IU belakangan sering membagikan kesehariannya kepada para UAENA (sebutan fans IU) melalui vlog yang diunggah di YouTube. Dalam sebuah video baru-baru ini, ia pun menunjukkan rutinitasnya setelah menyelesaikan sebuah konser. Di depan kamera, IU terlihat tak segan untuk tampil apa adanya. Ketika menampilkan wajahnya tanpa makeup, pemilik nama asli Lee Ji Eun tersebut membuat terkejut para fans.
"Karena kamu memintaku untuk mengambil gambar dari kehidupanku sehari-hari di fanmeeting 10 tahun hari jadiku. Jadi karena janji itu aku akan menunjukkan pada kalian bagaimana aku membersihkan wajah," ungkapnya dalam video.
Dalam video yang diambil setelah IU tampil dalam sebuah konser di Singapura, wanita 27 tahun itu tampak telah menanggalkan dress cantiknya dan memakai kaus santai. Setelah mengungkap perasaannya mengenai konser yang berlangsung hari itu sebelum tidur, IU pun menunjukkan rutinitasnya membersihkan diri di keesokan harinya.
Di depan kamera, IU pun menampilkan bagaimana ia menggosok gigi sembari menggunakan handphone. Para penggemar juga bisa melihat bagaimana ia mencuci muka. Ketika mendekatkan wajah ke kamera setelah wajahnya bersih, fans bisa melihat jika ia punya kulit yang bersih dan kenyal. Mereka pun terkejut dengan bagaimana wajahnya tidak banyak berubah dari ketika pakai riasan.
Setelah itu, IU menerapkan skincare dan sedikit merias wajahnya. Tak terlihat menor, ia hanya menerapkan pensil alis, eyeliner, base makeup, dan lipstik warna natural. "Aku tidak tahu cara menggambar alis," ungkapnya.
"Dengan makeup dia terlihat seperti gadis 15 tahun dan tanpa makeup terlihat seperti anak delapan tahun. Bagaimana caranya untuk menjadi IU," "Bahkan tanpa makeup dia terlihat sempurna," "Wow, aku sangat iri dengan kulitnya," tulis netizen di kolom komentar.
Wah, Orang Asia Ternyata Lebih Rentan Diabetes, Loh!
Data Asian Diabetes Prevention menunjukkan orang Asia cenderung memiliki kadar lemak tubuh yang lebih tinggi dibanding dengan orang Eropa, meskipun memiliki berat badan yang sama. Timbunan lemak, terutama di sekitar bagian perut (lemak visceral), berkaitan erat dengan penyakit sindrom metabolik termasuk resistensi insulin dan diabetes.
Kedua fakta inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab kasus diabetes pada orang yang memiliki berat badan normal lebih umum ditemukan pada orang Asia. Perubahan gaya hidup serta pola makan di Asia juga sangat berperan dalam meningkatnya prevalensi diabetes di Asia.
Salah satu contoh dari gaya hidup yang berperan dalam peningkatan kasus diabetes yaitu berkurangnya aktivitas fisik atau sering dikenal dengan istilah malas gerak. Urbanisasi dan pola hidup modern menyebabkan aktivitas fisik semakin berkurang. Kebiasaan mengendarai mobil juga berkaitan dengan berkurangnya aktivitas berjalan atau bersepeda.
Kemudian tingginya konsumsi nasi putih di Asia juga berkaitan erat dengan peningkatan risiko diabetes. Tak hanya itu, tingginya angka perokok di Asia juga menjadi penyebab banyaknya kasus diabetes di benua ini. Sebab, merokok menjadi salah satu faktor penumpukan lemak perut dan peningkatan risiko diabetes.
Saat ini ketersediaan makanan siap saji di Asia juga cenderung meningkat. Padahal, makanan siap saji cenderung tinggi gula, garam dan lemak. Sebuah penelitian di Singapura menunjukkan konsumsi makanan siap saji lebih dari dua kali per minggu berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes sebesar 27%.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar