Sabtu, 22 Agustus 2020

Kemenkes Malaysia Laporkan Pasien Sembuh dari Virus Corona Tanpa Obat

Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) melaporkan seorang warga negara China berhasil sembuh dari virus corona dengan bantuan perawatan tanpa obat khusus. Pasien laki-laki tersebut merupakan kasus ke-10 virus corona di Malaysia.
"Tiga pasien #novelcoronavirus2019 di negara ini sudah sembuh dan boleh pulang dari rumah sakit," cuit akun resmi Twitter KKM pada Senin (10/2/2020).

Dikutip dari New Straits Times, Direktur Jenderal KKM Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan pasien diberi perawatan berdasarkan gejala dan dimonitor secara intens. Pasien tidak diberikan obat antiviral apapun.

"Dua tes dilakukan pada pasien tanggal 7 dan 8 Februari menunjukkan hasil negatif... Pasien dibolehkan pulang," kata Dr Noor Hisham.

Terkait obat virus corona beberapa negara memang dilaporkan sedang berlomba untuk menciptakannya. Thailan misalnya dilaporkan memanfaatkan obat yang biasa dipakai untuk human immunodeficiency virus (HIV) sementara China memakai obat eksperimental remdesivir yang pernah dipakai untuk melawan virus ebola.

Spesialis paru dr Frans Abednego Barus, SpP, dari OMNI Hospitals Pulomas menjelaskan kasus infeksi virus corona sebetulnya memang bisa sembuh sendiri. Hal ini tergantung dari kekuatan sistem imun seseorang.

Bila sistem imun seseorang dalam kondisi optimal, maka tubuhnya mungkin bisa bertahan dari serangan sampai virus mati. Virus mati karena 'ditelan' sel imun.

"Virusnya memang self limiting disease mati setelah lima sampai tujuh hari," kata dr Frans pada detikcom beberapa waktu lalu.

Iseng Banget, Kamera Thermal Dipakai untuk Pilih Gorengan yang Masih Anget

Kamera thermal belakangan ini banyak disebut karena dipakai untuk mendeteksi gejala infeksi virus corona Wuhan (2019-nCoV) di bandara dan pelabuhan. Teknologi serupa sepertinya bisa dipakai untuk keperluan lain, misalnya memilih gorengan yang masih hangat.
Seperti diungkap oleh akun @kizuki** di Twitter. Dengan menyambungkan kamera thermal ke ponsel, memilih gorengan yang masih hangat di antara yang sudah dingin jadi terlihat sangat mudah.

Kamera thermal, seperti halnya thermal scanner di bandara, bekerja dengan mendeteksi panas. Sebagai penangkal penyakit, alat tersebut biasanya akan menandai orang-orang dengan suhu tubuh di atas normal yakni 37,5 derajat celcius.

Cara kerja kamera thermal belakangan juga banyak dipakai untuk lelucon. Seperti yang viral baru-baru ini, kamera thermal disebut-sebut bisa mendeteksi gas pencernaan alias kentut.

Jangan buru-buru percaya. Kamera thermal bekerja dengan menembakkan sinar infra merah, sehingga tidak sembarang panas bisa terdeteksi. Kentut yang berupa gas tidak memantulkan kembali infra merah dan seharusnya tidak terdeteksi dengan thermal kamera.

Alasan China Wajibkan Kremasi untuk Korban Virus Corona

Otoritas kesehatan China NHC mewajibkan jenazah pasien virus corona Wuhan (2019-nCoV) untuk dikremasi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah persebaran virus.
"Tidak ada upacara perpisahan atau kegiatan pemakaman lainnya yang melibatkan mayat," tulis NHC eperti dikutip dari Business Insider.

Kewajiban mengkremasi jenazah berdampak juga pada aktivitas di rumah duka. Seorang pekerja krematorium di Wuhan, Yun, mengungkap dalam sehari bisa mengkremasi 100 jenazah.

"Sejak 28 Januari lalu, 90 persen pekerja kami bekerja 24 jam dalam 7 hari. Kami tidak bisa pulang. Kami benar-benar butuh lebih banyak tenaga kerja," katanya dikutip dari Daily Star.

Tingginya beban kerja juga berdampak pada pola hidup sehari-hari. Para pekerja di krematorium sering terlambat makan dan minum demi penghematan karena pakaian pelindungnya tidak bisa dipakai lagi setelah dilepas.
https://nonton08.com/chocolate-strawberry/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar