Senin, 10 Mei 2021

Pemerintah Lakukan Random Testing, 4.123 dari 6.742 Pemudik Positif COVID-19

 Sebanyak lebih dari 4.000 orang pemudik teridentifikasi positif COVID-19. Hal ini didapatkan pemerintah dari hasil tes acak di sejumlah jalur mudik.

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan tes COVID-19 secara acak kepada lebih dari 6.000 orang di pos penyekatan mudik.


"Pengetatan yang dilakukan Polri di 381 lokasi dan Operasi Ketupat," kata Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Senin (10/4/2021).


"Jumlah pemudik yang dilakukan random testing, dari 6.742 konfirmasi positif 4.123 orang," tambahnya.


Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.686 di antaranya langsung menjalani isolasi mandiri. Kemudian, kata Airlangga, ada 75 orang yang dirawat di rumah sakit.


Selain itu, Airlangga juga menjelaskan ada sekitar 41.000 kendaraan yang telah ditindak petugas untuk diminta memutar balik ke tempat asal keberangkatan.


"Operasi kendaraan atau Operasi Ketupat jumlah diperiksa kendaraan 113.694, putar balik 41.097, dan pelanggaran travel gelap 306 kendaraan," tutur Airlangga.

https://maymovie98.com/movies/doraemon-the-movie-nobitas-treasure-island/


Usia 25 Rawan Dicecar 'Kapan Nikah' Saat Lebaran? Santai, Ini Saran Psikolog


 Kumpul keluarga saat Lebaran kerap horor bagi kaum muda, tak terkecuali yang tengah menginjak usia 25 tahun. Pasalnya, silaturahmi tatap muka atau via video call tak jarang jadi kesempatan keluarga besar bombardir pertanyaan. Mulai dari template seputar kapan kerja, kapan lulus, hingga yang menyinggung urusan privasi seperti hubungan cinta dan pernikahan.

Psikolog klinis Dessy Ilsanty menjelaskan, adalah normal jika kaum muda merasa tak nyaman menghadapi pertanyaan-pertanyaan tersebut. Namun menurutnya, tak tertutup kemungkinan pertanyaan tersebut terlontar karena niat baik menanyakan kabar atau sekedar basa-basi, terlepas dari niat mengintimidasi.


"Ketika butuh topik yang cepat, terus yang keluar itu saja (template) kalau sudah selesai sekolah, ya menikah. Itu simpelnya. Kalau mau dipikir lebih dalam, kan belum tentu, itu yang ada bukan basa-basi. Mikirnya kelamaan, percakapannya jauh lebih dalam. Menurut fitrahnya, orang basa-basi cepat saja," terangnya dalam program e-Life detikcom, Jumat (7/5/2021).


Menurutnya, pertanyaan ini kerap membuat tak nyaman lantaran keluarga terlihat tidak memahami pilihan hidup anak muda. Anak muda yang baru lulus, dianggap sudah waktunya bekerja. Anak muda yang sudah bekerja, dianggap sudah waktunya menjalani hubungan percintaan yang serius.


Padahal pilihannya belum tentu demikian. Wajar jika kondisi ini menimbulkan rasa tertekan.

Ia harap dengan memahami bahwa pertanyaan ini basa-basi, anak muda bisa lebih santai menanggapinya. Misalnya, dengan merespons basa-basi kembali. Jangan sampai, ketidaknyamanan ini membuat anak muda membatasi momen silaturahmi dengan keluarga.


"Jawaban kita yang kontrol. Kita ditanya apa, kita punya kendali mau jawab apa nggak. Orang mungkin bisa mengorek privasi kita, tapi kuncinya di kita mau ngasih jawaban atau nggak. Kalau kita nggak berkenan, ya sudah nggak usah dikasih, sesimpel itu. Kalau orang itu mencoba bertanya, itu hak dia. Tapi kita juga punya hak mau memberi jawaban atau nggak," imbuhnya.

https://maymovie98.com/movies/lupin-the-third-vs-detective-conan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar