Minggu, 23 Agustus 2020

Indonesia Amankan Pasokan 50 Juta Dosis Vaksin Corona Sinovac

 PT Bio Farma telah mengamankan 50 juta dosis bulk atau konsentrat vaksin Corona Sinovac Ready to Fill (RTF) yang akan mulai dipasok November 2020 mendatang. Setidaknya ada 50 juta dosis vaksin Corona di awal tahun depan.
"Bulk ini nantinya akan jadi dalam juta dosis, yakni 50 juta dosis," kata Corporate Secretary Bio Farma Bambang Heriyanto dikutip dari CNBC, Minggu (23/8/2020).

Kedua perusahaan, Bio Farma dan Sinovac, telah melakukan penandatanganan Preliminary Agreement of Purchase and Supply of Bulk Production of Covid-19 Vaccine pada 20 Agustus 2020 di Hainan, China. Dalam kesepakatan tersebut Sinovac akan memasok 50 juta dosis bulk mulai November 2020 hingga Maret 2021. Tiap bulannya, jumlah bulk yang masuk sebanyak 10 juta dosis.

Dijelaskan oleh Bambang, setelah bulk vaksin masuk ke Indonesia, tetap akan dilakukan serangkaian pengujian dan tes di Bio Farma dan BPOM sebelum diproduksi. Produksi tetap akan baru dimulai setelah selesai uji klinis fase 3 selesai pada Januari 2021.

"Bulk yang akan diterima, mulai bulan November 2020 tidak akan langsung diproduksi, melainkan tetap akan menunggu UK fase 3 selesai dilaksanakan sambil dilakukan beberapa tahapan pengujian di lab Bio Farma dan registrasi ke Badan POM," jelasnya.

Dikutip dari Antara, Menteri BUMN yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPEN) Erick Thohir mengatakan perjanjian kerja sama Bio Farma-Sinovac tidak hanya mengolah dan mendistribusikan saja, ada unsur transfer teknologi antara kedua perusahaan tersebut.

"Dalam kunjungan ini, kita ingin memastikan transformasi dari industri kesehatan kita di mana Bio Farma kerja sama dengan Sinovac adalah sebuah kerja sama yang win-win, bahwa menyepakati dengan Sinovac dalam hal transfer knowledge, ini yang perlu digarisbawahi," ujar Erick.

Berbagi Jalan dengan Rombongan Gowes Akhir Pekan

 Hampir tiap akhir pekan, rombongan gowes berkecepatan tinggi kerap terlihat di jalanan ibukota. Bukan di jalur sepeda tentunya, melainkan membaur dengan kendaraan bermotor di jalur yang lebih cepat.
Lho bukankah sudah ada jalur khusus sepeda? Memang lebih dianjurkan untuk bersepeda di jalur yang tersedia. Beberapa ruas jalan di Jakarta sudah dilengkapi dengan jalur khusus berwarna hijau.

Namun persoalannya, dengan lebar hanya sekitar 1-2 meter, jalur tersebut lebih ditujukan bagi sepeda berkecepatan tidak lebih dari 20 km/jam. Sedangkan rombongan gowes yang sering terlihat bergerombol adalah pengguna roadbike, jenis sepeda yang memang didesain untuk melaju dengan kecepatan tinggi.

Beberapa peloton, sebutan untuk rombongan roadbike yang sedang latihan, bisa melaju hingga 40 km/jam. Bahkan pada level kebugaran tertentu, dan dengan spesifikasi gearset tertentu, bisa mencapai kecepatan kecepatan 60 km/jam.

Melaju dengan kecepatan setinggi itu di jalur sempit tentu membahayakan. Belum lagi, jalur sepeda yang biasanya terletak di sisi paling pinggir umumnya banyak berhadapan dengan macam-macam rintangan, mulai dari parkir liar hingga galian lubang yang meningkatkan risiko kecelakaan.

Membaur dengan kendaraan bermotor di jalur yang lebih cepat kadang-kadang terpaksa dilakukan. Biasanya di pagi hari ketika lalu lintas belum terlalu padat, atau kadang-kadang dengan pengawalan agar lebih aman.
https://kamumovie28.com/scary-movie-5-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar