Jumat, 17 Juli 2020

Jubir RI Jelaskan Kriteria Kontak Dekat Kasus Corona, Kamu Termasuk?

Kasus konfirmasi positif virus Corona COVID-19 di Indonesia masih terus bertambah. Pada hari Kamis (16/7/2020), pemerintah Indonesia lewat juru bicara Achmad Yurianto melaporkan ada penambahan 1.574 kasus positif sehingga total yang sudah dikonfirmasi menjadi 81.668.
Pria yang akrab disapa Yuri ini menjelaskan orang-orang yang masuk kriteria kasus COVID-19. Mereka disebut berisiko tertular sehingga harus mendapat perhatian lebih untuk segera diperiksa dan mengisolasi diri.

"Pertama kontak itu merupakan kontak dekat tatap muka tanpa perlindungan, tanpa menggunakan masker, tanpa menggunakan face shield, dengan kasus konfirmasi atau probable pada jarak kurang dari satu meter dan dalam waktu lebih dari 15 menit," papar Yuri dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Kamis (16/7/2020).

"Kedua adalah orang yang melakukan sentuhan fisik secara langsung dengan kasus konfirmasi positif atau probable. Misalnya bersalaman, berpegangan tangan, atau yang lain-lain," lanjutnya.

Orang yang memberikan perawatan terhadap para pasien positif Corona atau probable tanpa alat pelindung diri (APD) memenuhi syarat juga bisa masuk dalam kategori kontak dekat.

Kasus-kasus kontak dekat bisa diambil dari dua hari sebelum pasien menunjukkan gejala sampai 14 hari setelah gejala muncul. Sementara untuk pasien minim gejala maka kasus kontak dekat diambil dari dua hari sebelum sampel diambil sampai dengan 14 hari setelahnya.

"Ini menjadi penting karena inilah kelompok-kelompok yang harus kita identifikasi dengan jelas pada saat melakukan tracing secara masif," pungkas Yuri.

Pemerintah Sebut Kasus Transmisi Corona Banyak Terjadi di Kantor, Ini Alasannya

 Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan transmisi penularan virus Corona COVID-19 banyak terjadi di lingkungan kantor.
"Identifikasi berikutnya dari penambahan kasus ini, ternyata penambahan kasus banyak terjadi di lingkungan kerja, dengan kualitas udara yang tidak bagus," kata pria yang akrab disapa Yuri ini dalam siaran pers BNPB melalui kanal YouTube, Kamis (16/7/2020).

Yuri menjelaskan, ruang kerja tanpa sirkulasi udara lancar dan hanya mengandalkan sistem pendingin udara akan menyebabkan penularan Corona lebih mudah terjadi. Terlebih saat ini ada kekhawatiran penularan COVID-19 melalui mikrodroplet yang bertahan di udara khususnya di ruangan tertutup.

Selain itu, Yuri mengatakan bahwa tidak disiplin menjaga jarak antar rekan kerja juga menjadi penyebab transmisi Corona rentan terjadi di kantor. Kebanyakan orang menganggap rekan kerja sudah sangat akrab sehingga kepatuhan menjaga jarak dan memakai masker tidak lagi diindahkan.

"Meski kita sudah terbiasa bertemu dengan rekan kerja di kantor, perlu diingat bahwa mereka juga berasal dari lingkungan risiko yang beda dengan kita. Oleh karena itu untuk tetap gunakan masker," pungkasnya.

Berikut ini detail perkembangan kasus virus Corona di Indonesia pada Kamis (16/7/2020):

1. Jumlah kasus positif bertambah 1.574 menjadi 81.668.

2. Jumlah pasien sembuh bertambah 1.295 menjadi 40.345.

3. Jumlah pasien meninggal dunia bertambah 76 menjadi 3.873.

Data tersebut merupakan akumulasi yang tercatat hingga pukul 12.00 WIB hari ini.

Sebelumnya pada Rabu (15/7/2020), jumlah akumulatif kasus positif Corona di Indonesia berada di angka 80.904, dengan 39.050 di antaranya sembuh dan 3.797 meninggal.
https://indomovie28.net/it-watches-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar