Senin, 15 Juni 2020

Cetak Rekor Penambahan, Ini Sebaran 2.198 Kasus Meninggal Corona 15 Juni

 Pemerintah mengumumkan jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia pada Senin (15/6/2020) telah mencapai 39.294 kasus. Terdapat penambahan kasus positif baru Corona sebanyak 1.017 kasus.
Sementara itu 592 pasien dinyatakan sembuh sehingga total menjadi 15.123 kasus. Kasus meninggal dunia mencatatkan rekor penambahan sebanyak 64 pasien kasus, sehingga totalnya 2.198 kasus.

Berikut sebaran pasien yang sembuh dan meninggal hingga saat ini.

SEMBUH
Aceh 19
Bali 502
Banten 460
Bangka Belitung 63
Bengkulu 62
DI Yogyakarta 211
DKI Jakarta 4.195
Jambi 37
Jawa Barat 1.142
Jawa Tengah 765
Jawa Timur 2.254
Kalimantan Barat 160
Kalimantan Timur 262
Kalimantan Tengah 232
Kalimantan Selatan 247
Kalimantan Utara 137
Kepulauan Riau 146
Nusa Tenggara Barat 608
Sumatera Selatan 651
Sumatera Barat 423
Sulawesi Utara 108
Sumatera Utara 216
Sulawesi Tenggara 199
Sulawesi Selatan 1.044
Sulawesi Tengah 121
Lampung 115
Riau 111
Maluku Utara 48
Maluku 109
Papua Barat 87
Papua 191
Sulawesi Barat 71
Nusa Tenggara Timur 40
Gorontalo 87

MENINGGAL
Aceh 1
Bali 6
Banten 79
Bangka Belitung 2
Bengkulu 6
DI Yogyakarta 8
DKI Jakarta 557
Jawa Barat 162
Jawa Tengah 121
Jawa Timur 616
Kalimantan Barat 4
Kalimantan Timur 4
Kalimantan Tengah 37
Kalimantan Selatan 131
Kalimantan Utara 2
Kepulauan Riau 16
Nusa Tenggara Barat 35
Sumatera Selatan 57
Sumatera Barat 30
Sulawesi Utara 56
Sumatera Utara 64
Sulawesi Tenggara 5
Sulawesi Selatan 123
Sulawesi Tengah 4
Lampung 12
Riau 6
Maluku Utara 22
Maluku 11
Papua Barat 3
Papua 7
Sulawesi Barat 2
Nusa Tenggara Timur 1
Gorontalo 8

Cuma Punya 11 Ruang Isolasi, Ini 'Curhat' RSPI Sulianti Saroso

Rumah Sakit Penyakit Menular (RSPI) Sulianti Saroso hanya memiliki 11 ruangan isolasi. Sembilan di antaranya terisi dan 2 lainnya digunakan sebagai cadangan darurat.
Karena keterbatasan ini, Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril, SpP, menghimbau rumah sakit lain untuk tidak asal kirim pasien yang akan diisolasi. Hal ini mengantisipasi adanya penyalahgunaan ruangan khusus seperti ini.

"Oh iya, mohon disampaikan ke RS lain, janganlah asal kirim pasien. Harus betul-betul memenuhi kriteria," kata dr Syahril pada wartawan di RSPI Sulianti Saroso, Jumat (6/3/2020).

"Karena waktu itu pernah kejadian kan. Kasian lho pasien jauh-jauh datang, akhirnya kita masukkan ke ruang biasa," lanjutnya.

Ini dilakukan untuk menghemat penggunaan ruangan isolasi yang memang diperuntukkan bagi pasien yang berstatus suspek atau memang positif. dr Syahril menganjurkan pasien yang memiliki gejala ringan dan tidak ada indikasi kontak atau bepergian ke negara terjangkit, untuk dirawat di rumah sakit sebelumnya.

"Itu kan pas awal, tapi kan bisa terjadi lagi nih terutama untuk rumah sakit yang belum paham informasi karena dia sekarang taunya begitu (rujuk ke RSPI), padahal cuma pneumonia biasa," tambahnya.

2 Pasien Positif Corona Terbaru Suhunya 37,6 Derajat C, Ada Batuk-Pilek

 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan kondisi dua orang baru WNI positif virus Corona. Disebutkan suhu badan pasien positif virus corona itu 37,6 derajat celcius.
"Kondisi kasus nomor 3 dan nomor 4 sekarang, tadi saya dapat laporan suhu badannya masih 37,6 derajat celcius, satunya 37,7 derajat celcius, kurang lebih hampir sama," kata juru bicara pemerintah dalam penanganan kasus virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).

Dia juga menuturkan, dua pasien positif corona ini mengeluhkan batuk-batuk dan pilek, namun tidak sesak napas. Diharapkan bisa segera membaik.

"Kemudian ada keluhan batuk, pilek, tapi tak ada keluhan sesak napas, sehingga kita harap kondisi ini bisa kita intervensi dalam waktu dekat bisa menjadi baik," kata Yuri.

Sebelumnya, Yuri mengumumkan dua pasien positif corona yang baru. Sehingga total sejauh ini ada empat orang yang dinyatakan positif Corona.

"Dari 7 orang ini 2 orang confirm positif yang disebut kasus nomor 3 dan kasus nomor 4. Kita sebut kasus 3 dan nomor 4 sekarang tadi," kata Yuri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar