Senin, 15 Juni 2020

RSPI SS: Pasien yang Diisolasi Meninggal karena Pneumonia

 Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona yang diisolasi meninggal dunia di RSPI Sulianti Saroso. Pasien itu meninggal karena pneumonia.
"(Cause of death) pneumonia. Jadi ISPA itu ringan, ISPA ringan, sedang, berat, berat sekali, namanya penumonia ya," kata Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril di RSPI Sulianti Saroso, Jumat (6/3/2020).

Status positif atau negatif Corona dari pasien tersebut masih dievaluasi. Hasil evaluasi akan diumumkan oleh Kemenkes.

"Nanti diumumkan oleh Kemenkes," kata Syahril.

Syahril mengatakan para petugas yang menangani jenazah pasien tersebut tak menggunakan alat pelindung diri (APD). Semua yang berkaitan dengan jenazah itu disebutnya sudah didisinfektan.

"Oh nggak (menggunakan APD), sudah habis berarti sudah selesai. Udah nggak menular, sudah habis, udah didisinfektan semua," ujarnya.

Seperti diketahui, pasien yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso itu meninggal dunia pada Kamis (5/3) kemarin. Pasien berusia 65 tahun dan berjenis kelamin perempuan itu kini sudah dimakamkan.

"Kemudian ada satu pasien yang meninggal kemarin, pasien yang meninggal kemarin kan saya sudah bilang kondisinya memang jelek, pakai ventilator," kata Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Jumat (6/3).

"Rujukan dari rumah sakit swasta dan di sana sudah satu minggu, usianya tua, dan sudah dimakamkan oleh keluarga," imbuhnya.

Ada 1.017 Kasus Baru Corona di Indonesia Per 15 Juni, Ini Sebarannya

Indonesia kembali mengumumkan adanya penambahan kasus baru virus Corona COVID-19. Saat ini sebanyak 1.017 kasus baru positif sehingga total ada 39.294 kasus. Hingga Senin (15/6/2020), ada sebanyak 15.123 orang yang sembuh dan 2.198 meninggal dunia.
"Kita dapatkan kasus baru konfirmasi COVID-19 sebanyak 1.017 orang, sehingga total menjadi 39.294 orang," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Senin (15/6/2020).

Sebaran 1.017 kasus baru positif virus Corona COVID-19 sebagai berikut:

Bali 19

Banten 3

DI Yogyakarta 3

DKI Jakarta 142

Jawa Barat 19

Jawa Tengah 116

Jawa Timur 270

Kalimantan Timur 4

Kalimantan Tengah 45

Kalimantan Selatan 66

Kepulauan Riau 15

Nusa Tenggara Barat 22

Sumatera Selatan 52

Sulawesi Utara 18

Sumatera Utara 60

Sulawesi Tenggara 3

Sulawesi Selatan 101

Sulawesi Tengah 1

Riau 1

Maluku Utara 2

Maluku 31

Papua Barat 1

Gorontalo 23

Kenapa Kematian akibat Virus Corona COVID-19 Paling Banyak Dialami Lansia?

Secara global, statistik menunjukkan lansia dengan riwayat penyakit tertentu punya risiko kematian paling tinggi akibat virus corona COVID-19. Kenapa demikian?
Menurut Ketua Perhimpunan Alergi dan Imunologi Indonesia, Prof Dr dr Iris Rengganis, SpPD-KAI, risiko kematian karena Covid-19 sebenarnya tidak bisa diklasifikasikan pada umur tertentu maupun gender tertentu.

"Tidak bergantung pada usia. Usia berapa pun bisa berisiko. Ini kaitannya dengan sistem imun tubuh, usia berapa pun kalau sistem imunnya rendah dia berisiko," jelasnya saat dihubungi detikcom, Jumat (6/3/2020).

Meski begitu, dari banyak kasus pasien COVID-19, umumnya usia lanjut dari 60 tahun yang dilaporkan meninggal. Mengapa bisa begitu?

"Itu karena sifat alamiah imun tubuh semakin berjalannya waktu semakin menurun, atau bisa disebut juga degenerasi ya, jadi dia memang lebih sensitif," ungkapnya.

Selain lansia, kasus pasien Covid-19 yang meninggal juga sering ditemukan pada pria atau seseorang yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti jantung dan diabetes. Menurut Prof Iris hal tersebut memang berpengaruh pada sistem imun tubuh.

"Tergantung penyakit apa dulu ya, diabetes misalnya kadar glukosa yang berfluktuasi atau meningkat memiliki respon imun yang lebih rendah. Artinya seseorang memiliki lebih sedikit perlindungan diri terhadap virus corona Covid-19," ujarnya.

"Kalau terjadi pada pria, belum tentu karena sistem imunnya lebih rendah, perlu penelitian lebih lanjut," ungkapnya.
https://cinemamovie28.com/cast/jasmine-metivier/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar