Kamis, 16 Juli 2020

3 Fakta Penting Corona, Pelajaran dari Klaster Secapa TNI AD

 Kamis (9/7/2020), masyarakat dikejutkan dengan lonjakan kasus positif Corona sebanyak 2.657 kasus dalam sehari. Jawa Barat menyumbang 962 kasus, sebagian besar berasal dari klaster sekolah calon perwira (Secapa) TNI AD.
Klaster ini telah diinvestigasi sejak 29 Juni lalu. Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan sebanyak 1.262 orang terkonfirmasi positif Corona di klaster Secapa TNI AD di Bandung.

Menurut anggota Tim Ahli Epidemiologi dan Informatika Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dr Dewi Nur Aisyah, ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dari kasus klaster Secapa TNI AD, seperti sebagai berikut:

1. Virus Corona cepat menyebar
dr Dewi mengatakan, Secapa TNI AD mirip seperti asrama dan pesantren yang merupakan tempat berkumpulnya banyak orang dalam waktu lama dan berisiko terjadinya penularan COVID-19.

"Ketika ada orang banyak berkumpul dalam satu tempat satu waktu dan bisa jadi sirkulasi udaranya tidak baik juga akan mempengaruhi laju penularan. Satu orang menginfeksi dengan cepat dia menyebar," kata dr Dewi di siaran langsung BNPB melalui kanal YouTube, Rabu (15/7/2020).

2. Tubuh bugar juga bisa kena Corona
Praktisi kesehatan dan juga host acara BNPB, dr Lula Kamal, MSc, mengatakan orang-orang yang berada di dalam Secapa TNI AD kemungkinan memiliki tubuh yang bugar dan sehat, tetapi masih bisa terinfeksi Corona.

"Kita bayangkan semua umurnya muda, kebayang dong ya harus olahraga, makannya juga jelas. Jadi kita melihat ini orang-orang dengan daya tubuh yang baik jadi 1.262 positif (COVID-19," ujar dr Lula dalam siaran langsung BNPB melalui kanal YouTube, Rabu (15/7/2020).

"Yang ada gejalanya saja cuma 17 dan ringan pula, sisanya yang 1.240 sekian itu tidak ada gejalanya," terangnya.

3. Tanpa gejala tetap bisa tularkan Corona
Sebanyak 1.245 orang yang dilaporkan positif Corona tidak memiliki gejala, sehingga kemungkinan tanpa sadar mereka telah saling menularkan virus Corona satu sama lain sebelumnya.

"Potensi orang yang tidak bergejala potensi sekali menyebarkan, karena mereka tidak sadar kalau sudah terinfeksi," jelas dr Dewi.

Rogoh Puluhan Juta untuk Seks, Mungkin Ini yang Dicari Pria Hidung Belang

Baru-baru ini artis FTV Hana Hanifah membuat heboh. Ia terjerat dugaan kasus prostitusi dan menerima uang hingga 20 juta rupiah.
Hal ini dijelaskan Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko. Hana disebut telah menerima Rp 20 juta dari pria berinisial A sebelum ke Medan. Apa saja kemungkinan alasan psikologis pria rela mengeluarkan uang puluhan juta untuk jasa seks?

Psikolog klinis Ni Made Diah Ayu Anggreni, MPsi dari Personal Growth menilai pria yang berani mengeluarkan uang hingga puluhan juta rupiah berkaitan dengan rasa 'bangga' pada diri mereka. Mengapa begitu?

"Sebenarnya sih pada umumnya kenapa laki-laki rela gitu ya mengeluarkan banyak uang secara umum sih mendapatkan kepuasan dan juga pengakuan, jadi semakin tinggi harganya semakin itu menunjukkan kelasnya, semakin banggalah laki-lakinya dengan teman-teman yang lain," ujar Diah saat dihubungi detikcom Rabu (15/7/2020).

Sementara itu, Nuzulia Rahma Tristinarum psikolog dari Pro Help Center menjelaskan ada kemungkinan kelainan seksual seperti kecanduan pornografi. Kecanduan tersebut sudah sampai di tahap yang cukup tinggi.

"Bisa jadi (kepuasan tertentu), atau ada kelainan seksual misalnya kecanduan pornografi juga bisa jadi salah satu penyebab beli jasa seks. Sudah sampai tahap kecanduan atau addicted," jelas Rahma saat diwawancara terpisah.

Adapula alasan lain yang bisa menjadi faktor seseorang berani mengeluarkan uang banyak untuk jasa seks. Seperti berkaitan dengan hypersexual.

"Ada juga hypersexual,"pungkasnya.
https://cinemamovie28.com/cast/carl-lundstedt/feed/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar