Perusahaan teknologi Valencell merancang sebuah chip sensor photoplethysmography (PPG) yang untuk mengukur detak jantung dan kadar oksigen dalam darah. Chip tersebut dapat dipasangkan di gadget seperti smartwatch.
Mengutip BGR, Minggu (17/1/2021), chip sensor PPG berukuran sangat kecil tersebut juga berfungsi untuk mengukur tekanan darah. Ketika perangkat yang memiliki sensor PPG menempel di kulit telinga, jari, atau lengan manusia, maka tekanan darah dapat terbaca.
Berdasarkan keterangan Valencell, sensor PPG dapat membaca data aliran darah tubuh dan mengombinasikannya dengan karakteristik fisik pengguna, meliputi usia, jenis kelamin, berat dan tinggi badan. Data-data tersebut kemudian diolah dengan algoritma khusus untuk mendapatkan data pantauan tekanan darah.
Valencell menyebut hasil pantauan tekanan darah yang didapatkan dari sensor PPG buatan mereka, bisa disandingkan dengan hasil pemeriksaan menggunakan alat pengukur tekanan darah digital maupun manual.
Dalam keterangannya, Valencell menjelaskan chip sensor PPG tersebut dikembangkan untuk membantu orang-orang memantau tekanan darah mereka secara berkala.
Perusahaan telah melakukan survei dan didapatkan hasil 62 persen orang Amerika pengidap hipertensi yang menjadi responden mengaku hanya beberapa kali mengukur tekanan darah dalam sebulan. Padahal, mereka dianjurkan mengecek tekanan darah 2 kali sehari.
Pengecekan darah secara berkala merupakan hal krusial bagi para pengidap hipertensi. Dengan mengetahui perkembangan tekanan darah, mereka bisa mendapatkan perawatan yang tepat, termasuk dosis dan intensitas konsumsi obat.
Sementara itu, 75 persen responden mengaku mau mengukur tekanan darahnya sesuai rekomendasi asalkan ada perangkat pintar yang mempermudah mereka. Sensor PPG Valencell yang dipasang pada smartwatch atau perangkat wearable lainnya dianggap bisa menjadi solusi dari masalah tersebut.
Valencell masih menunggu persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk memasangkan chip sensor PPG di perangkat wearable yang diproduksi massal. Diharapkan alat tersebut akan menolong banyak orang dari masalah hipertensi.
https://kamumovie28.com/movies/under-the-bed-2/
Apple Mulai Garap iPhone Layar Lipat
Apple dikabarkan sudah mulai mengembangkan iPhone layar lipat dan mulai membuat prototipe layar lipat untuk ponsel. Tapi saat ini Apple baru fokus pada pengembangan layarnya, dan kemungkinan produk finalnya baru akan diluncurkan beberapa tahun ke depan.
Berdasarkan laporan dari Bloomberg, karena Apple masih fokus pada pengembangan layar lipat, mereka belum menyiapkan prototipe iPhone layar lipat yang sebenarnya.
Dikutip dari MacRumors, Minggu (17/1/2021) Apple mempertimbangkan beberapa ukuran layar yang akan digunakan. Salah satunya adalah desain ponsel layar lipat yang jika dibuka ukuran layarnya mirip seperti iPhone 12 Pro Max yang berukuran 6,7 inch.
Desain iPhone layar lipat ini disebut akan menggunakan engsel yang hampir tidak kelihatan dengan semua elektronik ditaruh di belakang display ketimbang dua panel yang terpisah oleh engsel yang kelihatan.
Bloomberg mengindikasikan iPhone layar lipat kemungkinan baru akan dikenalkan beberapa tahun lagi atau justru tidak akan diluncurkan sama sekali. Saat ini Apple lebih fokus untuk menyiapkan iPhone dan iPad baru yang meluncur tahun 2021.
Bicara tentang iPhone, laporan Bloomberg ini juga membawa bocoran awal tentang iPhone 13. Untuk iPhone 13 yang meluncur tahun ini, Apple tidak menyiapkan perubahan desain yang signifikan karena iPhone 12 dianggap membawa desain dan teknologi terbaru.
Teknisi Apple disebut mempertimbangkan iPhone yang meluncur tahun ini sebagai versi 'S' dari model yang meluncur tahun 2020. Sebelumnya Apple memang pernah menambahkan label 'S' untuk model iPhone yang membawa pembaruan minor.
Meski desainnya tidak berubah banyak, perusahaan yang bermarkas di Cupertino, AS ini dikabarkan sedang menguji coba sensor sidik jari Touch ID bawah layar untuk iPhone 13.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar