

"Besar kalau lembek gimana? Tegang iya, tapi lembek. Makanya saya selalu memeriksa kondisi dulu dibarengi dengan keluhan, ada yang datang karena sperma encer, ada yang datang karena impoten jadi harus disesuaikan nanti herbal yang diberikan juga sesuai pemijatan juga sesuai," ungkap Royani.

Menurut Royani, ukuran standar alat vital pria di Indonesia sebetulnya sudah cukup. Hanya saja menurutnya faktor keperkasaan juga mempengaruhi, selain disebabkan pekerjaan, banyak pikiran dan beberapa faktor lain mengakibatkan lemahnya keperkasaan pria di atas ranjang.

"Enggak sedikit juga pria yang datang mengeluhkan susah punya keturunan, kadang hanya dengan air putih yang kita berikan tirakat lalu pijatan juga selesai. Banyak juga yang kemudian menghubungi lewat telepon mengabarkan istrinya di rumah sudah mengandung," tuturnya.

Memang selain urusan alat vital, Royani juga melayani keluhan khusus pria dan wanita lainnya juga penanganan penyakit pada alat vital. "Utamanya kita minta sama Allah, karena kita juga punya kemampuan ini warisan dari orang tua dulu," jelasnya.

Jasa 'Permak' Mr P Makin Kompetitif, Selain Mak Erot Juga Ada Mak Irot

Gagasan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto soal wisata kebugaran jadi perbincangan hangat ketika menyinggung juga jasa 'permak' Mr P legendaris, Mak Erot. Rupanya ada banyak jasa permak sejenis, salah satunya Mak Irot, yang kebetulan namanya mirip.

Adalah Haji Royani, sosok pria yang selama ini lebih dikenal ketika namanya disandingkan dengan nama Mak Irot yang tak lain adalah ibunya. Spanduk hingga pamfletnya bahkan tersebar di beberapa kota seperti Bogor, Depok, Bekasi dan Sukabumi. Sepeninggal Mak Irot, Royani melanjutkan praktik soal alat vital sejak tahun 1980-an.

"Dulu ibu saya memang menguasai keahlian soal urusan kejantanan pria, saya yang mewarisi keahlian itu dari Mak Irot ibu saya. Kalau cerita dari mana ibu saya menguasai kemampuan itu panjang ceritanya, meski nama memang mirip dengan Mak Erot tapi penerapan ilmu melalui tirakat dan cara pengobatan tradisionalnya berbeda namun kita pastikan semuanya alami," kata Royani didampingi putranya, Asep Monas kepada detikcom, di kediamannya Kampung Cigadog, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Minggu (8/12/2019).

Royani mengaku soal penanganan alat vital yang dilakukan almarhum ibunya (Mak Irot) bukan muncul sebagai pesaing karena menurutnya semasa hidupnya antara Mak Erot dengan Mak Irot pernah "bekerjasama" soal mengurusi reparasi alat vital dan kejantanan pria meski metodenya berbeda.

"Ibarat toko a dan b (menyebut nama minimarket) kadang berdampingan namun masing-masing punya perbedaan baik nama maupun pelayanan. Kalau boleh dibilang kampung ini adalah gudangnya para ahli kejantanan pria, baik yang mewarisi dari Mak Erot maupun dari ibu saya Mak Irot. Alamat pusat terapi juga sama-sama di Kampung Cigadog," ungkapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar