Rabu, 15 Juli 2020

Cegah Corona, Filipina Wajibkan Suami-Istri Boncengan Motor Bawa Surat Nikah

 Filipina menerapkan kebijakan baru dalam penanganan COVID-19. Per Juli 2020, pemerintah di bawah kepemimpinan Rodrigo Duterte itu, tidak memperbolehkan pengendara motor berboncengan di setiap area.
Kebijakan tersebut ditetapkan demi mencegah penularan virus Corona yang makin meluas. Namun ada pengecualian dari larangan naik motor berboncengan.

Pasangan menikah atau suami-istri masih diizinkan naik motor berboncengan. Asalkan mereka bisa menunjukkan sertifikat atau surat nikah resmi.

Seperti dikutip dari Elite Readers, aturan ini telah diterapkan di Commonwealth Avenue, Quezon City. Suami-istri yang naik motor bersama di area tersebut wajib menunjukkan bukti bahwa mereka telah menikah dengan sertifikat di titik-titik pemeriksaan. Jika tidak bisa memperlihatkan sertifikat pernikahan, pasangan tersebut bisa ditangkap polisi.

Tak hanya itu, mereka juga harus menerapkan protokol kesehatan saat berkendara. Antara lain pakai helm, masker atau face shield.

Terkait aturan itu, masyarakat Filipina pun punya cara-cara kreatif untuk menunjukkan bahwa mereka adalah pasangan suami-istri. Mulai dari membingkai sertifikat pernikahan sampai memajang foto nikah mereka di depan motor.

Takut Kena Corona, Suami Tolak Istri yang Pulang Setelah 3 Bulan Terpisah

Virus Corona merupakan virus yang cukup mematikan, jadi wajar-wajar saja jika seseorang merasa takut terinfeksi virus tersebut. Hal itu yang juga dialami oleh seorang suami asal Bengaluru, India. Bahkan karena terlalu takut, pria tersebut sampai menolak istrinya yang pulang ke rumah.
Seperti dikutip dari Times of India, wanita berusia 38 tahun itu dikabarkan baru kembali pulang setelah 3 bulan terpisah dengan keluarganya karena pemberlakuan lockdown akibat pandemi Corona. Wanita yang tidak disebutkan namanya itu merasa senang ketika dia bisa keluar dari Chandigarh dan kembali pulang untuk berkumpul dengan suami dan anak laki-lakinya yang berusia 10 tahun.

Namun ternyata apa yang terjadi selanjutnya tidak sesuai dengan ekspetasinya. Bukannya disambut, wanita itu malah diusir oleh suaminya sendiri. Sang suami yang sangat takut terinfeksi virus Corona itu meminta istrinya untuk melakukan karantina sendirian di tempat lain selama 14 hari dan mendapatkan sertifikat negatif COVID-19 sebelum kembali dan memasuki rumah.

Merasa terdesak dan tidak berdaya, wanita itu lalu menelepon bantuan untuk wanita yang kesusahan, Parihar Vanitha Sahayavani pada tengah malam. Pihak bantuan tersebut lantas menelepon suaminya dan menjelaskan kesalahpahamannya mengenai virus Corona dan aturan karantina.

Pemerintah setempat sendiri telah memberlakukan peraturan bahwa setiap orang yang baru tiba dari negara lain, kecuali Maharashtra diminta untuk mengkarantina diri sendiri di dalam rumah selama 14 hari. Kabarnya, sang wanita juga sempat melaporkan suaminya ke pihak kepolisian. Namun ketika salah satu anggota kepolisian mengantarnya ke rumah, ternyata suami dan anaknya sedang pergi ke luar dan rumahnya terkunci.

Akhirnya ketika suami dan anaknya pulang barulah wanita tersebut menghubungi Parihar Vanitha Sahayavani. Setelah melewati drama yang cukup rumit, akhirnya sang suami memperbolehkan istrinya untuk masuk dan melakukan karantina di rumah.

Menurut Aparna Purnesh, seorang penasihat senior, pasangan suami istri itu sebelumnya memang sempat terlibat perkelahian. Namun kali ini alasan sang suami tidak memperbolehkannya masuk ke dalam rumah adalah karena dia takut istrinya itu akan menulari dirinya dan putra mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar