Selasa, 14 Juli 2020

Kasus COVID-19 di Korea Selatan Capai 1.100, Pengikut Gereja Akan Jalani Tes

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) mengkonfirmasi, kasus virus corona di Korea Selatan sudah mencapai 1.100 per Rabu (26/2). Jumlah ini terus bertambah 37 hari setelah kasus pertama dikonfirmasi pada Januari lalu.
Dikutip dari Yonhap News Agency, pasien kasus COVID-19 ini menyebar di beberapa daerah di Korea Selatan, di antaranya Daegu, Gyeongsang Utara, Cheongdo, dan Busan. Sekitar 80 persen jumlah kasus diduga berasal dari dua kelompok yang terhubung dengan Gereja Shincheonji, Daegu dan sebuah rumah sakit yang ada di Cheongdo.

Dengan adanya lonjakan kasus, KCDC memperkirakan ini akan terus meningkat di hari mendatang. Hal ini mendorong Badan Kesehatan Korea untuk melakukan tes uji para anggota Gereja Shincheonji, yang disebut sebagai salah satu pusat penyebarannya.

Hal ini membuat semua kegiatan masyarakat lumpuh dan harus mengerjakannya di rumah. Bahkan, virus ini sudah mencapai kota besar lainnya, yaitu Seoul.

Seorang profesor kedokteran pencegahan di Cha University Graduate School of Medicine mengatakan, virus corona baru ini penyebarannya jauh lebih cepat dibandingkan wabah flu lain, termasuk H1N1.

"Itu (virus corona) cepat menyebar, meskipun transisinya tidak terlihat," katanya.

WN Jepang Positif Corona Sepulang dari Bali, Dinkes Lacak Riwayat Kontak

- WN Jepang terkonfirmasi positif virus corona baru COVID-19 sepulang dari Bali. Dinas Kesehatan Provinsi Bali sudah menemukan lokasi di mana pria berusia 60 tahun tersebut menginap.
"Iya sudah kami temukan. Menginapnya di salah satu hotel di Kuta," ujar Kepala Dinkes Bali, Ketut Suarjaya, saat dihubungi detikcom, Kamis (26/2/2020).

Kadinkes mengatakan saat ini beragam upaya tengah dilakukan untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus dari WN Jepang tersebut. Salah satunya dengan melakukan disinfektan di tempat tersebut.

"Tempatnya sudah didisinfeksi, sudah ditracing, yang pernah kontak dengan WN tersebut, sejauh ini masih aman, tidak ada yang sakit," tegasnya

Meski begitu, ia menjelaskan monitoring akan terus dilakukan. Ia pun mengimbau penduduk setempat jika ada yang mengalami gejala demam segera melapor ke dokter.

"Kalau ada yang demam kita imbau untuk segera ke dokter, tetep kita monitor sampai tanggal 4 Maret," lanjutnya.

Sudah 39 Negara Terjangkit, Mungkinkah Virus Corona COVID-19 Jadi Pandemi?

 Baru-baru ini, virus corona baru telah terdeteksi di Italia dan Iran. Sementara itu, kasus COVID-19 di Korea Selatan juga melonjak.
Saat ini sudah ada 39 negara yang melaporkan kasus virus corona COVID-19. Mungkinkah hal ini bisa disebut mendekati kategori pandemi?

Pandemi adalah penyakit yang menyebar di banyak negara di seluruh dunia secara bersamaan. "Saya pikir banyak orang akan menganggap situasi saat ini sebagai pandemi, kami memiliki transmisi yang sedang berlangsung di berbagai wilayah di dunia," Prof Jimmy Whitworth, dari London School of Hygiene dan Tropical Medicine.

Mengutip BBC, beberapa ilmuwan bahkan berargumen bahwa ini telah memasuki tahap paling awal dari pandemi. Perkembangan kasus corona di Korea Selatan, Italia, dan Iran juga menjadi alasan mengapa orang menilai wabah virus corona sebagai pandemi.

Prof Devi Sridhar, dari University of Edinburgh, menjelaskan perspektifnya terkait corona yang berpotensi dikategorikan 'pandemi'. "Ini sebagian besar merupakan keadaan darurat Tiongkok, sekarang kami melihatnya sedang mengembangkannya, Korea Selatan, Jepang, Iran, dan sekarang Italia," katanya.

"Itu adalah virus yang sangat menular dan menyebar dengan sangat cepat," tambahnya.

Ia juga menjelaskan kematian karena virus corona ini hanya membunuh sebagian kecil orang yang terinfeksi, dan butuh waktu berminggu-minggu untuk melihat atau mendeteksi infeksi yang akhirnya menjadi kematian.

"Ini menunjukkan sejumlah besar orang dengan gejala minimal, atau yang tidak menunjukkan gejala, yang tidak sedang diuji atau bahkan sedang diidentifikasi. Siapa yang tahu sudah berapa lama ia terinfeksi?" ungkapnya.
https://nonton08.com/comic-8-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar