Ajang olahraga internasional Olimpiade Tokyo 2020 yang rencananya diadakan pada Bulan Juli kini terancam batal. Alasannya karena situasi wabah virus corona (COVID-19) meluas, termasuk di Jepang yang jadi tuan rumah.
Anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC), Dick Pound, menyebut keputusan final tentang Olimpiade Tokyo 2020 kemungkinan akan keluar sekitar bulan Mei. Selama itu panitia akan menunggu perkembangan apakah dunia mampu mengendalikan penyebaran virus.
Dick menyebut pelaksanaan olimpiade tidak mungkin dipindah atau ditunda. Alasannya karena banyak persiapan yang diperlukan.
"Anda tidak bisa begitu saja menunda acara sebesar olimpiade. Ada banyak benda bergerak, begitu banyak negara, musim, dan televisi. Jadi Anda tidak bisa bilang 'oke kita lakukan di bulan Oktober saja,'" kata Dick seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (26/2/2020).
"Hanya ada beberapa tempat di dunia yang bisa menyiapkan fasilitas sesingkat itu," lanjutnya.
IOC disebut akan mengambil keputusan final setelah berkonsultasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kasus COVID-19 di Korea Selatan Capai 1.100, Pengikut Gereja Akan Jalani Tes
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) mengkonfirmasi, kasus virus corona di Korea Selatan sudah mencapai 1.100 per Rabu (26/2). Jumlah ini terus bertambah 37 hari setelah kasus pertama dikonfirmasi pada Januari lalu.
Dikutip dari Yonhap News Agency, pasien kasus COVID-19 ini menyebar di beberapa daerah di Korea Selatan, di antaranya Daegu, Gyeongsang Utara, Cheongdo, dan Busan. Sekitar 80 persen jumlah kasus diduga berasal dari dua kelompok yang terhubung dengan Gereja Shincheonji, Daegu dan sebuah rumah sakit yang ada di Cheongdo.
Dengan adanya lonjakan kasus, KCDC memperkirakan ini akan terus meningkat di hari mendatang. Hal ini mendorong Badan Kesehatan Korea untuk melakukan tes uji para anggota Gereja Shincheonji, yang disebut sebagai salah satu pusat penyebarannya.
Hal ini membuat semua kegiatan masyarakat lumpuh dan harus mengerjakannya di rumah. Bahkan, virus ini sudah mencapai kota besar lainnya, yaitu Seoul.
Seorang profesor kedokteran pencegahan di Cha University Graduate School of Medicine mengatakan, virus corona baru ini penyebarannya jauh lebih cepat dibandingkan wabah flu lain, termasuk H1N1.
"Itu (virus corona) cepat menyebar, meskipun transisinya tidak terlihat," katanya.
WN Jepang Positif Corona Sepulang dari Bali, Dinkes Lacak Riwayat Kontak
- WN Jepang terkonfirmasi positif virus corona baru COVID-19 sepulang dari Bali. Dinas Kesehatan Provinsi Bali sudah menemukan lokasi di mana pria berusia 60 tahun tersebut menginap.
"Iya sudah kami temukan. Menginapnya di salah satu hotel di Kuta," ujar Kepala Dinkes Bali, Ketut Suarjaya, saat dihubungi detikcom, Kamis (26/2/2020).
Kadinkes mengatakan saat ini beragam upaya tengah dilakukan untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus dari WN Jepang tersebut. Salah satunya dengan melakukan disinfektan di tempat tersebut.
"Tempatnya sudah didisinfeksi, sudah ditracing, yang pernah kontak dengan WN tersebut, sejauh ini masih aman, tidak ada yang sakit," tegasnya
Meski begitu, ia menjelaskan monitoring akan terus dilakukan. Ia pun mengimbau penduduk setempat jika ada yang mengalami gejala demam segera melapor ke dokter.
"Kalau ada yang demam kita imbau untuk segera ke dokter, tetep kita monitor sampai tanggal 4 Maret," lanjutnya.
https://nonton08.com/laskar-pelangi/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar