Jumat, 10 Juli 2020

Vending Machine di Jepang Pakai Fitur Pengenalan Wajah

 Vending Machine atau mesin penjual otomatis cukup mudah dalam hal penggunaannya. Pengguna cukup masukkan uang ke dalam slot koin atau uang kertas, lalu tekan tombol barang yang diinginkan dan setelah itu sudah bisa mendapatkan produknya yang diinginkan.
Dilansir detiKINET dari Ubergizmo, di Jepang tampaknya beberapa mesin penjual otomatisnya akan diberikan fitur teknologi dengan sistem pemindai wajah.

Kerjasama dengan DyDo sebuah perusahaan pembuat minuman dan NEC akan membuat mesin penjual otomatis dengan sistem pengenalan wajah Bio-IDion NEC. Konsepnya adalah dengan memindai wajah konsumen, setelah itu dapat melakukan pembayaran tanpa harus menggunakan uang tunai.

Konsumen akan diminta untuk mendaftarkan akun dengan mengirimkan foto dan menautkan kartu kredit, sehingga ketika mesin mengenali wajah konsumen. Vending machine akan secara otomatis membebani kartu atas pembelian konsumen.

Hal ini akan berguna jika Anda tidak memiliki uang tunai dan menginginkan cara pembayaran yang berpotensi lebih cepat.

Perlu dicatat, beberapa mesin penjual otomatis di Jepang sudah menawarkan metode pembayaran alternatif seperti menggunakan kereta.

Melansir dari soranews24 untuk soal keamanan privasi data meski ini menggunakan teknologi pemindaian wajah, konsumen juga harus memasukkan nomor kode empat digit.

Vending machine dengan sistem pengenalan wajah di Jepang sudah mulai digunakan mulai 3 Juli di beberapa kantor dan pabrik DyDo dan NEC sebagai bagian uji coba selama tiga bulan.

Google Larang Pengguna Android Instal AnTuTu, Kenapa?

Drama antara Google dan AnTuTu masih berlanjut. Setelah Google menghapus AnTuTu dari Play Store, kini mereka mencegah pengguna Android untuk menginstal aplikasi benchmark tersebut dari pihak ketiga.
Dikutip detikINET dari Android Police, Jumat (10/7/2020) Play Protect, layanan Google yang melindungi pengguna dari potensi menginstal aplikasi berbahaya, mulai memblokir instalasi AnTuTu di ponsel Android.

Jika pengguna berusaha untuk menginstal APK AnTuTu, akan ada peringatan dari Play Protect yang mengatakan aplikasi ini bisa mengumpulkan data yang digunakan untuk melacak pengguna.

Selain itu, pengguna yang membuka situs AnTuTu lewat browser Google Chrome untuk mengunduh APK juga akan diberi peringatan bahwa situs ini mengandung aplikasi yang berbahaya dan bisa digunakan untuk mengumpulkan data pengguna.

Peringatan ini muncul ketika Android Police mencoba untuk menginstal AnTuTU versi 8.3.9 dan 8.3.5. Tapi versi 8.3.4 dan sebelumnya sepertinya tidak memicu peringatan.
Saat ini pengguna masih bisa memiliki jalan pintas untuk tetap menginstal aplikasi tersebut meski mendapatkan peringatan. Tapi ada spekulasi bahwa instalasi AnTuTu akan dilarang sepenuhnya dalam waktu dekat.

Google sendiri telah menendang AnTuTu dari Play Store pada Maret lalu. Saat itu pencekalan AnTuTu sepertinya terkait dengan dihapusnya puluhan aplikasi buatan Cheetah Mobile, developer yang telah melanggar kebijakan Play Store beberapa kali.

Tapi CEO AnTuTu Zhao Chen saat itu mengklaim bahwa perusahaannya tidak terkait dengan Cheetah Mobile, meski ia mengakui bahwa developer itu merupakan salah satu investor AnTuTu.

Hingga saat ini baik Google maupun AnTuTu belum memberikan informasi terkait perubahan ini. Google juga belum memberi alasan mengapa mereka kukuh untuk melarang instalasi AnTuTu di ponsel Android.
https://nonton08.com/purpose-of-reunion/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar