Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjajaki investasi di Arab Saudi untuk kepentingan para jemaah. Sayangnya rencana tersebut harus ditunda imbas batalnya ibadah haji tahun ini.
Atas alasan tersebut, Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu mengatakan rencana investasi tersebut harus ikut ditunda, salah satunya investasi di bisnis katering
"Karena tahun ini tidak dilakukan haji maka investasi kami di katering itu ditunda sementara," kata dia dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR RI, Jakarta, Senin (6/7/2020).
Padahal dia menjelaskan pihaknya sudah intensif melakukan kajian bersama pihak Arab Saudi, tapi karena kondisi yang ada, pihaknya melakukan penundaan.
"Investasi luar negeri kami juga melakukan penundaan beberapa investasi luar negeri yang sudah dalam pipeline, termasuk katering yang sudah kita lakukan pembahasan dan pengkajian cukup intens dengan pihak Muasassah," lanjutnya.
Anggito menambahkan iklim investasi saat ini belum kondusif, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
"Ya memang memprihatinkan sekarang adalah kondisi investasi dalam negeri dan luar negeri, memang iklim investasinya belum kondusif dan returnnya juga turun karena memang investasi dalam negeri belum begitu kondusif seperti yang kita perkirakan," tambahnya.
Update Corona RI 6 Juli: 64.958 Positif, 29.919 Sembuh, 3.241 Meninggal
Jumlah kasus virus Corona COVID-19 di Indonesia terus meningkat. Hingga Senin (6/7/2020), akumulasi kasus positif telah mencapai 64.958 orang.
Sementara itu, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh telah mencapai 29.919 dan yang meninggal menjadi 3.241.
Berikut ini detail perkembangan kasus virus Corona di Indonesia pada Senin (6/7/2020):
1. Jumlah kasus positif bertambah 1.209 menjadi 64.958.
2. Jumlah pasien sembuh bertambah 814 menjadi 29.919.
3. Jumlah pasien meninggal dunia bertambah 70 menjadi 3.241.
Data tersebut merupakan akumulasi yang tercatat hingga pukul 12.00 WIB hari ini.
Sebelumnya pada Minggu (5/7/2020), jumlah akumulatif kasus positif berada di angka 63.749, dengan 29.105 di antaranya sembuh dan 3.171 meninggal.
Heboh Kalung Eucalyptus, Kementan: Ini Bukan Jimat
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menegaskan kalung eucalyptus tidak diklaim sebagai anti virus. Meski demikian, kalung tersebut punya potensi membunuh virus.
"Ini bukan jimat," tegas Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry dalam konferensi pers di Bogor, Senin (6/7/2020).
"Ini scientific based research. Ada dasar ilmiahnya," lanjut Fadjry.
Meski tidak diklaim sebagai anti virus, bahan yang digunakan untuk membuat kalung yakni eucalyptus disebutnya memiliki potensi membunuh virus. Potensi tersebut dibuktikan lewat uji invitro di laboratorium pada model virus Corona.
Selain mengembangkan kalung eucalyptus, Kementan lebih dulu memasarkan dua produk sejenis dalam bentuk roll on dan inhaler. Keduanya terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai jamu.
Dalam kategorisasi obat tradisional, jamu tidak diharuskan menjalani pengujian, cukup berdasarkan pengalaman empiris.
https://blogkitasehat.blogspot.com/feeds/posts/default?max-results=400
Tidak ada komentar:
Posting Komentar