Sabtu, 22 Agustus 2020

Iseng Banget, Kamera Thermal Dipakai untuk Pilih Gorengan yang Masih Anget

Kamera thermal belakangan ini banyak disebut karena dipakai untuk mendeteksi gejala infeksi virus corona Wuhan (2019-nCoV) di bandara dan pelabuhan. Teknologi serupa sepertinya bisa dipakai untuk keperluan lain, misalnya memilih gorengan yang masih hangat.
Seperti diungkap oleh akun @kizuki** di Twitter. Dengan menyambungkan kamera thermal ke ponsel, memilih gorengan yang masih hangat di antara yang sudah dingin jadi terlihat sangat mudah.

Kamera thermal, seperti halnya thermal scanner di bandara, bekerja dengan mendeteksi panas. Sebagai penangkal penyakit, alat tersebut biasanya akan menandai orang-orang dengan suhu tubuh di atas normal yakni 37,5 derajat celcius.

Cara kerja kamera thermal belakangan juga banyak dipakai untuk lelucon. Seperti yang viral baru-baru ini, kamera thermal disebut-sebut bisa mendeteksi gas pencernaan alias kentut.

Jangan buru-buru percaya. Kamera thermal bekerja dengan menembakkan sinar infra merah, sehingga tidak sembarang panas bisa terdeteksi. Kentut yang berupa gas tidak memantulkan kembali infra merah dan seharusnya tidak terdeteksi dengan thermal kamera.

Alasan China Wajibkan Kremasi untuk Korban Virus Corona

Otoritas kesehatan China NHC mewajibkan jenazah pasien virus corona Wuhan (2019-nCoV) untuk dikremasi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah persebaran virus.
"Tidak ada upacara perpisahan atau kegiatan pemakaman lainnya yang melibatkan mayat," tulis NHC eperti dikutip dari Business Insider.

Kewajiban mengkremasi jenazah berdampak juga pada aktivitas di rumah duka. Seorang pekerja krematorium di Wuhan, Yun, mengungkap dalam sehari bisa mengkremasi 100 jenazah.

"Sejak 28 Januari lalu, 90 persen pekerja kami bekerja 24 jam dalam 7 hari. Kami tidak bisa pulang. Kami benar-benar butuh lebih banyak tenaga kerja," katanya dikutip dari Daily Star.

Tingginya beban kerja juga berdampak pada pola hidup sehari-hari. Para pekerja di krematorium sering terlambat makan dan minum demi penghematan karena pakaian pelindungnya tidak bisa dipakai lagi setelah dilepas.

Daftar Sayuran yang Lebih Sehat Dimakan Mentah dan yang Harus Dimasak

 American Institute of Cancer Research (AICR) mengulas sebuah penelitian yang mengatakan, perempuan yang mengonsumsi 5,5 porsi sajian buah dan sayur setiap hari memiliki risiko 11 persen lebih rendah terkena kanker payudara daripada mereka yang mengonsumsi 2,5 porsi sajian sayur dan buah.
Porsi sajian didasarkan pada secangkir sayur dedaunan mentah, 1,5 cangkir sayur matang, atau 1,5 cangkir potongan buah/buah yang diolah.

Mengurangi konsumsi daging merah dan makanan cepat saji juga menjadi salah satu cara menghindari resiko kanker. Tak heran, diet mediterania menjadi salah satu sarana terbaik mengurangi resiko kanker dengan cara mengonsumsi sayuran mentah.

Mengonsumsi sayuran dalam kondisi mentah atau matang sama saja manfaatnya untuk menjaga tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Namun, ada baiknya mengetahui sayuran apa saja yang baik dikonsumsi saat mentah dan matang. Berikut jenis sayuran yang baik dikonsumsi mentah dan matang.

Beberapa sayuran yang lebih baik dimakan mentah adalah:

1. Brokoli
Panas dapat mengurangi kandungan sulforaphane dalam brokoli. Padahal, senyawa ini dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.

2. Kol
Pemasakan dapat menghancurkan enzim myrosinase, yang juga dapat mencegah kanker.

3. Bawang putih
Juga mengandung senyawa sulfur (yaitu allicin) yang dapat mencegah pertumbuhan kanker. Senyawa allicin ini rentan terhadap panas.

4. Bawang bombay
Mengonsumsi bawang bombai mentah dapat membantu Anda dalam mencegah penyakit jantung karena kandungan antiplateletnya. Suhu panas dapat mengurangi kandungan ini.
https://nonton08.com/bloodsucking-bastards/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar