Baru-baru ini artis FTV Hana Hanifah membuat heboh. Ia terjerat dugaan kasus prostitusi dan menerima uang hingga 20 juta rupiah.
Hal ini dijelaskan Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko. Hana disebut telah menerima Rp 20 juta dari pria berinisial A sebelum ke Medan. Apa saja kemungkinan alasan psikologis pria rela mengeluarkan uang puluhan juta untuk jasa seks?
Psikolog klinis Ni Made Diah Ayu Anggreni, MPsi dari Personal Growth menilai pria yang berani mengeluarkan uang hingga puluhan juta rupiah berkaitan dengan rasa 'bangga' pada diri mereka. Mengapa begitu?
"Sebenarnya sih pada umumnya kenapa laki-laki rela gitu ya mengeluarkan banyak uang secara umum sih mendapatkan kepuasan dan juga pengakuan, jadi semakin tinggi harganya semakin itu menunjukkan kelasnya, semakin banggalah laki-lakinya dengan teman-teman yang lain," ujar Diah saat dihubungi detikcom Rabu (15/7/2020).
Sementara itu, Nuzulia Rahma Tristinarum psikolog dari Pro Help Center menjelaskan ada kemungkinan kelainan seksual seperti kecanduan pornografi. Kecanduan tersebut sudah sampai di tahap yang cukup tinggi.
"Bisa jadi (kepuasan tertentu), atau ada kelainan seksual misalnya kecanduan pornografi juga bisa jadi salah satu penyebab beli jasa seks. Sudah sampai tahap kecanduan atau addicted," jelas Rahma saat diwawancara terpisah.
Adapula alasan lain yang bisa menjadi faktor seseorang berani mengeluarkan uang banyak untuk jasa seks. Seperti berkaitan dengan hypersexual.
"Ada juga hypersexual,"pungkasnya.
Rekor 1 Juta Warga Inggris Setop Merokok Selama Pandemi Corona
- Sebuah survei menunjukkan lebih dari satu juta orang berhenti merokok sejak pandemi virus Corona COVID-19 melanda. Survei Action on Smoking and Health (Ash) menyebut 41 persen di antara mereka berhenti merokok berkaitan dengan pandemi Corona.
Secara terpisah, University College London (UCL) menemukan lebih banyak orang berhenti merokok tahun ini, data tersebut dikumpulkan hingga Juni 2020. Tertinggi dibandingkan tahun mana pun sejak survei dimulai pada 2007 silam. Sebelumnya pemerintah Inggris mengatakan perokok mungkin berisiko mengalami gejala virus Corona COVID-19 yang lebih parah.
Dikutip dari BBC, survei yang disebar dari 15 April hingga 20 Juni mewakili 10 ribu orang yang terdaftar di YouGov atas nama Ash. Mereka ditanya soal kebiasaan merokok. Hasilnya untuk memperkirakan jumlah orang yang berhenti merokok di Inggris.
Sebagian besar berhenti merokok terkait dengan pandemi Corona seperti memperhatikan masalah kesehatan, akses membeli rokok yang sulit karena sedang isolasi diri, dan juga berkurangnya kegiatan sosial. Sebuah tim di University College London mensurvei seribu orang dalam 1 bulan di Inggris soal kebiasaan merokok mereka sejak 2007.
Hingga Juni 2020, 7,6 persen perokok yang ikut serta dalam survei menyatakan berhenti merokok, hampir sepertiga lebih tinggi dari rata-rata dan proporsi tertinggi sejak survei dimulai lebih dari satu dekade lalu.
"Lebih dari satu juta perokok mungkin telah berhasil menghentikan kebiasaan merokok sejak COVID-19 menghantam Inggris, tetapi jutaan orang lainnya terus merokok," kata peneliti.
https://cinemamovie28.com/cast/greg-grunberg/feed/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar