Minggu, 23 Agustus 2020

Demi Riset, Jerman Sengaja Gelar Konser Indoor Saat Pandemi Corona

 Ilmuwan di Jerman telah mengadakan tiga konser saat pandemi Corona tengah berlangsung. Sekitar 1.500 relawan sehat berusia 18-50 tahun ambil bagian dalam penelitian ini.
Studi konser yang disebut Restart-19 dilakukan untuk menyelidiki kondisi apakah acara dalam ruangan atau indoor bisa diselenggarakan selama pandemi Corona.

Dikutip dari BBC, konser pertama dari tiga konser mensimulasikan sebuah acara sebelum adanya pandemi, yakni tanpa tindakan jaga jarak. Konser kedua melibatkan kebersihan yang lebih baik seperti menerapkan jarak sosial. Sesi ketiga hanya melibatkan setengah jumlah audiens dan setiap orang diberi jarak 1,5 meter.

Peserta atau penonton konser sebelumnya sudah dites COVID-19 dan diberi masker wajah dan alat pelacak pengukur jarak. Peneliti juga dilaporkan menggunakan cairan flouresen untuk melihat permukaan mana yang paling sering disentuh oleh penonton.

"Pengumpulan data berjalan dengan sangat baik jadi kami memiliki data berkualitas baik, suasananya bagus dan kami sangat puas melihat adanya kedisiplinan memakai masker," kata ketua peneliti Dr Stefan Moritz dari Martin Luther University Halle-Wittenberg.

Konser tersebut menampilkan penyanyi pop Jerman Tim Bendzko. Dalam penuturannya, Bendzko menyebut acara itu melebihi ekspektasinya.

"Kami sangat menikmatinya Awalnya saya kira akan sangat steril karena topengnya, tapi ternyata seru. Saya berharap hasil ini akan membantu kami mengadakan konser segera di depan penonton," tutur Bendzko.

Penelitian ini menerima sekitar 990.000 euro atau sekitar Rp 17 miliar dana dari negara bagian Saxony-Anhalt dengan tujuan membantu membuka jalan bagi dimulainya kembali acara olahraga dan musik dalam ruangan utama dengan memastikan tingkat risiko yang realistis.

"Pandemi Corona melumpuhkan industri event. Selama ada risiko infeksi, konser besar, pameran dagang, dan acara olahraga tidak dapat dilakukan. Inilah mengapa sangat penting untuk mengetahui kondisi teknis mana yang dapat secara efektif meminimalkan risiko," kata Menteri Ekonomi dan Sains Saxony-Anhalt, Prof Armin Willingmann.

Kematian Global karena COVID-19 Tembus 800 Ribu, Terbanyak di 5 Negara Ini

Jumlah kematian akibat virus Corona COVID-19 di seluruh dunia telah melewati angka 800 ribu. Data yang dihimpun worldometer.info menunjukkan Amerika Serikat dan Brazil paling banyak menyumbang angka kematian.
Pantauan hingga Minggu (23/8/2020) pagi, jumlah kasus positif di seluruh dunia sudah mencapai 23.359.7690 kasus. Sebanyak 807.703 pasien meninggal dunia dan 15.891.502 dinyatakan sembuh.

Kematian paling tinggi dilaporkan di 5 negara berikut:

Amerika Serikat 180.166 kasus
Brasil 114.277 kasus
Meksiko 59.610 kasus
India 56.846 kasus
Inggris 41.423 kasus.
Berdasarkan data 2 pekan terakhir, Reuters memperkirakan rata-rata 5.900 orang menuju ajal tiap 24 jam karena COVID-19. Perhitungan ini setara dengan 246 pasien per ham atau satu pasien per 15 detik.
https://kamumovie28.com/the-marine-5-battleground-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar