Selasa, 14 Juli 2020

Yuk Donasikan Ponsel untuk Siswa Tak Mampu Belajar Online

 Sejak pandemi COVID-19 melanda, banyak pelajar di Indonesia terpaksa belajar secara online dan ponsel menjadi salah satu alat yang banyak digunakan. Masalahnya banyak di luar sana pelajar yang berasal dari keluarga yang belum beruntung.
Jangankan punya ponsel, untuk memenuhi makan saja mereka kesulitan. Kondisi inilah yang mendorong Ghina Ghaliya, Jurnalis The Jakarta Post, beserta rekannya di @wartawanlintasmedia membuat program donasi ponsel untuk pelajar kurang mampu.

"Ide awalnya ada pas keluargaku lagi kasih barang bekas untuk pemulung dekat rumah. Ternyata pemulungnya minta ponsel bekas buat anaknya belajar di rumah. Rumah kami di Tangsel, sehingga kemudian miris ternyata masih ada anak di perkotaan yg terkendala belajar dari rumah karena nggak punya gawai," ujar Ghina saat dihubungi detikINET.

Beberapa bulan sebelumnya Ghina dan rekannya @wartawanlintasmedia pun mendapati sebuah keluarga yang hanya punya satu ponsel untuk ramai-ramai belajar online saat menyalurkan bantuan sembako. Selain itu ada suami dan istri ingin daftar kartu prakerja tapi hanya punya ponsel satu saja.

"Mereka harus dipakai ganti-gantian, copot pasang SIM card. Untung anaknya masih pada kecil-kecil. Hal kayak gini kan juga menghambat keluarga mencari nafkah juga di tengah pandemi," kata Ghina.

Program donasi ponsel menargetkan dapat membantu 50 anak tak mampu di kawasan Jabodetabek. Ghina dan rekannya di @wartawanlintasmedia menerima beragam ponsel pintar yang masih berfungsi baik.

"Basically harus masih nyala, touch screen, tombol power dan volume nggak bermasalah. Retak sedikit nggak papa, baterai bocor juga nggak apa-apa. Charger tak ada juga nggak masalah nanti kita belikan," terang Ghina.

Nah detikers kalau kamu mau ikutan, bisa menghubungi Ghina di 08121091543 untuk pengiriman ke Tangsel. Atau Agnes di 081294631154 untuk pengiriman ke Jakarta.

Jika tidak punya ponsel nganggur untuk bantu belajar online dapat pula mendonasikan uang lewat Kita Bisa di link berikut ini.

"Tujuan penggalangan dana di Kita Bisa untuk membelikan paket data dan aksesoris ponsel untuk anak yang menerima ponsel bekas yang kami kumpulkan," kata Ghina.

"Bila dana yang dikumpulkan mencukupi, uang akan kami gunakan untuk membeli ponsel dan memberikannya kepada anak-anak dari keluarga yang kurang mampu di daerah lainnya," tandasnya.

Kalajengking Purba Pernah Kuasai Lautan

 Pada zaman Paleozoikum, sejumlah artropoda mewakili hewan raksasa di Bumi. Salah satunya adalah kalajengking laut yang ukurannya bisa sampai sebesar manusia bahkan lebih.
Eurypterida, demikian nama ilmiah dari kalajengking laut, punya penampakan yang mirip dengan kalajengking modern. Meski demikian, bentuk tubuh hewan purba ini hanya bisa dipakai untuk berenang, sehingga tempat tinggal mereka di laut.

Hewan perenang tangkas ini kemungkinan menggunakan anggota tubuh depannya yang besar dan bersenjatakan cakar untuk meraih mangsa. Selanjutnya mangsa akan mereka hancurkan di antara struktur seperti gigi di kaki mereka (disebut duri gnathobasic).

Belum diketahui persis apa yang dimakan hewan-hewan raksasa ini. Para peneliti memperkirakan eurypterida memakan ikan dan arthropoda yang lebih kecil.

Dikutip dari Science Alert, eurypterid diyakini merupakan nenek moyang kalajengking saat ini, dan mungkin saja juga semua arachnida, yaitu kelas hewan yang mencakup laba-laba dan artropoda berkaki delapan lainnya.

Selama 27 juta tahun kalajengking laut ini hidup. Mereka telah mengambil tempat di puncak rantai makanan, berkembang tanpa adanya predator alami.

Selain itu, eurypterida termasuk predator laut terbesar yang pernah muncul dalam catatan fosil. Salah satu dari jenis spesies ini, Jaekelopterus rhenaniae, diperkirakan memiliki panjang lebih dari 2,5 meter.

Menurut tim peneliti yang dipimpin Russell D.C Bicknell dari University of New England di Australia, kalajengking laut raksasa pertama kali diidentifikasi fosilnya pada 1899.

Akan tetapi, mereka masih belum bisa mengungkap alasan spesies ini bisa tumbuh subur di lautan sekitar Gondwana, sebuah superbenua purba yang terbagi hingga menciptakan beberapa benua modern di antaranya Afrika, Amerika Selatan, Australia, Antartika, India, dan Semenanjung Arab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar