Vaksin Pfizer disebut punya efikasi atau kemanjuran yang sangat tinggi oleh perusahaan itu, yakni mencapai 95%. Akan tetapi ilmuwan asal Amerika Serikat ini mengutarakan keraguannya.
Keraguan itu dilontarkan oleh Peter Doshi, asisten profesor riset layanan kesehatan di University of Maryland School of Pharmacy. Dia juga merupakan editor di British Medical Journal.
Awalnya, dia menyebut hasil uji coba vaksin Pfizer dan juga Moderna yang ada di domain publik hanya berupa protokol penelitian dan siaran pers, sehingga dipandang kurang memadai. Setelah publikasi uji coba dirilis pun, Doshi tetap tidak puas dengan hasilnya.
Pada 4 Januari silam, Doshi menulis artikel dalam blog di jurnal tersebut yang mempertanyakan efikasi Pfizer. Pfizer telah menyebutkan bahwa mereka menemukan 170 kasus COVID-19 terkonfirmasi dengan tes PCR dalam uji coba fase III dan secara total ada 3.140 kasus terduga kena Corona.
Nah, jika semua kasus terduga itu terkonfirmasi benar sebagai penderita Corona, efikasi vaksin Pfizer menurut Doshi anjlok hanya 19%.
"Bahkan setelah dihilangkan kasus yang terjadi dalam 7 hari setelah vaksinasi (409 di vaksin Pfizer vs 287 pada plasebo), yang seharusnya mencakup sebagian besar gejala karena reaktogenitas vaksin jangka pendek, angka efikasi tetap rendah di 29%," tulisnya.
Opini dari Doshi ini cukup menuai pro dan kontra, termasuk di China. Media corong pemerintah China, Global Times, menghubungi beberapa pakar, sebagian meragukan pendapat Doshi. Sebab metode Doshi menghitung semua partisipan uji coba yang menunjukkan gejala adalah penderita Corona, meskipun tes PCR menunjukkan hasil negatif.
"Tes PCR itu sangat tinggi sensitifitasnya, 98,6% pada tahun silam. Tapi sensitifitasnya bisa hanya berada di bawah 5% menurut metode perhitungan Doshi ini," cetus Zhuang Shilihe, pakar vaksin di Guangzhou.
Doshi juga disebut ada indikasi anti vaksin. Sebelumnya, dia pernah mengkritik vaksin lain, seperti vaksin untuk flu.
Pfizer sendiri yakin vaksinnya efektif dengan efikasi lebih dari 90% dan beberapa negara termasuk Amerika Serikat dan Kanada telah menyetujui penggunaannya, walaupun ada kehebohan kasus puluhan lansia di Norwegia meninggal dunia setelah diberi vaksin Pfizer itu.
https://trimay98.com/movies/mulan-rise-of-a-warrior/
Hasil Pertandingan M2 Mobile Legends Fase Group, Alter Ego vs 1OS Gaming
M2 World Championship Mobile Legends digelar di Singapura secara offline dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku. Ada 12 tim yang bertanding dengan Alter Ego dan RRQ Hoshi sebagai wakil dari Indonesia.
Bertanding pada pukul 09.30 WIB, hasil pertandingan match pertama M2 Group Stage - Day 2 antara Alter Ego dan 1OS Gaming Frost (Jepang) mendapatkan hasil kemenangan skor penuh dari Alter Ego. Skor yang didapatkan adalah 2-0.
Eldin Rahadian Putra alias Celiboy dan kawan-kawan berhasil membuat fans sumringah, menyaksikan siaran yang ditayangkan secara live di channel YouTube Mobile Legends: Bang Bang.
Line up Alter Ego yang bertanding melawan 1OS Gaming Frost adalah Udil, Yam, Celiboy, Leomurphy, dan PAI. Sementara itu untuk line up 10S Gaming Frost diisi Koro, Sevnea, Obuyan, Pappa, dan Shina. Di hari yang sama, tepatnya sore ini, Alter Ego akan melawan tim Filipina Bren Esports.
Komentar kemenangan tim eSport Alter Ego ini pun membanjiri unggahan di akun Instagram @alteregoesports.
"ALTERCHAMPSSSS," kata @rakameleon.
"CONGRATS!!!! ALTER EGO GO GO!!! #INDOPRIDE," sahut @ivan_nation82.
Kebanyakan dari netizen sepakat bahwa mereka mendukung semua tim Indonesia yang bertanding baik itu Alter Ego maupun RRQ Hoshi karena mereka kompak berusaha mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Anyway, GGWP, Alter Ego!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar