Hingga saat ini total kasus Corona di Indonesia sudah mencapai 41 ribu kasus. Terakhir penambahan kasus Corona masih menyentuh angka seribu, seperti apa sih identitas virus Corona di Indonesia?
Ahli virologi Universitas Udayana Prof Ngurah Mahardika menjelaskan jenis virus Corona di Indonesia tidak berbeda jauh dengan di Wuhan. Ada beberapa perbedaan tetapi tidak membuat virus Corona di Indonesia kemudian menjadi ganas.
"Kita lihat bahwa ada beberapa virus yang bahkan persis dengan Wuhan, ada yang beda tetapi tidak banyak," jelasnya di siaran langsung BNPB melalui kanal YouTube Kamis (18/6/2020).
"Tetapi virus di Indonesia agak berbeda dengan Wuhan tetapi tidak pada reseptor pada binding site. Kalau berubah di binding site-nya berarti virus ini (Corona) ganas kemudian antibodi tidak berperan dan sebagainya," lanjutnya.
Prof Ngurah menjelaskan artinya virus Corona di Indonesia tidak berubah menjadi ganas. Namun Prof Ngurah mengimbau agar masyarakat Indonesia tetap mematuhi protokol kesehatan demi menghindari virus Corona di Indonesia bermutasi menjadi lebih ganas.
"Iya supaya tidak bermutasi patuhi protokol aman COVID-19. Setiap orang punya tugas untuk membuat virus ini tidak begitu bebas bermutasi dengan perilaku yang aman COVID-19," pungkasnya.
Nekat Datang ke Acara Ultah di Klub Malam, 16 Remaja Positif Corona
Sekelompok remaja dinyatakan positif virus Corona setelah mengunjungi klub malam di Florida, Amerika Serikat, yang baru dibuka. Sebanyak 16 orang remaja tersebut mengaku datang ke bar untuk merayakan ulang tahun rekannya.
"Tidak ada yang pakai masker. Berada di sana, kami tahu kami berisiko," kata Kat Layton, salah satu di antara remaja tersebut kepada CNN International.
Mereka tidak tahu dari siapa virus tersebut berasal. Sekelompok remaja ini mengaku nekat mendatangi tempat umum setelah mendengar informasi dari gubernur dan walikota bahwa penularan Corona di daerahnya melandai. Sayangnya setelah beberapa hari, mereka mulai sakit.
"Aku menerima pesan. Satu teman saya positif, kemudian teman lainnya, dan yang lainnya juga. Itu benar-benar mengerikan."
Setelahnya petugas kesehatan menyatakan seluruh orang di kelompok itu positif Corona meski beberapa hanya mengalami gejala ringan. Sejak itu mereka juga mendapatkan beberapa pesan dari orang-orang yang mendatangi bar di hari yang sama dan kemudian terinfeksi COVID-19.
"Aku merasa bodoh. Ini cepat sekali," ujar Layton.
Florida merupakan salah satu wilayah di Amerika Serikat yang membuka lockdown dan melonggarkan pembatasan karena menganggap kurva penularan sudah menurun. Namun Departemen Kesehatan Florida mencatat tetap ada kasus baru yang terjadi di wilayah itu.
Ilmuwan Israel Temukan Masker yang Diklaim Bisa Bunuh Virus Corona
Baru-baru ini peneliti di Israel mengklaim telah menemukan masker yang dapat digunakan berulang kali. Masker ini juga diklaim dapat membunuh virus Corona dengan panas dari pengisi daya ponsel.
Dikutip dari NBC News, Profesor Yaur Ein Eli selaku kepala peneliti dari Technion University Haifa mengatakan masker ini memiliki portabel USB dengan listrik, melalui charger standar ponsel yang akan memanaskan lapisan serat karbon hingga 158 derajat celcius.
Sebelumnya, Profesor Yaur Ein Eli mengatakan bahwa masker sekali pakai secara global sangat tidak ekonomis dan ramah lingkungan.
"Ini cara kami untuk menemukan solusi dengan membuat masker yang dapat digunakan kembali dan ramah lingkungan," katanya.
Proses membersihkan masker pun memakan waktu hingga 30 menit. Namun penggunanya tidak boleh memakai masker tersebut saat sedang diisi daya.
Masker tersebut terlihat seperti masker wajah N95 standar, dengan katup di bagian depan dan karet untuk menahannya di sekitar kepala. Para peneliti mengajukan paten untuk masker ini di Amerika Serikat (AS) pada akhir Maret dan mengatakan mereka sedang mendiskusikan menjual produknya dengan sektor swasta.
https://nonton08.com/cast/chester-rushing/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar