Jumat, 20 Desember 2019

Ada Paket Wisata Horor ke Pulau Boneka Saat Festival Kematian

Di Meksiko ada sebuah pulau misterius, yang konon berhantu, berisikan ragam boneka yang tampak seram. Biar makin ngeri, traveler bisa tur ke sana dalam momen Festival Kematian Meksiko pada bulan ini.

Pulau Isla de las Munecas. Demikian nama resmi tempat yang lazim disebut sebagai Pulau Boneka Meksiko ini. Lokasinya ada di Xochimilco, seblah selatan Meksiko City.

Di pulau ini ada banyak penampakan boneka yang tergantung sedemikian rupa di pepohonan. Kondisi boneka ini tak terawat dan tampak rusak, bikin nuansanya bagaikan di sebuah film horor.

Ada pula kisah tak kalah seram yang menyertainya. Konon di tahun 1950-an ditemukan jasad seorang anak perempuan yang tewas tenggelam di pulau itu. Ada boneka di sampingnya.

Untuk mengenang dan penghormatan buat anak yang tewas itu, seorang penjaga pulau memasang boneka peninggalan tersebut di salah satu pohon. Tetapi penjaga ini lantas merasa dihantui. Seringkali ia mendengar suara teriakan gadis kecil. Hal ini membuatnya berinisiatif memasang beberapa boneka tambahan di pohon-pohon lain untuk "menenangkan" arwah penasaran yang menghantuinya.

Tahun demi tahun berlalu dan kisah mistis seputar Pulau Boneka terus bertambah saja. Konon boneka-boneka yang dipasang di pulau Isla de las Munecas telah dirasuki oleh arwah anak yang tewas tenggelam di sana.

Lokasi ini pun menjadi salah satu destinasi buat para penyuka wisata horor. Menyambut puncak perayaan Festival Kematian Meksiko (Dia de los Muertos) pada 2 November mendatang, ada pula paket tur spesial buat para traveler. Salah satunya dari Flash Pack.

Dalam tur sembilan hari tersebut (26 Oktober-3 November), traveler akan dibawa ke Meksiko tengah, termasuk mampir ke Pulau Boneka. Turis juga akan dibawa untuk melihat perayaan Festival Kematian di Meksiko.

"Berkat ragam budayanya, Meksiko menarik wisatawan dari seluruh dunia sepanjang tahun. Tapi di bulan Oktober, negara ini benar-benar bergelora -- dengan perayaan Festival Kematian sebagai salah satu contoh utamanya," kata Lee Thompson, pendiri Flash Pack.

Wisata Sambil Mengenal Batik Tulis Lasem di Tempat Asalnya

Tak ada cara terbaik untuk mengapresiasi batik tulis Lasem selain dengan berkunjung ke kota kelahirannya langsung. Ada loh paket wisatanya.

Masyarakat Indonesia mengenal batik tulis Lasem atas warna merahnya yang berani serta motifnya yang cukup kompleks di banding motif batik lainnya di Jawa Tengah. Hal itu pun didasari oleh sejarah panjang hasil akulturasi dari budaya China dengan masyarakat setempat di Lasem.

Hal itu pun menjadikan Lasem sebagai kota tua yang sarat budaya. Mungkin setara dengan Luang Prabang di Laos atau Chiang Rai di Thailand. Memaknai Hari Batik Nasional yang jatuh pada hari ini, Rabu (2/10/2019), detikTravel pun mewawancarai Fransiska Anggraini dari akun Instagram @awesomelasem.

Sesuai dengan namanya, Fransiska atau yang akrab disapa Chika aktif mengenalkan batik tulis Lasem setelah jatuh cinta pada budaya dan batik kota tersebut saat liburannya terdahulu. Selain giat mempopulerkan batik tulis Lasem dan cerita di balik pengrajinnya, ternyata Chika juga punya trip ke sana.

"Baru akan akhir bulan. AKu bikin trip dalam 2 jam sold out. Jadi itu shopping trip aku cuma ke tiga tempat batik, tiga hari dua malam, tiap hari aku ke tempat batik gak banyak-banyak. Aku bikin balance alam, sejarah dan kuliner," ujar Chika.

Perdana membuka trip ke Lasem akhir bulan Oktober ini (25-27 Oktober 2019), antusiasme wisatawan ternyata cukup tinggi. Dalam trip tersebut, Chika pun ingin mengenalkan tamunya pada karya batik tulis Lasem yang diteruskan oleh generasi muda.

"Aku ke tiga tempat batik yang dijalankan oleh anak muda. Anak milenial kelahiran tahun 90, mereka udah meneruskan usaha keluarga untuk batik. Juga ada mbak-mbak usia 30an tadinya kerja kantoran berhenti lalu pulang ke lasem karena urus ibunya dan itu terus ketemu sama orang pembatk yang perusahaanya bangkrut. Jadi dia mempekerjakan seluruh orang yang pabriknya tutup, cerita Chika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar