Minggu, 17 Januari 2021

Heboh Kebijakan Privasi Baru WhatsApp Sampai Akhirnya Ditunda

  - WhatsApp mulai mengenalkan kebijakan privasi terbarunya yang kontroversial pada pekan lalu. Sebagai aplikasi messenger terbesar di dunia dengan dua miliar pengguna, wajar jika update ini menimbulkan kehebohan di jagad internet.

Pengguna yang khawatir akan keamanan datanya langsung pindah ke aplikasi messenger alternatif. Bahkan update ini juga menjadi perhatian regulator di beberapa negara.


Setelah memberikan beberapa klarifikasi tentang kebijakan terbarunya, WhatsApp akhirnya memutuskan untuk mengundur penerapan kebijakan ini. Berikut adalah rangkuman lika-liku kebijakan privasi baru WhatsApp sebelum akhirnya ditunda.


1. WhatsApp kenalkan kebijakan privasi baru

Sepekan yang lalu WhatsApp memberikan notifikasi di aplikasinya tentang ketentuan dan kebijakan privasi terbaru. Ada tiga poin utama dalam update ini yang fokus kepada perpesanan dengan akun bisnis.


Tiga poin utama dalam kebijakan terbaru ini mempengaruhi bagaimana WhatsApp memproses data pengguna, bagaimana bisnis bisa menggunakan layanan yang dihosting Facebook untuk menyimpan dan mengelola isi percakapan, dan bagaimana WhatsApp akan bermitra dengan Facebook untuk menawarkan integrasi yang lebih dalam di produk-produk mereka.


Kebijakan ini akan mulai diterapkan pada 8 Februari 2021 mendatang. Jika pengguna masih ingin mengakses WhatsApp setelah tanggal tersebut, mereka harus menerima kebijakan baru tersebut. Jika tidak setuju, pengguna bisa menghapus akun mereka.


Pengguna pun kaget dan bingung karena kebijakan ini dirilis secara tiba-tiba dan tanpa penjelasan dari WhatsApp sebelumnya. Setelah itu WhatsApp pun langsung bergerak cepat untuk menenangkan penggunanya.


2. Sederet klarifikasi WhatsApp

Setelah kebijakan ini diumumkan, WhatsApp telah beberapa kali memberikan klairifikasinya. Dalam klarifikasi pertama, WhatsApp mengatakan kebijakan berbagi data dengan Facebook sebenarnya telah berlaku sejak tahun 2016.


"Sejak 2016, WhatsApp telah membagikan sejumlah data terbatas dengan Facebook di ranah backend, khususnya untuk kebutuhan infrastruktur. Tidak ada perubahan baru di update kebijakan ini," ucap WhatsApp dalam keterangan resminya, Sabtu (9/1/2021).


Untuk update kebijakan privasi ini lebih fokus pada perpesanan dengan akun bisnis. WhatsApp mengatakan bisnis sekarang bisa menggunakan layanan hosting Facebook untuk menyimpan chat WhatsApp mereka.

https://nonton08.com/movies/wrong-turn-2-dead-end/


Artinya percakapan pengguna dengan bisnis tersebut bisa disimpan di server Facebook. Bisnis juga bisa menentukan bagaimana mereka menggunakan atau membagikan informasi tersebut. Jadi pengguna bebas memilih apakah mereka mau berinteraksi dengan akun bisnis atau tidak.


WhatsApp mengatakan perubahan kebijakan ini tidak mempengaruhi percakapan pribadi di luar konteks tersebut.


"Semua percakapan ini masih akan terenkripsi end-to-end. WhatsApp maupun Facebook tidak bisa mengaksesnya," jelas WhatsApp.


Dalam klarifikasi berikutnya, WhatsApp kembali menjelaskan keamanan pesan pengguna dalam platform-nya. WhatsApp mengatakan tidak bisa melihat pesan atau panggilan telepon, begitu juga dengan Facebook.


Aplikasi messagung ini juga tidak mencatat atau menyimpan pesan dan panggilan yang dibuat pengguna. WhatsApp mengatakan mereka tidak membagikan kontak pengguna dengan Facebook dan tidak bisa melihat lokasi yang dibagikan pengguna.


Dalam klarifikasi terbaru ini, WhatsApp kembali menyebut bahwa pembaruan kebijakan privasi ini hanya berlaku untuk percakapan dengan akun Bisnis yang menggunakan WhatsApp Business API dan memilih provider hosting di luar WhatsApp.


"WhatsApp ingin penggunanya jelas bahwa bisnis tersebut kini dapat menggunakan infrastruktur hosting Facebook untuk chat melalui WhatsApp. Artinya, percakapan dengan bisnis tersebut dapat disimpan di server Facebook," tulis WhatsApp.


"Jika pengguna berbicara dengan bisnis yang memilih metode penyimpanan di luar WhatsApp, kami akan menampilkan notifikasi di chat tersebut. Pengguna kemudian berhak dan bebas memilih apakah mereka mau berinteraksi dengan bisnis tersebut atau tidak," tambahnya.

https://nonton08.com/movies/killer-under-the-bed/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar