Satu bulan setelah memasarkan nama domain my.id, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menyebutkan, peminatnya terbilang signifikan. Mayoritas dari peminat tersebut berasal dari kalangan milenial.
Hal tersebut sesuai dengan target pemasaran PANDI dalam memasarkan domain my.id yang diperuntukkan sebagai website personal maupun aktivitas bisnis.
"Hal ini yang menjadi keunggulan nama domain my.id, karena bisa digunakan siapa saja untuk mengekspresikan diri dengan tulisan, blog, bisnis online, bahkan email pribadi. Selain itu Nama Domain my.id mudah diingat dan bisa merepresentasikan diri sebagai my identity atau my international domain," ungkap Yudho Giri Sucahyo selaku Ketua PANDI, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/11/2019).
PANDI mencatat, angka pendaftaran nama domain my.id per bulan Oktober 2019 sejumlah 2.491 pengguna. Angka tersebut diklaim meningkat 10 kali lipat dibandingkan dengan rata-rata pendaftaran pada bulan-bulan sebelumnya yang hanya berjumlah 207 pendaftaran.
Untuk terus menggenjot pengguna domain yang dikelolanya, PANDI menyederhanakan proses pendaftaran my.id, di mana tidak lagi memerlukan verifikasi dokumen apa pun dibandingkan dengan sebelumnya yang menggunakan KTP/paspor.
Adapun untuk saat ini hanya memerlukan verifikasi e-mail yang masih aktif. Hal ini diharapkan dapat memberikan keunggulan dan kemudahan bagi para pengguna my.id.
Yudho mengajak masyarakat yang belum memiliki nama domain my.id untuk segera memilikinya, agar nama domain berakhiran my.id tidak hilang.
"Karena nama domain ini sangat pas dipergunakan sebagai salah satu nama domain personal yang efisien untuk merefleksikan diri ke dalam dunia yang serba digital," ucap dia.
Sebagai informasi, PANDI dibentuk oleh komunitas Internet Indonesia bersama pemerintah sejak 29 Desember 2006 untuk menjadi registrasi domain .id. Pada 29 Juni 2007, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) secara resmi menyerahkan pengelolaan seluruh domain internet Indonesia kepada PANDI, kecuali domain go.id dan mil.id.
Kemudian, terhitung pada tanggal 16 September 2014, pemerintah menetapkan PANDI sebagai registri nama domain tingkat tinggi Indonesia.
Begini Cara PANDI Genjot Pengguna Domain .id
Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mencatat, data pertumbuhan nama domain .id hingga Q2 masih terbilang rendah, tepatnya baru mencapai 16%. Karena itulah diperlukan strategi khusus untuk menggenjot pertumbuhannya.
Setelah menetapkan strategi ekspansi pemasaran ke luar negeri yang telah dijalankan, kali ini PANDI selaku .id Registry akan membuat strategi untuk memperbanyak agen pemasaran untuk domain .id di dalam negeri.
"Kami akan memperbanyak agen-agen pemasaran Nama Domain .id agar aktivitas pemasaran semakin bertambah sehingga akan memicu pertumbuhan Nama Domain .id," ujar ketua PANDI, Yudho Giri Sucahyo dalam keterangan yang diterima detikINET.
"Harapan PANDI adalah memiliki agen pemasaran di seluruh pelosok wilayah Indonesia, bukan cuma tersentralisasi di Pulau Jawa," tambahnya.
Bertambahnya jumlah agen pemasaran bukan hanya untuk mempercepat pertumbuhan namun sekaligus akan memberikan keuntungan dari sisi brand awareness. Oleh karenanya, demi memudahkan kerjasama dengan agen pemasaran, .id Registry akan menyediakan sebuah sistem kerjasama tersebut.
Sesuai Visi PANDI selaku .id Registry, yaitu menjadikan Nama Domain .id menjadi domain utama masyarakat Indonesia. Yudho berharap semoga hal ini akan berdampak positif untuk percepatan pertumbuhan domain .id di Indonesia.
"Harapan kami dengan bertambahnya agen-agen pemasaran domain .id, masyarakat yang tadinya belum tahu menjadi tahu, yang sudah tahu, menjadi yakin dan mantap untuk memilih domain .id dibanding domain lainnya," tutup Yudho.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar