Jumlah kasus virus Corona COVID-19 di Indonesia terus meningkat. Hingga Senin (6/7/2020), akumulasi kasus positif telah mencapai 64.958 orang.
Sementara itu, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh telah mencapai 29.919 dan yang meninggal menjadi 3.241.
Berikut ini detail perkembangan kasus virus Corona di Indonesia pada Senin (6/7/2020):
1. Jumlah kasus positif bertambah 1.209 menjadi 64.958.
2. Jumlah pasien sembuh bertambah 814 menjadi 29.919.
3. Jumlah pasien meninggal dunia bertambah 70 menjadi 3.241.
Data tersebut merupakan akumulasi yang tercatat hingga pukul 12.00 WIB hari ini.
Sebelumnya pada Minggu (5/7/2020), jumlah akumulatif kasus positif berada di angka 63.749, dengan 29.105 di antaranya sembuh dan 3.171 meninggal.
Heboh Kalung Eucalyptus, Kementan: Ini Bukan Jimat
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menegaskan kalung eucalyptus tidak diklaim sebagai anti virus. Meski demikian, kalung tersebut punya potensi membunuh virus.
"Ini bukan jimat," tegas Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry dalam konferensi pers di Bogor, Senin (6/7/2020).
"Ini scientific based research. Ada dasar ilmiahnya," lanjut Fadjry.
Meski tidak diklaim sebagai anti virus, bahan yang digunakan untuk membuat kalung yakni eucalyptus disebutnya memiliki potensi membunuh virus. Potensi tersebut dibuktikan lewat uji invitro di laboratorium pada model virus Corona.
Selain mengembangkan kalung eucalyptus, Kementan lebih dulu memasarkan dua produk sejenis dalam bentuk roll on dan inhaler. Keduanya terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai jamu.
Dalam kategorisasi obat tradisional, jamu tidak diharuskan menjalani pengujian, cukup berdasarkan pengalaman empiris.
Stres Hadapi Anak Jadi Tantangan Peneliti yang Membuat Vaksin COVID-19
Dunia masih menunggu vaksin virus Corona COVID-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut ada lebih dari seratus kandidat vaksin yang diuji, beberapa di antaranya kini mulai masuk dalam tahap akhir.
Terkait hal tersebut, salah satu perusahaan farmasi yang mendapat izin untuk memproduksi vaksin COVID-19, AstraZeneca melaporkan banyaknya peneliti yang stres menghambat progres vaksin Corona. Ini karena para peneliti yang bekerja di rumah harus membagi fokusnya menghadapi anak-anak mereka.
Survei menemukan ada 1.100 dari 8.300 pegawai AstraZeneca kewalahan karena pekerjaan rumah berkaitan dengan anak-anak.
"Sangat jelas hal ini akan jadi tantangan bagi yang punya anak kecil dan ayah-ibunya bekerja," kata Kepala Sumber Daya Manusia AstraZeneca, Fiona Cicconi, pada Reuters dan dikutip Senin (6/7/2020).
"Orang-orang mulai berkata mereka merasa sangat kewalahan. 'Ada banyak yang harus saya lakukan, bagaimana cara menyelesaikannya?" lanjut Fiona.
Menghadapi hal ini, AstraZeneca mengaku telah menyewa 80 guru untuk membantu pelajaran sekolah 1.300 anak-anak karyawannya. Langkah yang sama dilaporkan juga mulai dilakukan perusahaan lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar