Rabu, 06 Januari 2021

WHO Kecewa, China Belum Berikan Izin Penelusuran Asal-usul COVID-19

 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pihaknya sangat kecewa karena China masih belum mengizinkan masuknya tim ahli internasional untuk memeriksa asal-usul virus Corona.

Tim beranggotakan 10 orang itu dijadwalkan berangkat di awal Januari sebagai bagian dari misi yang telah lama ditunggu untuk menyelidiki kasus awal COVID-19 yang pertama kali dilaporkan setahun lalu di Wuhan, China.


"Hari ini kami mengetahui bahwa pejabat China belum menyelesaikan izin yang diperlukan untuk kedatangan tim (peneliti) di China," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers daring, dikutip dari Reuters, Rabu (6/1/2020).


"Saya telah melakukan kontak dengan pejabat senior China dan saya sekali lagi menjelaskan bahwa misi adalah prioritas WHO," lanjutnya kemudian.


Misi tersebut akan dipimpin oleh Peter Ben Embarek, ahli penyakit hewan, yang pergi ke China untuk misi pendahuluan Juli lalu.


Dua anggota tim internasional telah memulai perjalanan mereka ke China. Satu sekarang telah berbalik dan yang lainnya sedang transit di negara ketiga, kata kepala darurat Mike Ryan.


Menjelang perjalanan tersebut, Beijing telah berusaha untuk membentuk narasi tentang kapan dan di mana pandemi dimulai. Diplomat senior Wang Yi mengatakan "semakin banyak penelitian" menunjukkan bahwa hal COVID-19 muncul di berbagai wilayah.


China berkali-kali menepis kritik atas penanganan kasus awal yang muncul pada akhir 2019, meskipun beberapa termasuk Presiden AS Donald Trump telah mempertanyakan tindakan Beijing selama wabah tersebut.

https://tendabiru21.net/movies/the-couples-sponsor/


Duh, Studi Ungkap Usia Ini Lebih Berisiko Kena Varian Baru Corona Inggris


Sebuah studi baru menunjukkan kelompok usia yang mungkin paling berisiko terhadap varian Corona Inggris B117. Varian baru Corona yang sudah menyebar sejak Oktober 2020 ini, belum terbukti berbahaya tetapi lebih cepat menular.

Berdasarkan hasil studi para peneliti di Imperial College London, mereka yang berusia di bawah 20 tahun lebih berisiko terinfeksi varian B117. Ini juga diidentifikasi dalam studi sebagai 'Varian of Concern' atau VOC.


"Komposisi usia dari kasus yang dilaporkan lebih besar terjadi pada usia di bawah 20 tahun, di antara VOC yang dilaporkan daripada kasus non-VOC," jelas penelitian tersebut yang dikutip dari New York Post, Rabu (6/1/2021).


"Penelitian lebih lanjut sedang berlangsung spesifik dari setiap perubahan dalam bagaimana virus mempengaruhi kelompok usia ini," lanjutnya.


Menurut penelitian tersebut, berbeda dengan virus Corona sebelumnya, B117 Ini lebih mungkin menginfeksi anak-anak. Ini diungkapkan Profesor Neil Ferguson, yang merupakan seorang ilmuwan dari Imperial College London sekaligus penulis pada Desember lalu.


Prof Ferguson saat itu mengingatkan pada analisis awal, virus itu menunjukkan memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menginfeksi anak-anak.


"Jika itu benar, maka ini mungkin menjelaskan proporsi yang signifikan, bahkan mungkin dari sebagian besar peningkatan penularan yang terlihat," imbuhnya.


"Berdasarkan analisis beberapa pekan terakhir varian baru B117 ini memiliki transmisi yang jauh lebih tinggi dibandingkan virus SARS-CoV-2 sebelumnya yang beredar di Inggris," jelas Prof Ferguson.


Menurutnya, hal ini akan membuat pengendalian virus lebih sulit dan semakin menekan pentingnya vaksinasi secepatnya.

https://tendabiru21.net/movies/the-handmaiden/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar