Dengan menjalin kemitraan dengan Ericsson dan Huawei, Indosat Ooredoo melakukan transformasi menuju Model Operasi Digital secara menyeluruh. Kolaborasi ini diharapkan membuat Indosat lebih mampu mengembangkan teknologi digital untuk pelanggannya.
Melalui transformasi ini, operator seluler yang identik warna kuning merah itu menerapkan pengoperasian digital yang menggabungkan pengembangan terbaru dalam analisis, otomasi, kecerdasan buatan, dan prediksi kemampuan untuk memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan.
President Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan peningkatan jaringan secara signifikan pada tahun lalu. Saat ini, dengan model operasi digital baru, Indosat Ooredoo akan membangun operasional jaringan yang efisien dan sepenuhnya otomatis, melalui teknologi seperti AI, Predictability Fault, Data Driven Analytics & platform Machine Learning.
"Hal ini akan membuat kami lebih fokus pada perbaikan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan. Kami telah mencapai ketepatan waktu dengan eksekusi yang baik walaupun di tengah tantangan pandemi COVID-19 dan kami yakin model baru ini akan membantu Indosat Ooredoo dalam mengelola tuntutan dan harapan pelanggan yang semakin meningkat," tutur Al-Neama dalam keterangan tertulisnya.
Disebutkan, kolaborasi dengan Ericsson dan Huawei berkontribusi pada pengembangan ekosistem baru yang menciptakan banyak peluang kerja, serta meningkatkan kemampuan seluruh tenaga kerja melalui program transfer pengetahuan yang intensif.
Selain ini, kemitraan dengan mitra global ini untuk mendukung pengembangan teknologi digital bagi pengalaman pelanggan yang lebih baik menggunakan layanan telekomunikasi. Indosat Ooredoo juga mengatakan kerja sama ini sebagai kontribusi bagi peningkatan ekonomi digital Indonesia di masa yang akan datang.
Apple Tawarkan Kursus Coding Gratis Untuk Guru
Dalam membantu memajukan pendidikan ilmu komputer di Amerika Serikat, Apple meluncurkan kursus coding tanpa biaya alias gratis yang ditujukan untuk para guru.
Kursus ini ditawarkan melalui Develop in Swift, sebuah program coding pendidikan Apple yang ditujukan untuk siswa sekolah menengah dan universitas.
"Kursus ini dirancang untuk melengkapi kebutuhan pendidik ilmu komputer di AS, dan membantu instruktur dari semua tingkat keterampilan membangun pengetahuan dasar untuk mengajarkan pengembangan aplikasi dengan Swift," tulis Apple yang dikutip detikINET dari Engadget.
Apple juga telah memperbarui kurikulum Develop in Swift dan Everyone can Code dan menambahkan sumber daya baru untuk tenaga pengajar dan orangtua.
Kedua program sekarang termasuk buku-buku baru yang tersedia secara gratis di Apple Books. Pelajaran akan mengajarkan siswa dengan konsep pemrograman penting yang digunakan dalam pengembangan aplikasi.
Orang tua dapat menemukan panduan baru "Quick Start to Code", yang mencakup 10 tantangan coding yang dirancang untuk siswa berusia 10 tahun ke atas. Itu di samping situs web Apple Learning from Home diluncurkan musim semi ini, dan Apple Education Learning Series-nya.
https://nonton08.com/bodom/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar