Minggu, 23 Agustus 2020

Berbagi Jalan dengan Rombongan Gowes Akhir Pekan

 Hampir tiap akhir pekan, rombongan gowes berkecepatan tinggi kerap terlihat di jalanan ibukota. Bukan di jalur sepeda tentunya, melainkan membaur dengan kendaraan bermotor di jalur yang lebih cepat.
Lho bukankah sudah ada jalur khusus sepeda? Memang lebih dianjurkan untuk bersepeda di jalur yang tersedia. Beberapa ruas jalan di Jakarta sudah dilengkapi dengan jalur khusus berwarna hijau.

Namun persoalannya, dengan lebar hanya sekitar 1-2 meter, jalur tersebut lebih ditujukan bagi sepeda berkecepatan tidak lebih dari 20 km/jam. Sedangkan rombongan gowes yang sering terlihat bergerombol adalah pengguna roadbike, jenis sepeda yang memang didesain untuk melaju dengan kecepatan tinggi.

Beberapa peloton, sebutan untuk rombongan roadbike yang sedang latihan, bisa melaju hingga 40 km/jam. Bahkan pada level kebugaran tertentu, dan dengan spesifikasi gearset tertentu, bisa mencapai kecepatan kecepatan 60 km/jam.

Melaju dengan kecepatan setinggi itu di jalur sempit tentu membahayakan. Belum lagi, jalur sepeda yang biasanya terletak di sisi paling pinggir umumnya banyak berhadapan dengan macam-macam rintangan, mulai dari parkir liar hingga galian lubang yang meningkatkan risiko kecelakaan.

Membaur dengan kendaraan bermotor di jalur yang lebih cepat kadang-kadang terpaksa dilakukan. Biasanya di pagi hari ketika lalu lintas belum terlalu padat, atau kadang-kadang dengan pengawalan agar lebih aman.

Kondisi inilah yang kerap jadi perdebatan di kalangan pemakai kendaraan bermotor, perlukah berbagi jalan dengan pesepeda?

Seorang dokter yang juga pegiat olahraga sepeda jenis roadbike, dr Falla Adinda, menyebut kuncinya adalah saling berbagi. Sebagai pesepeda, jika memang harus masuk jalur kendaraan bermotor maka harus tertib dan tidak menyerobot.

"Jangan sampai sepeda mengambil hak ruang jalur mobil, begitu juga sebaliknya. Ketahui dulu jalur apa yang bisa dipakai," saran dr Falla, ditemui baru-baru ini di Jakarta.

Dalam beberapa kasus, rombongan pesepeda jadi sorotan viral karena tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Terbaru, serombongan pesepeda melintas di Jalan Layan Non Tol (JLNT) Antasari ketika tidak sedang ada Car Free Day (CFD). Padahal, ada rambu-rambu larangan bagi sepeda untuk melintas. Perilaku seperti ini tentunya juga harus dihindari.

"Untuk para pesepeda, jadilah pegowes yang bertanggung jawab, menaati aturan lalu lintas yang ada. Ini berlaku juga untuk semua kendaraan," pesan dr Falla.

Punya pendapat soal berbagi jalan antara sepeda dengan kendaraan bermotor? Sampaikan di kolom komentar.

3 Pesan Psikolog Soal Sosok Bu Tejo yang Viral

 Film pendek 'Tilik' hasil kerja sama Ravacana Films dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta viral di sosial media. Film ini mengisahkan perjalanan ibu-ibu kampung menjenguk Bu Lurah di rumah sakit menggunakan truk. Salah satu tokoh di dalamnya, Bu Tejo, sepanjang perjalanan bergosip gadis kembang desa bernama Dian.
Tokoh lain, Yu Ning, merupakan sosok saudara jauh Dian tidak suka mendengar omongan Bu Tejo karena menurutnya apa yang diomongkan tidak ada buktinya. Karenanya, sepanjang perjalanan Bu Tejo dan Yu Ning terlibat perdebatan sengit.

Banyak orang menilai, adegan maupun dialog dalam film ini sangat mencerminkan keseharian. Begosip tanpa bukti dan tidak menelusur sumber informasi, tetapi buru-buru membangun asumsi. Hasilnya adalah keresahan.

Beberapa nilai yang bisa dipetik adalah sebagai berikut.

1. Menggambarkan kehidupan sehari-hari
Karakter Bu Tejo yang ceplas-ceplos dan senang bergosip dianggap menggambarkan ibu-ibu yang suka bergosip saat berkumpul. Gosip dan gaya bicara Bu Tejo sangat mencerminkan pembahasan para ibu-ibu yaitu mengurusi kehidupan orang.

"Viral karena relate dengan masyarakat sih karena kan in everyday life," ucap psikolog klinis dari Personal Growth, Veronica Adesla saat dihubungi detikHealth baru-baru ini.

"Ngomongin orang, membangun asumsi dan penjelasan mengenai seseorang atau sesuatu hal hanya berdasarkan secuplik informasi yang tidak komplet," lanjutnya.
https://kamumovie28.com/you-and-forgive-two-people-only-secret-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar